Penghasil Kopi Terbesar ke-4, Indonesia Ekspor ke 5 Negara Ini - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Muthia Qonita

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 Juli 2022

Minggu, 31 Juli 2022 07:05 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Penghasil Kopi Terbesar ke-4, Indonesia Ekspor ke 5 Negara Ini

    Bukan rahasia lagi bahwa Indonesia menghasilkan banyak kopi. Biji kopi kami dikenal di seluruh dunia karena rasanya yang unik dan beragam. Tapi berapa banyak biji kopi yang kita produksi?

    Dibaca : 416 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Bukan rahasia lagi bahwa Indonesia menghasilkan banyak kopi. Biji kopi kami dikenal di seluruh dunia karena rasanya yang unik dan beragam. Beberapa biji kopi paling langka di luar negeri juga berasal dari Indonesia (misalnya, Kopi Luwak). Tapi berapa banyak biji kopi yang kita produksi?

     

    Statistik Biji Kopi IndonesiaSource: Discoffeer

     

    Produksi Kopi Indonesia

    Pada akhir tahun 2021, Indonesia memproduksi 774,6 ribu metrik ton biji kopi sehingga menjadikannya sebagai produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Sebagian besar biji kopi yang diekspor adalah biji Robusta dan menjadikan negara ini juga pengekspor biji Robusta terbesar ke-3 di dunia.

    Tanpa terduga, walaupun pandemi mempunyai dampak negatif ke berbagai industri, kopi Indonesia tampaknya terus meningkat, terlihat dengan peningkatan produksi dan konsumsi domestik yang stabil selama beberapa tahun terakhir ini.

     

    Top 5 Provinsi Produksi Kopi Terbesar di Indonesia

    Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bersaing dengan pasar global, sebagian besar kopi yang diproduksi pada tahun 2021 berasal dari 5 provinsi berikut: Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Aceh, dan Bengkulu.

    1. Sumatera Selatan

    Sebagai bagian dari segitiga emas kopi di Sumatera, dikenal dengan biji Robusta-nya. Pada tahun 2021, wilayah tersebut menghasilkan total 198,9 ton kopi dari 250,2 ribu hektar kebun kopinya. 100% dari perkebunan kopi ini merupakan lahan perkebunan rakyat. 

    2. Lampung

    Lampung adalah bagian lain dari segitiga emas kopi yang juga memproduksi biji Robusta. Pada tahun 2021, wilayah tersebut menghasilkan total 117,3 ton kopi dari 156,9 ribu hektar kebun kopinya. 100% dari perkebunan kopi ini juga merupakan lahan perkebunan rakyat. 

    3.Sumatera Utara

    Sumater Utara adalah bagian terakhir dari segitiga emas kopi, dikenal dengan kopi Mandailing dan Sidikalang (keduanya biji Arabika) dengan aroma tanah dan cokelat yang berbeda. Pada tahun 2021, wilayah tersebut menghasilkan total 76,5 ton kopi dari 95,5 ribu hektar kebun kopinya. 100% dari perkebunan kopi ini juga merupakan lahan perkebunan rakyat. 

    4. Aceh 

    Aceh terkenal dengan kopi Aceh Gayo (biki Arabika) dengan karakter “pedas”nya yang unik. Pada tahun 2021, wilayah tersebut menghasilkan total 73,4 ton kopi dari 126 ribu hektar kebun kopinya. 100% dari perkebunan kopi ini juga merupakan lahan perkebunan rakyat.

    5. Bengkulu 

    Bengkulu adalah salah satu penghasil biji kopi Robusta. Pada tahun 2021, wilayah tersebut menghasilkan total 62,2 ton kopi dari 85,5 ribu hektar kebun kopinya. 99% dari perkebunan kopi ini merupakan lahan perkebunan rakyat.

     

    Meskipun statistik ini hanya mencakup 5 provinsi penghasil kopi teratas di Indonesia, statistik ini dapat diperluas ke provinsi penghasil kopi lainnya di Indonesia karena lebih dari 96,63% kopi dari Indonesia berasal dari perkebunan rakyat. Dan biji kopi dari perkebunan rakyat Indonesia inilah yang berkeliling dunia.

     

    Top 5 Destinasi Ekspor Kopi Indonesia 

    Indonesia adalah pengekspor biji kopi terbesar ke-6 (berdasarkan berat pengiriman) dan 5 tujuan teratas biji kopi ini adalah Amerika Serikat, Mesir, Malaysia, Jepang, dan Italia. Biji kopi Indonesia telah menarik perhatian mancanegara karena beragamnya rasa dari berbagai daerah di nusantara kita.

     

    Masa Depan Kopi Indonesia

    Pertanian kopi memiliki peran penting bagi sosial ekonomi negara, dari mendukung mata pencaharian petani kecil, hingga kedai kopi yang tersebar luas di negara ini. Menurut penelitian Toffin, jumlah kedai kopi meningkat tiga kali lipat pada 2019 dibandingkan 2016. Konsumsi domestik juga mengalami peningkatan 33% dari 2017 hingga 2021. Jadi, dengan pertumbuhan permintaan domestik dan tren peningkatan produksi dan ekspor kopi, masa depan kopi Indonesia tampak cerah dengan peluang bisnis yang dapat dijajaki bagi calon pemilik bisnis.

    Ikuti tulisan menarik Muthia Qonita lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.