Mengintip Citra Perempuan pada Film Teman Tapi Menikah 2 - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Winda Sopiyanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Mei 2022

Kamis, 7 Juli 2022 19:25 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Mengintip Citra Perempuan pada Film Teman Tapi Menikah 2

    Citra perempuan sendiri merupakan penggambaran atau cerminan dari sosok perempuan yang sangat menarik, unggul, cemerlang, dan bercahaya.

    Dibaca : 1.534 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Siapa yang tidak mengenal film Teman Tapi Menikah 2? Bagi kalian yang belum tau tentang film ini. Berikut perkenalan singkat yang akan penulis rangkum khusus untuk kalian. Film ini merupakan kelanjutan dari film Teman Tapi Menikah 1. Film ini merupakan sebuah film yang diangkat dari novel best seller milik dua artis terkenal yakni Ayudia dan Ditto. Kisah dalam novel ini merupakan kisah nyata mereka.

    Topik pada film pertama cukup sederhana yakni menceritakan kisah persahabatan Ayudia dan Ditto hingga adanya rasa suka di antara kedua sahabat tersebut. Film Teman Tapi Menikah yang pertama cukup mengalami kesuksesan hingga menyabet beberapa penghargaan box office. 

    Setelah itu hadirlah film Teman Tapi Menikah 2. Topik yang diangkat dalam film kedua cukup pelik. Film kedua merupakan kelanjutan dari kehidupan Ayudia dan Ditto setelah mereka menikah. Banyak sekali topik yang diangkat pada film ini namun, apabila dianalisis lebih dalam salah satu permasalahan di dalamnya adalah tentang citra perempuan. Citra perempuan dalam film ini tergambar jelas oleh adegan-adegan yang dimainkan oleh Mawar De jongh sebagai pemeran utama wanita. 

    Citra perempuan sendiri merupakan penggambaran atau cerminan dari sosok perempuan y<--more-->ang sangat menarik, unggul, cemerlang, dan bercahaya.

    Film kedua bermula dari Ayudia yang tidak bisa menerima kebiasaan sang suami. Kemudian Ditto yang kaget melihat perubahan sikap Ayudia saat hamil dan selalu berdalih hormon yang mempengaruhinya, serta konflik di antara keduanya tentang perlu tidaknya memiliki seorang anak jika hanya membawa masalah baru pada pernikahan.

    Pertengkaran demi pertengkaran yang terjadi antara Ayudia dan Ditto menunjukkan ketidaksiapan dan keresahan keduanya untuk memiliki seorang anak. Wajar saja, karena saat itu mereka masih berusia 24 tahun dan memiliki segudang impian yang sudah mereka rencanakan hanya untuk berdua.

    Ketika calon bayi hadir, semua berubah. Ayudia takut mimpinya untuk keliling dunia tidak terwujud, dia juga takut hubungannya dengan Ditto jadi menjauh setelah memiliki anak, apalagi di awal-awal kehamilan keduanya terus bertengkar dan sempat ingin menggugurkan kehamilan. Hingga pada akhirnya Ayudia dapat menerima kehamilannya tersebut dengan baik.

    Mendekati akhir film, di adegan Ayudia merayakan ulang tahun saat kehamilan besarnya yang diadakan oleh teman-temannya, Ayudia mengatakan beberapa pesan tentang menjalani kehidupan dengan baik sebelum memutuskan untuk menikah. Sosok Ayudia digambarkan dengan penggambaran yang sangatlah tegar pada adegan ini. 

    Sosok Ayudia yang diperankan oleh Mawar sangatlah epik. Mawar dengan sangat baik mampu berperan sebagai wanita hamil yang penuh emosi. Aktingnya sangat meyakinkan apalagi saat akan melahirkan Dia Sekala Bumi, anak dari Ayudia dan Ditto. Dia juga sukses membuat penonton kesal dengan sikapnya yang terkesan banyak mau saat hamil. Merasakan sakit saat kontraksi, berusaha mempertahankan melahirkan melalui proses normal hingga cara berjalan saat hamil seolah-olah pernah mengalami semuanya. Sosok Ayudia digambarkan dengan penggambaran citra perempuan yang sangat sensitif akan hormon kehamilan yang tidak banyak orang dapat mengerti tentang hal tersebut namun, Ayudia tetap tegar dan tangguh dalam menjalani kehidupannya tersebut. 

    Sama halnya dengan Mawar, Adipati yang berperan sebagai Ditto juga mampu memerankan sosok suami sekaligus 'ayah muda' dengan cakap. Bagaimana kekagetannya menghadapi istri hamil, panik membantu melahirkan hingga usaha untuk belajar menggendong bayi.

    Untuk kalian yang penasaran dengan film ini, kalian bisa menontonnya kembali di Netflix. Meskipun film ini sudah tayang di bioskop pada 27 Februari 2020 akan tetapi film ini masih sangat rekomendasi untuk ditonton hingga saat ini apalagi untuk kalian para pasangan muda.

    Ikuti tulisan menarik Winda Sopiyanti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.