Aji Norontoko dan Pengembangan Diri - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Rabu, 25 Januari 2023 13:24 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Aji Norontoko dan Pengembangan Diri

    Dalam budaya Jawa ada kisah Gatotkoco dengan Aji Norontoko. Di dalam budaya Barat juga ada kiat pengembangan diri. Bagaimana paparannya? Ikuti terus.

    Dibaca : 110 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Aji Norontoko dan Pengembangan Diri

    Bambang Udoyono

    Dalam budaya Jawa ada cerita tentang Gatotkoco yang sakti.  Dalam narasi ki dalang dikatakan bahwa dia berotot kawat bertulang besi dan berkulit tembaga.  Dia kebal segala macam senjata kecuali panah yang dimiliki oleh Adipati Karno.  Nama panahnya Kunto.  Gatotkoco juga  bisa terbang. Kalau hujan tidak kehujanan dan jika panas tidak kepanasan.  Gambarannya mirip bionic man yang berada di cockpit pesawat tempur.  Salah satu kesaktiannya disebut Aji Norontoko

    Aji Norontoko dalam gambaran ki dalang adalah cara untuk menyatukan kekuatan lahir batin. Dalam prosesnya seorang satria harus bersamadi dan mengheningkan cipta. Dia harus mesu budi atau mengendalikan dirinya.   Jika berhasil maka dia akan menjadi sekti mondroguno

    Sayang sekali dalam cerita wayang kekuatan itu hanya dipakai untuk kesaktian fisik atau keprajuritan.  Mestinya kekuatan itu bisa diterapkan untuk semua bidang pekerjaan. 

    Dalam kepustakaan barat ternyata ada sebuah buku yang memaparkan dengan rinci cara membangun kekuatan lahir batin untuk diterapan di berbagai bidang.  Hal Elrod,Steve Scott dan Honoré Corder dalam bukunya Miracle Morning menulis lima langkah yang harus dilakukan.

    Silence yaitu mengheningkan cipta atau samadi.  Dalam tradisi Jawa samadi lazim dilakukan dengan duduk sembari menarik napas dalam, pelan, tenang dan irama  ajeg.  Seluruh tubuh dan pikiran santai.  Kemudian ada affirmation atau afirmasi adalah mengatakan pada diri sendiri atau meniatkan. Misalnya berniat menjadi penyanyi.  Setiap hari akan berlatih menyanyikan lagu standard selama empat jam minimal. Demikian juga profesi lain.  Niatkan berlatih rutin dengan cara dan target tertentu.

    Visualization atau visualisasi adalah membayangkan sasaran sudah tercapai. Misalnya sudah menjadi penyanyi top dan banyak melakukan konser dan rekaman.  Exercise adalah latihan olah raga.  Silahkan pilih yang paling cocok.  Reading artinya membaca.  Kita harus banyak baca untuk mengembangkan ilmu.  Scribing artinya menulis.  Hal Elrod menulis untuk para penulis, tapi yang kelima ini saya kira bisa disesuaikan dengan profesi Anda masing masing.  Pokoknya berlatih rutin menajamkan kompetensi. 

    Menariknya Hal Elrod menyarankan kita menjadi morning person.  Dia anjurkan kita bagun pagi lalu beraktivitas.  Sarannya sesuai dengan ajaran Islam dan sudah lama diterapkan oleh muslim.  Waktu pagi memang paling tepat untuk olah batin dan olah pikir.  Jadi di sepertiga malam yang terakhir bagunlag lalu beribadah. Solat tahajud, zikir, berdoa  kemudian lanjut sampai solat subuh. Semua ibadah itu adalah kegiatan lahir batin.  Ada unsur yang sama dengan samadi.

    Kalau kegiatan itu dilakukan dengan rutin dalam jangka waktu panjang maka insya Allah akan terbentuk kekuatan.  Jiwa raga kita akan bangun. Kita akan memiliki kekuatan fisik, intelektual dan spiritual.

    Monggo mengolah diri dengan Aji Norontoko atau dengan cara Barat. Pilihannya terserah Anda.  Yang penting ilmunya diterapkan untuk kemaslahatan sesama.

    Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.