x

Gambar oleh HeonCheol LEE dari Pixabay

Iklan

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Rabu, 27 Desember 2023 08:39 WIB

Jadilah Seperti Genderuwo

Apakah maksud dari judul aneh tersebut? Apakah kita bisa menjadi genderuwo? Atau ada sesuatu dari genderuwo yang bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari kita? Sifat yang bisa kita tiru dari makhluk halus tersebut.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hm, judul yang sedikit menyimpang, bahkan terdengar sangat aneh. Jadilah seperti genderuwo? Apakah kita bisa berubah menjadi genderuwo? Lagipula, apa keuntungan kita jika misalnya berubah jadi genderuwo?

Bukan seperti itu maksudku, jadilah seperti genderuwo di sini bukanlah berubah menjadi fisik genderuwo melainkan meniru sesuatu darinya. Hm? Apakah ada yang bisa ditiru dari bangsa jin tersebut? Ada, semua ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya. Debu saja bisa menjadi alat penyuci diri sebelum melaksanakan Shalat. Terus, sifat seperti apa yang bisa kita tiru dari Genderuwo tersebut?

Sebelum menilai sifatnya, marilah kita perhatikan terlebih dahulu genderuwo tersebut. Apa yang pertama kali muncul di benak kita? Seram? Menakutkan? Tinggi besar? Semua itu selalu pernah disebutkan oleh saksi mata yang mengaku pernah berpapasan dengan makhluk tersebut. Bagaimana dengan mereka yang pernah berinteraksi dengan mereka? Diganggu atau bahkan diberi pelajaran fisik, pasti ada satu hal yang mencolok dari sifat makhluk halus itu. Apakah itu? Salah satunya adalah mereka sering menempati benda-benda besar seperti batu besar dan pohon beringin. Selain itu juga, ada seorang saksi mata yang mendapatkan sesuatu dari makhluk itu. Apakah dia? Sebelum kita menyebutkannya, marilah kita perpanjang tulisan ini terlebih dahulu hehe, dimulai dari cerita dari saksi tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saksi hidup itu atau kita panggil saja Asep, menyebutkan bahwa kerabatnya pernah seperti ditampar oleh makhluk halus tersebut di bagian punggung yang menyebabkan beliau terdorong ke depan. Kejadian itu menggemparkan rumah bahkan tetangga jiren sekitar rumahnya. Keluarganya yang terkena kontak fisik langsung syok dan sakit selama beberapa hari. Hal ini tentu saja mendatangkan kecemasan bagi penghuni rumahnya. Apakah selanjutnya aku?

Pikiran tidak mengenakan tersebut selalu terbesit jika memasuki area dapur, di mana keluarganya tersebut terkena tamparan itu. Namun, apakah yang terjadi? Tidak ada kontak sama sekali. Mereka yang memasuki area dapur selalu berhati-hati dan was-was tanpa mengganggu barang apa pun. Si Asep yang masih penasaran, mendatangi orang pintar untuk dimintai keterangan. Beliau pun mendatangi keluarganya yang menjadi korban tersebut dan ternyata beliau merokok di jendela dapur dan abu serta punting rokoknya hanya dibiarkan di jendela tersebut. Aku yang mendengar itu heran karena saat aku melihat jendela tersebut di malam itu, bersih tanpa abu maupun punting rokok. Apakah paman berbohong? Aku rasa tidak.

Orang pintar itu menyebutkan bahwa ada sesuatu yang bersarang di langit-langit dapur rumah kami. Sesuatu yang besar dan tak kasat mata. Beliau menyebutkan ada genderuwo yang menetap di area tersebut. Paman yang semakin merasa terancam mendesak orang pintar itu untuk mengusir makhluk itu dan beliau pun mengiyakannya.

Si Asep yang memang penasaran menanyakan kepada orang pintar itu, alasan hanya paman saja yang diganggu. Orang pintar itu hanya menyebutkan, pamanmu mengubah kebiasaan di jendela itu. Beliau hanya menyebutkan itu. Ternyata nenek selalu membersihkan kaca dapur tersebut dan menutupnya saat malam hari tiba, namun paman di waktu itu membuka kaca tersebut yang biasanya tertutup dan mengotorinya yang biasanya selalu bersih. Itulah yang membuat makhluk halus itu merasa terganggu. Benar, pamanku telah mengganggu keadaan yang semestinya di dapur tersebut.

Lalu, apakah yang harus kita tiru dari sifat makhluk halus tersebut? Tentu saja kita tahu. Apakah itu? Makhluk halus itu saja tahu apa yang semestinya dan biasanya benar, berani melakukan sesuatu untuk mempertahankan keadaan tersebut. Bagaimana dengan kita? Saya hanya ingin kita menerapkan pola pikir tersebut, namun tidak ditindak seluruhnya. Bagaimana maksudnya?

Jika kita melihat teman kita yang tidak biasanya melakukan sesuatu dan sesuatu tersebut buruk, maka lerailah dia. Jika dia sering menunda-nunda Shalat atau bahkan tidak Shalat, yang mana seorang muslim/muslimah semestinya shalat setelah mendengar adzan berkumandang, maka ajaklah dia ke jalan yang semestinya.

Janganlah kita menghiraukannya, individu yang paling hebat itu adalah mereka yang mengajak sesama umatnya untuk tetap berjalan di jalan yang semestinya, Jalan yang di-Ridhai oleh Allah SWT. Untuk yang terakhir kalinya, jadilah seperti genderuwo! Bukan fisiknya, tetapi sifatnya yang telah dibahas di atas.

Ikuti tulisan menarik Almanico Islamy Hasibuan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan