Keuangan Sudah Menipis, Kapan Covid-19 Berakhir? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Dhea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 Juni 2020 06:08 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Keuangan Sudah Menipis, Kapan Covid-19 Berakhir?

    Dibaca : 597 kali

    Kapan Covid-19 akan berakhir? Pertanyakan ini banyak dilontarkan mulai dari anak-anak, orang muda hingga orang tua. Alkisah, tak ada yang tahu dan bisa menjawab dengan pasti kapan wabah ini akan berakhir.

    Yang ada, kebanyakan dari kita tak hanya terus bertanya, tetapi juga hanya bisa berharap semua huru-hara karena Corona ini akan segera berlalu.

    Betapa tidak, Corono ini benar-benar mengacaukan segalanya. Pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan dan cenderung banyak yang merugi karena aktivitas bisnis yang menurun. Tak dipungkiri, beberapa justru terpaksa bisnisnya tutup.

    Nah, di tengah kondisi sesulit ini, siapa pun tentu tak boleh mengabaikan yang namanya investasi.

    Di saat ekonomi seret, mereka yang paham manfaat investasi tentu tak akan membiarkan dana yang dimiliki sedikit apap pun nganggur begitu saja.

    Menganggurkan duit sama saja membiarkan nilai uang tergerus inflasi. Pun kalau sekadar didepositkan di tabungan konvensional, yang ada nilai uangnya menjadi susut. Uang yang didepositkan di tabungan konvensional akan berkurang, apalagi nominalnya hanya kecil.

    Dalam tabungan konvensional, uang yang ditabung ternyata habis terkikis biaya administrasi dan bunga yang diberikan pun tak sebanding karena nominalnya jauh di bawah inflasi. Karena di bawah inflasi makanya nilai uang pun menjadi susut.

    Salah satu strategi investasi yang bisa dijalankan dan yang hasilnya lebih dari bunga tabungan dan deposito, yakni semisal investasi saham melalui aplikasi IPOT yang saat ini memang sedang mendapatkan momennya.

    Investasi saham di saat pandemi Covid-19 mendatangkan momen emas untuk para investor pemula. Saat ini harga-harga saham sedang murah-murahnya terdampak Corona. Harga yang murah saat pandemi menjadi waktu yang tepat untuk masuk dan mulai menikmati saham.

    Mendapatkan saham di harga termurah untuk dikoleksi, apalagi dari saham-saham blue chip, yang potensi cuannya tinggi di masa depan menjadi dambaan kebanyakan investor.

    Saat inilah momen itu karena bagaimana pun kondisi dan situasinya, meracik duit dan menginvestasikan minimal 10% dari gaji bulanan lebih banyak untungnya dibanding uang itu sekadar digunakan untuk memenuhi berbagai keinginan dan gaya hidup yang tidak jelas.

    Meracik dan menyisihkan duit untuk investasi wajib dilakukan demi terciptanya masa depan yang lebih baik dari sisi keuangan. Meski keuangan menipis karena covid-19 yang tak kunjung berakhir, investasi tak boleh diabaikan begitu saja.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.