x

illustr: BYU News

Iklan

Febi Alwaliyyu

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2021

Rabu, 23 Maret 2022 08:54 WIB

Satu Hari dalam Kehidupan Seorang Ibu

Kehidupan ibu rumah tangga dengan kesibukan mengurus anak dan beres - beres rumah

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Seperti biasa setelah mengantarkan anak pertama ku sekolah, aku beres beres dirumah. Aku mulai menyapu, mengepel di sambil mesin cuci yang sedang berputar. Aku lanjutkan dengan mencuci piring sementara anak keduaku yang masih berusia 1,5 tahun bermain di ruang tv dengan beberapa boneka dan mainan masak masakan.

Ketika aku sedang mencuci beras, ada suara ketukan pintu dan salam dari luar. Aku buru-buru menghampiri sementara air wastafel terus mengalir di beras yang sedang dicuci. Ternyata itu mamang tukang kredit baju yang biasa menghampiri ibu-ibu. Aku langsung menolak tawaran mamang tersebut, namun ia terus memaksa sehingga aku cukup lama meninggalkan cucian berasku di wastafel. 

Ketika mamang tersebut pamit, aku langsung kembali kedapur dan mataku terbelalak melihat Ayla yang sedang menaiki bangku kecil sambil menuangkan sabun cuci piring keatas beras yang sedang dicuci. Setengah berlari aku menghampirinya, dan dijawab dengan senyuman Alya sambil mengatakan, "dituti ma..." Batinku menangis melihat beras yang sudah penuh dengan busa. Ditambah bagaimana bila tadi Alya terjatuh krana menaiki kursi kecil.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Akhirnya aku membuang beras tersebut, sungguh disayangkan memang, tetapi bau sabun cuci piring terus menempel pada beras jadi aku ragu untuk memasaknya. Aku Lanjutkan kegiatan memasakku karena biasanya suamiku pulang jam 12.00 untuk makan siang. Tetapi tiba-tiba tidak kudengar lagi suara Alya yang sejak tadi bermain masak-masakan dengan boneka. Karena curiga aku langsung menghampiri Alya. 

Dan benar saja, ternyata dia sedang asik memandikan boneka dengan air dispenser. Keran Air dispenser dituang ke teko plastik mainannya dan dipakai untuk memandikan boneka. Lantai rumah sudah banjir. Begitu pula dengan Alya. Dari ujung kepala sampai ujung kaki sudah basah kuyub. Aku hanya bisa menepuk jidat, dan berjalan menghampirinya. Aku khawatir dia akan terpeleset jatuh karena lantai yang licin.

Aku gantikan pakaian Alya dan kutaruh dia dikamar. Aku minta dia untuk diam dulu dikamar. Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Sementara aku merapikan mainan yang basah dan mengepel lantai. Ketika sedang menjemur boneka diluar, aku dengar suara barang terjatuh, arahnya berasal dari kamar mandi. Dan benar saja, Alya membuat ulah sekali lagi. 

Batinku menangis tapi aku tidak bisa marah kepadanya. Rak gantung kamar mandi ambruk. Entah bagaimana caranya. Yang jelas sabun dan shampo ada di lantai. Ditambah kolam air yang penuh dengan busa dari sabun colek. Dan ada sepatu boot milik suamiku didalam kolam air. Sekali lagi Alya mengatakan, "dituti maa..."

Ya Tuhan, belum setengah hari aku menjalani hari ini, mengapa sudah panjang sekali jalan ceritaku. Batinku menjerit, namun mata bulat dan senyum polos Alya meluluhkanku. Kumandikan dan sekali lagi kuganti pakaian Alya yang kembali basah.

Akhirnya hari itu kuputuskan meninggalkan masakan dan pekerjaan rumah lainnya. Aku hanya Fokus bermain dengan Alya. Mungkin ini teguran dari Tuhan agar aku lebih memperhatikan Alya. Aku masih bersyukur tidak ada hal buruk yang menimpa Alya setelah beberapa kejadian hari ini. Tuhan masih melindungi dan menyayangi anak perempuanku yang satu ini. Terimakasih Tuhan...

Ikuti tulisan menarik Febi Alwaliyyu lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu