Tips Melatih Kepercayaan Diri pada Anak - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Jenny Karellina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 Januari 2020

Jumat, 24 Januari 2020 10:28 WIB
  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Tips Melatih Kepercayaan Diri pada Anak

    Dibaca : 725 kali

    Melalui kegiatan seminar Stop Bullying yang diadakan oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisma (Universitas Islam 45 Bekasi) di komunitas CAN (Cahaya Anak Negeri), acara tersebut memberikan informasi mengenai bullying kepada anak-anak CAN berusia 4 hingga 17 tahun. Mereka diminta untuk sharing di hadapan teman-temannya, beberapa dari mereka berani mengajukan diri untuk maju ke depan menceritakan pengalamannya, selain memberikan pengetahuan mengenai bullying kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih keberanian mereka agar lebih percaya diri.

    Tak hanya itu bagi mereka yang berani untuk berbagi di depan teman-temannya akan mendapatkan hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia. Kepercayaan diri adalah salah satu cara untuk mengurangi kasus perundungan yang marak terjadi. Selain mengajarkan kepercayaan diri, anak-anak di ingatkan juga untuk selalu bersyukur atas yang Tuhan berikan pada diri mereka

    Berikut ini merupakan tip melatih kepercayaan diri pada anak :

    1. Memperbanyak Intensitas Komunikasi dengan Anak

    Sebagai orang tua, kadang berkomunikasi pada anak itu mebosankan entah karna bingung ingin mebahas topik seperti apa, atau takut anak bosan dan tidak mau mendengarkan. Cobalah untuk intensitas lebih banyak pada anak agar kepercayaan anak dan orang tua terjalin. Seperti menanyakan mengenai aktivitas yang ia lakukan hari ini, apa yang ia makan, kesulitan apa yang ia dapat di sekolah dan lain sebagainya.

    Dari sini lah anak di latih untuk merasa bahwa orang tuanya peduli padanya, ini pun bisa melatih anak untuk berani mengutarakan apa yang ia rasakan dan melatih kepercayaan dirinya juga.

    1. Beri Alasan yang Tepat Saat Melarang Anak

    Dimasa pertumbuhannya, anak akan penasaran untuk mempelajari hal baru yang berada dilingkungannya, anda sebagai orang tua harus bijak dalam mendidik anak. Bila anda melarangnya untuk melakukan suatu hal, itu harus disertai alasan yang jelas mengapa ia tidak boleh melakukan hal itu. Hal ini bisa melatih keberaniannya untuk mencoba hal baru dengan hati-hati dan bertanggung jawab, ia akan menjadi pribadi percaya diri untuk berani melakukan sesuatu yang menurutnya benar, ia akan menjadi pribadi yang tidak takut salah, karna melalui mencoba ia akan mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru

    1. Ajarkan Anak untuk Tolong Menolong

    Tolong menolong adalah sikap yang dilakukan manusia dalam bersosial, ajarkan anak anda untuk membantu anda dalam mengerjakan tugas, jangan melarang anak anda saat ia mencoba mebantu anda mengejarkan suatu hal, ajak ia untuk terlibat. Selain di ajarkan dirumah ajarkan anak anda untuk menolong temannya yang sedang dalam kesulitan. Hal ini melatihnya untuk percaya diri terhadap potensinya bahwa ia bisa menolong temannya, dan ia tidak sungkan untuk meminta tolong. Jangan lupa ajarkan untuk selalu mengucapkan maaf dan terima kasih ya !

    1. Menemukan Bakat Anak

    Untuk mengetahui bakatnya, jangan larang dia melakukan hal positif seperti bernyanyi, memukul drum dengan tidak berirama, memainkan gitar dengan asal-asalan, bermain bola bersama teman-temannya. Dari situlah anda akan tau bakat dan hobi anak anda, bila ia melakukan hobi itu setiap hari, arahkan dirinya untuk mengikuti club, perlombaan, les agar kemampuannya dapat terasah dan tersalurkan pada hal positif. Bila anak bangga dengan dirinya ia akan menekuni dan percaya dirinya akan semakin bertambah, ia sadar bahwa dirinya berbakat, berguna dan patut dibanggakan.

    1. Beri Pujian Pada Anak

    Sesekali puji anak anda saat mereka melakukan kegiatan positif, menghasilkan suatu karya. Hal ini bisa membuat anak semangat dan percaya diri, ia akan percaya bahwa dirinya dapat melakukan suatu hal yang dapat dibanggakan. Ia akan percaya diri untuk melakukan dan mencoba kegiatan baru, dan tak akan dia sembunyikan dari anda.

    Dengan kasus bullying yang marak terjadi, kebanyakan dari kasus tersebut membuat korban tidak percaya diri bahkan bisa berujung kematian. 

    Menurut Olga Novianda seorang psikolog yang turut hadir meramaikan acara Stop Bullying, kepercayaan diri pada anak itu sangat diperlukan agar ia merasa dirinya itu memiliki potensi yang berguna untuk dirinya dan orang sekitar. selain itu kepercayaan diri juga dibutuhkan untuk melatihnya dalam bersosial, berkomunikasi dengan orang dewasa, terbuka dengan kegiatannya.

    Lalu, kepercayaan diripun bisa menjadikan anak menjadi seseorang yang ekstrovert berani melakukan kegiatan baru, berani untuk mengekspresikan dirinya. Namun peran orang dewasa juga sangat penting untuk bisa melatih kepercayaan dirinya berada di hal positif.

     

    #STOPBULLYING!!!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.