Dongeng Cerita si Kancil dan Buaya, Terdapat Pesan Positif untuk Anak-Anak - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Ruqyah Cirebon

Jurnalistik
Bergabung Sejak: 12 Juli 2021

Senin, 14 November 2022 14:52 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Dongeng Cerita si Kancil dan Buaya, Terdapat Pesan Positif untuk Anak-Anak

    Dongeng cerita kancil dan buaya termasuk fabel yang sangat populer dan disukai oleh kalangan anak-anak.

    Dibaca : 822 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Dongeng cerita kancil dan buaya termasuk fabel yang sangat populer dan disukai oleh kalangan anak-anak. 

    Meski ceritanya cukup sederhana, dongeng kancil dan buaya ini juga menyimpan pesan yang positif untuk anak. Ada pesan yang bisa diambil dan juga diajarkan kepada anak melalui dongeng tentang hewan kancil dan buaya ini.

    Kedua orangtua juga bisa membacakan cerita dongeng kancil dan buaya ini kepada sang anak sebelum tidur. Adapun manfaat membacakan dongeng pada anak yaitu salah satunya dapat mengajarkan kosakata baru dan meningkatkan kecerdasan daya ingat anak.

    Berikut dibawah ini republika telah merangkum dari berbagai sumber, terkait dongeng cerita kancil dan buaya.

    Dongeng Cerita Kancil dan Buaya

    Cerita ini yang berawal mula saat si Kancil sedang berjalan-jalan di hutan belantara dan kancil merasakan kelaparan. Kancil pun bergegas untuk mencari makan. Si Kancil teringat bahwa di pelosok hutan ini terdapat lahan timun yang sangat segar. Tapi sayangnya, lahan timun tersebut terpisahkan oleh sebuah sungai yang sangat dalam dan deras arus airnya. 

    Si Kancil tidak bisa berenang untuk menyeberangi sungai tersebut. Ditambah lagi sungai tersebut ditempati oleh sekelompok hewan buaya. Tetapi Kancil tidak memedulikan hal tersebut dan tetap menghampiri sungai untuk mencari solusi agar dapat menyebrang.

    Buaya yang melihat kancil pun penasaran akan gerak-gerik Kancil yang mengendap-endap di pinggir area sungai. Buaya pun bertanya tentang apa yang sedang Kancil lakukan di daerahnya. Kancil jujur saja bahwa ia sedang berusaha mencari cara untuk menyeberangi aliran sungai karena di seberang sungai sana terdapat perkebunan dengan lahan timun yang dirawat dengan baik oleh petani. Kancil sangat ingin menyantap buah timun-timun segar tersebut.

    Mendengar penjelasan Kancil, Buaya yang pada akhirnya menawarkan bantuan untuk mengantarnya ke seberang sungai. Kancil yang cerdik pun mencium kebohongan dalam perkataan Buaya tersebut. Tetapi Kancil juga berpura-pura tidak sadar dan malah bertanya apakah Buaya tidak akan memakanku. Buaya pun menjelaskan bahwa ia sudah makan dan perutnya kenyang. Tapi kenyataannya Buaya menganggap Kancil sebagai makanan yang lezat.

    Kancil yang menyadari siasat kebohongan Buaya pun menyuruh Buaya untuk tidak memakannya. Ia malah membujuk Buaya tersebut untuk memanggil teman-temannya dan berjejer agar Kancil bisa menyeberang sungai. Setelah makan ketimun dan kenyang, tentunya Kancil akan lebih gemuk badannya dan enak dimakan. Kawanan Buaya pun memercayai perkataan si Kancil dan segera membiarkannya kancil menyebrang. Kancil pun pada akhirnya dapat pergi ke lahan timun dan menyantap makanannya.

    Sekembalinya ia dari lahan timun, ia lagi-lagi membual terhadap buaya dan menyuruh sekawanan buaya untuk membiarkannya lewat lagi. Ia berjanji akan makan dengan lahap dalam waktu yang lama agar kawanan buaya mendapat porsi badan Kancil yang lebih gemuk. Buaya yang memercayai Kancil pun membiarkannya ia pulang dan semenjak saat itu, Kancil tidak muncul lagi di hadapan Buaya-buaya tersebut.

    Pesan dari Dongeng Kancil dan Buaya

    Dari cerita dongeng si Kancil dan Buaya diatas yang dikutip dari situs Miequs Situs Hiburan terdapat pesan positif yang dapat diambil yaitu tentang kecerdasan fisik yang kalah dengan kecerdasan otak dimilikinya. Fisik yang besar dan gagah tidak akan selalu menang dalam menyelesaikan sebuah masalah. 

    Bukti nyata dari sebuah kisah cerita dongeng tersebut bahwa si Kancil dengan badan yang sangat kecil telah berhasil menyelamatkan dirinya sendiri dari ancaman si Buaya yang ganas dan berbadan besar karena kecerdasan otak yang dimilikinya.

     

    Ikuti tulisan menarik Ruqyah Cirebon lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.






    Oleh: Bayu Lukmana

    Selasa, 8 November 2022 17:43 WIB

    Lagu Satu Jiwa Lambang Toleransi Keragaman

    Dibaca : 818 kali