x

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Senin, 27 Maret 2023 06:26 WIB

Carilah Jiwamu, Kata Rumi

Kita perlu menemukan jiwa sendiri. Demikian kata Maulana Jalaludin Rumi. Apa manfaatnya?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Carilah Jiwamu,  Kata Rumi

 

Bambang Udoyono

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

 

Sudahkah Anda bertemu dengan jiwa sendiri?  Mungkin Anda membatin pertanyaannya kok kurang kerjaan banget.  Aneh banget pertanyaannya. Sepintas memang terkesan aneh pertanyaan tersebut.  Meskipun demikian kalau kita cermati kata Mutiara Maulana Jalaludin Rumi, kita akan menemukan keterangan yang masuk akal juga.  Mari kita cermati paparan berikut ini.

 

Are you searching for your soul? Then come out of your own prison. (Rumi)  Apakah kamu sedang mencari jiwamu?  Keluarlah dari penjaramu.

 

Tentu Rumi tidak sedang bercanda.  Dia tidak membahas penjara fisik. Dia sedang menguatarakan sanepan alias metafora.  Penjara yang dia maksud adalah kondisi sosial, ekonomi, politik, budaya seseorang yang membelanggu dan membatasi pertumbuhan jiwanya. Dengan kata lain kondisi itu membuat seseorang menjadi jajahan keadaannya. Dia menjadi budah dari hartanya atau jabatannya.  Karena mengejar keduanya dia berani melanggar aturan Allah swt. 

 

Dalam buku saya, saya memberi istilah orang semacam itu adalah orang orang jajahan.  Mereka adalah orang yang terjajah atau dikuasai oleh nafsunya, harta bendanya dan jabatannya.  Orang seperti itu sejatinya orang kerdil meskipun kaya raya dan berkuasa. 

 

Jadi kalau manusia ingin jiwanya merdeka dia harus mampu melepaskan diri dari belenggu. Dia harus mampu merdeka dari penjara itu.  Bagaimana caranya?

 

Secara singkat dia harus mengabdikan diri hanya kepada Allah swt.  Inilah satu satunya cara untuk menjadi merdeka.  Dia tidak harus meninggalkan harta dan jabatannya. Dalam Islam  orang tidak perlu meninggalkan hidup duniawi untuk merdeka dari penjajahan hawa nafsu, setan dan dunianya. Contoh terbaik tentu nabi Sulaiman AS dan nabi Daud AS. Mereka berdua nabi sekaligus raja yang kaya raya dan berkuasa. 

 

 

Purify yourself from the attributes of self, so that you may see your own pure, untarnished essence.  (Rumi) Bersihkan dirimu dari atribut dirimu,  sehingga kamu bisa melihat esensi jiwmu yang bersih tak tercemari.

 

Dalam Bahasa Jawa ada frasa mungkur kadonyan yang artinya memunggungi dunia.  Maksudnya mengambil jarak dengan duniamu. Ambil jarak dengan harta dan jabatanmu.  Kalau sudah bisa demikian barulah kamu bisa melihat bertemu dengan jiwamu yang murni.

 

Wash the dust from your SOUl and HEART with wisdom's WATER. (Rumi)  Bersihkan debu dari jiwamu dan hatimu dengan air kebijaksanaan.  Rumi mestinya bermaksud mengatakan dengan metafora. Air kebijaksanaan pasti maksudnya ajaran agama Islam yang dianutnya.

 

Prayer clears the mist and brings back peace to the Soul. (Rumi)  Doa dan solat membuang kabut dan mengembalikan damai ke jiwa.   Solat dan doa memang bisa memberishkan jiwa dna hati manusia asla dikerjakan dengan rutin dan bersunguh sungguh. Dampaknya akan sampai ke jiwa dan hati.

 

To change, you must face the dragon of your appetites with another dragon: the life-energy of the soul.  (Rumi)  Agar berubah kamu harus menghadapi naga nafsumu dengan naga lain :  kekuatan jiwa.

 

Nafsu punya kekuatan yang menaklukkan banyak manusia.  Tapi kekuatan nafsu akan kalah jika dihadapkan dengan kekuatan jiwa.  Tentu membangkitkannya dengan mengabdikan diri kepada Allah swt. Nanti akan ada perlindungan dan pertolongan Allah swt.

 

There is a life-force within your soul, seek that life.  (Rumi) ada kekuatan hidup di dalam jiwamu,  carilah itu.

 

Nenek moyang kita punya istilah yang khas yaitu tenaga dalam.  Ini adalah kekuatan jiwa. Kekuatan ini ada di dalam diri. Ia tidak Nampak. Tapi sejatinya ia nyata.  Ibadah kepada Allah swt akan semangkin menguatkan tenaga dalam ini. Maka carilah.  Cara terbaik adalah dengan mengabdikan diri kepada Allah swt.

 

Kalau itu dilakukan maka kita akan menemukan jiwa kita yang sejati.    Tentunya sebagai hamba Allah.  Kira kira itulah yang dimaksudkan Rumi dengan mencari jiwa sendiri. 

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini