Menjelajah SitusTaman Batu di Natuna - Travel - www.indonesiana.id
x

Hamparan batu berbagai bentuk yang merupakan Geosite Geopark Nasional di Natuna

Nyata Official

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 September 2020

4 hari lalu

  • Travel
  • Berita Utama
  • Menjelajah SitusTaman Batu di Natuna

    Natuna memang unik. Daerah kepulauan ujung utara Indonesia ini tidak hanya memiliki destinasi wisata kelas internasional, tetapi daratan dari berbagai gugus pulau ini dihiasai hamparan bebatuan sehingga sitetapkan sebagai kawasan geopark (taman batu) nasional. Keunikan geopark Natuna semakin memikat untuk dikunjungi. Yuk, kenalan dengan geosite dan geo area di Geopark Natuna.

    Dibaca : 1.389 kali

    1. Tanjung Senubing

    Bentangan semenanjung indah di sisi utara pulau Bunguran Besar dihiasi berbagai macam bentuk batu granit. Menjejal kaki di kawasan ini, pengunjung akan menyaksikan langsung keindahan alami.

    Pertama, melihat batu kapal sebongkah batu besar menyerupai kapal, batu datar, batu sindu, batu rusia dan batu alif (alif stone) icon Natuna. Hamparan batu batu indah ini terletak dalam 1 area bentangan sisi pulau bunguran dan paling cepat dikunjungi dari pusat kota Ranai butuh kurang lebih 10 menit perjalanan.

    Geosite Senubing

    Bagi pengunjung yang doyan selfie, kawasan geosite Senubing layak dijadikan referensi. Banyak sekali spot tersedia dan waktu paling tepat motret sunrise atau sunset.

    2. Gunung Ranai

    Geosite puncak tertinggi di Kabupaten Natuna, gunung ranai (bukit ranai). Bukit bebatuan yang menghijau berdiri kokoh di tengah-tengah pulau Bunguran Besar. Gunung memiliki 3 cabang di puncaknya batuan granit yang cukup besar. Untuk menikmati geosite ini dibutuhkan 5 jam waktu pendakian menuju puncak gunung, dengan hamparan hutan menjulang dan melambai ke lembah pemukiman penduduk Natuna.

    Gunung Ranai

    3. Tanjung Datuk

    Geosite satu ini berada di ujung penjuru utara pulau Bunguran Besar. Untuk menjangkau kawasan ini, dibutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari pusat kota Ranai. Berbatuan sedimen berlapis terbentuk dalam lingkungan darat atau sebagai endapan sungai purba. Batuannya jenis batu pasir, konglemerat dan bau lanau secara geologi termasuk dalam formasi pengadah berumur Oligo-Miosen.

    Tanjung Datuk

    Bagi pengunjung yang datang, Geosite Tanjung datuk ini sangat penting untuk menjadi bahasan edukasi, karena berhubungan dengan proses pembentukan cekungan Natuna bagian barat dan timur yang akan kaya potensi migas. Tanjung datuk cocok juga loh untuk berwisata, selain nilai edukasi geonya juga keindahan alamnya sangat indah, apalagi saat sunrise dan sunset.

    4. Goa Kamak

    Geosita ini memiliki ciri sama dengan Tanjung Datuk. Merepresentasikan batuan sedimen berlapis yang terbentuk dalam lingkungan darat atau endapan sungai purba. Geosite ini tambah menarik karena dilengkapi dengan goa yang terbentuk dampak abrasi air laut dan lebih cantik disaksikan saat air surut.

    Goa kamak ini lokasinya di bentangan laut utara Bunguran masuk dalam wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut, kira-kira membutuhkan 45 menit berkendara dari pusat kota ranai. Sekitar situs Bamak ini terdapat Pulau Sahi, sebuah gundukan batu besar berjarak 100 – 200 meter dari bibir pantai.

    Goa Kamak

    5. Pulau Senua

    Pada tulisan sebelumnya, pulau senoa ini memiliki destinasi pantai yang maha mempesona. Memiliki pantai berpasir putih dan air laut bening biru muda dan dijadikan kawasan festival tahunan, serta tempat berlabuh komunitas rally yacht berbagai negara. Nah, pulau Senoa ini merupakan situs geopark dan merupakan pulau yang sangat indah, terletak di wilayah Kecamatan Bunguran Timur.

    Rute perjalanannya, dari bandara kita harus ke pelabuhan Teluk Baruk terletak bentangan geosite Senubing sekitar 20 menit berkendara. Sewa kapal atau boat menuju senoa, waktu yang ditembuh untuk membelah selat Senua berisar 25 – 40 menit.

    Senoa

    Pulau Senua juga merupakan surga snorkling dan diving bagi kamu kamu yang suka dengan kegiatan ini, terumbu karang indah serta biota laut lainnya akan siap membuat pengunjung betah.

    6. Batu Kasah
    Usai menghabiskan waktu di bentangan utara, saatnya kita habiskan waktu ke arah selatan. Pertama akan kita jumpa geosite yang tak kalah pesonanya dengan geosite yang lain, geosite batu kasah. Jarak dari kota Ranai menuju site ini berkisar antara 25 – 30 km, sekitar 45 menit berkendara dengan kecapatan rata-rata.

    Pantai Batu Kasah

    Batu Kasah merupakan hamparan bebatuan granit yang tersebar dan ada juga yang bertumpuk-tumpuk seakan membentuk formasi di tengah laut. Di sekitar situs ini ada banyak batu-batu menarik untuk diabadikan, seperti Batu Kuoun, Batu Madu, Batu Serapong, dan Batu Kasah itu sendiri.

    7. Pulau Akar

    Pulau Akar merupakan tumpukan bebatuan berukuran sedang yang bertumpuk tak jauh dari pinggir pantai Cemaga. Tumpukan bebatuan itu menjadi sebuah pulau kecil nan imut yang menghiasi pemandangan alam pantai Cemaga. Untuk mempercantik kawasan Pulau Akar, pemerintah telah menyediakan jembatan dan pelabuhan agar pengunjung tanpa kendala menjangkau pulau akar. Pulau kecil seluas 50 meter persegi ini ditumbuhi oleh pepohonan yang jika dilihat dari jauh seperti serabut, itu yang mendasari masyarakat menamainya dengan Pulau Akar.

    Pulau Akar

    8. Geosite Setanau

    Pulau Setanau terletak di kecamatan Pulau Tiga, akses untuk menuju kesana melewati pelabuhan Selat Lampa. Rutenya dari pelabuhan selat Lampa kemudian menyewa perahu mesin menuju Pulau Setanau. Pulau Setanau merupakan pulau kecil dari yang berada di tengah-tengah Selat Lampa, ini situs geopark Natuna yang terindah menurut saya.

    Pulau Setanau

    Pasir putih dengan laut biru merupakan pemandangan utama situs. Sekitar Pulau Setanau juga bisa dijadikan tempat diving bagi kamu kamu yang suka dengan kegiatan yang memacu adrenalin. Seberang pulau Setanau berdiri kokoh tebing raksasa yang siap memecah ombak, masyarakat menyebutnya Setekul, pemecah ombak.

    Itulah jelalah alam geosite Natuna pembaca budiman. Diharapkan komentarnya, sebagai motivasi bagi penulis untuk terus menerus menulis di blok publik Indonesiana.id ini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.