x

masjid aset umat

Iklan

Bambang Udoyono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 3 Maret 2022

Jumat, 25 Maret 2022 09:58 WIB

Hatimu Tahu Jalan yang Benar

Semua orang sebenarnya memiliki hati yang bisa menerima panduan dari Tuhan. Maka manusia sejatinya sudah tahu mana jalan hidup yang benar. Artikel ini membahas dengan singkat topik ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Oleh: Bambang Udoyono, penulis buku

Your heart knows the way. Run in that direction. Kalimat itu atas adalah kutipan dari kalimat indahnya Maulana Jalaludin Rumi, seorang sufi asal Asia Tengah yang diajak orang tuanya hijrah ke Turki karena menyelamatkan diri dari kezaliman tentara Mongol di abad ke 13.  Arti harafiahnya – hatimu tahu jalan (yang benar).  Larilah ke arah itu.  Saya yakin beliau tidak sedang membahas perjalanan fisik tapi perjalanan hidup.  Semua orang harus menentukan arah hidupnya.  Mau ke mana dia menuju.  Menurut Rumi, hati sudah tahu arah yang benar itu.  Pertanyaannya hati seperti apa yang bisa menjadi pemandu hidup?  Apakah hati setiap orang? Mari kita bahas.

 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Secara singkat kita biasa mengatakan hati nurani.  Ini adalah hati yang bersih, sehat dan tercerahkan karena terbimbing oleh wahyu Allah swt.  Hati yang ‘sakit’ , kotor, dan gelap pasti tidak mampu memandu ke arah yang benar.  Panduannya pasti ke arah yang salah.

 

Ke mana kita mencari petunjuk tentang hati yang sehat dan baik dan hati yang buruk?  Rujukan kita sudah jelas yaitu Al Qur’an.  Adakah gambaran hati dalam Al Qur’an?  Banyak.  Ternyata di Al Qur’an ada banyak gambaran hati.  Paling tidak ada 20 macam hati.  Di antaranya ada yang sehat dan ada yang sakit. 

 

Steve Jobs juga memberi nasehat yang senada.  Ikuti kata hatimu.  Tapi Steve tidak mengatakan hati macam apa yang bisa memandu, tentu saja bersihkan dan sehatkan dulu hatimu. 

 

Kita wajib memelihara hati agar tetap bersih dan sehat. Saya mengambil amsal sebuah kolam yang airnya sangat bening.  Bayangkan apa yang terjadi jika air sungai yang keruh dibiarkan masuk ke kolam itu.  Pasti seluruh kolam akan keruh juga airnya.  Jadi jangan biarkan air keruh dari luar memasuki kolam.  Jangan biarkan kata kata kotor, tontonan kotor, perilaku kotor memasuki pikiran dan hati Anda dan anak anak Anda.

 

Artinya Anda harus membatasi atau menyaring bacaan, tontonan (tv dan internet) dan juga bacaan dan pergaulan anak anak anda.  Ini sungguh sebuah tantangan untuk para orang tua di era internet ini.  Anak anak dan orang dewasa setiap hari membaca hp yang terkoneksi internet.  Sedangkan di jagad maya banyak sekali konten yang abal abal.  Konten yang berpengaruh buruk berseliweran setiap detiknya. 

 

Agar bisa melakukan tugas ini dengan efektif tentu saja Anda sendiri harus memberi contoh, bukan hanya perintah. Anda juga harus menyaring.  Sebenarnya tidak susah jika iman sudah kuat di hati.  Kita otomatis tidak berminat menonton konten sampah.  Hati dan pikiran yang bersih akan merasa jijik dengan konten sampah dan akan mencari konten yang bersih dan bermanfaat.

 

Jangan lupakan kekuatan doa.  Doakan agar anak anak Anda dilindungi dari penagruh buruk jagad maya.  Insya Allah hati dan pikiran anak anak Anda akan bersih juga.  Dengan demikian mereka juga akan mampu menerima petunjuk Allah dalam kitab suci Al Qur’an.  Hanya hati yang bersih dan sehat saja yang mampu menerimanya.  Hati yang kotor dan sakit tidak akan mampu memahaminya meskipun setiap hari mendengarnya.

Ikuti tulisan menarik Bambang Udoyono lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan