Pelajaran Hidup dari Binatang untuk Manusia

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Menggali pelajaran dari binatang

Sejak diciptakan pertama kali, manusia dan binatang selalu hidup berdampingan dan menghasilkan simbiosis mutualisme (hubungan yang saling menguntungkan) satu dengan yang lain. Manusia merawat binatang dengan baik dan binatang menjadi bahan makanan manusia. Binatang juga menjadi hiburan bagi jiwa manusia melalui tingkahnya yang unik dan menggemaskan.

Terlebih lagi, manusia mampu mendapatkan inspirasi yang tak terhingga dari tingkah laku binatang yang terkadang dianggap sepele. Ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi manusia jika dalam hidupnya kalah dengan binatang dalam menerapkan satu hal di kehidupannya. Tingkah laku binatang sering kali menjadi inspirasi yang besar yang bisa menuntun manusia mencapai kesuksesan dalam hidupnya. 

1. Kupu-kupu dan perubahan       

Manusia bisa mendapatkan sedikit motivasi lebih dalam menanggapi pentingnya perubahan dari kupu-kupu. Kupu-kupu berawal dari ulat, binatang yang dijauhi dan ditakuti karena bentuknya yang tidak begitu indah dan tidak sedap dipandang. Biar begitu, sang ulat tetap sabar dalam penantiannya karena ia tahu bahwa akan ada saatnya untuk memperoleh keindahan tersebut. Ia bersabar ketika dirinya berubah menjadi kepompong yang merubahnya menjadi kupu-kupu, binatang yang dikagumi keindahannya oleh manusia. Di titik ini, manusia bisa mengambil inspirasi bahwa ketika kita sabar dalam perjuangan kita dalam hidup, akan ada titik keindahan yang kita dapat sebagai buah kesabaran itu. Tak perlu meratapi kesedihan hari ini, tapi berjuanglah karena keindahan sesungguhnya segera datang.

2. Bebek dan Disiplin

Manusia perlu lihat bagaimana bebek berjalan. Bebek berjalan penuh dengan disiplin dan kerapihan. Mereka tidak mencoba mendahului kawan yang ada di depannya, apapun alasannya. Mereka masih tetap menghormati posisi kawannya dengan selalu berada di posisinya selalu. Dari bebek, manusia harusnya belajar bahwa apapun yang terjadi, sesibuk apapun kita di suatu hari, kepedulian terhadap sesama harus tetap dijunjung tinggi. Mengantrilah ketika membeli obat atau berada di jalan. Hormati orang lain di atas kepentingan kita sendiri. Kalau kita masih menyerobot orang lain hanya karena kepentingan kita lebih penting, sungguh kita harus malu dengan kawanan bebek di sawah.

3. Semut tentang kerja sama, kesetiakawanan, dan kekeluargaan

Anda pernah lihat tingkah laku semut sehari-hari? Jika pernah, anda tentu akan mendapatkan pemikiran terbaik dari tingkah laku mereka. Mereka mengajarkan manusia bahwa kerja sama itu penting. Bagaimana tidak, mereka tidak pernah memonopoli sebuah makan sendirian. Mereka selalu bergerombol untuk mengangkat makanan ke sarang mereka dan menikmatinya bersama. Tidak peduli apa pangkat mereka dalam kawanan, kerja sama itu selalu menjadi keharusan.

Selain itu, mereka mengajarkan kata kata terbaik mengenai kesetiakawanan. Ketika ada makanan, mereka selalu mengupayakan untuk membagi makanan tersebut kepada kawannya. Mereka tidak pernah hidup dalam keegoisan diri. Sebaliknya, ketika kawannya mati, mereka akan mengangkat tubuh kawannya tersebut ke sarang untuk bersedih bersama-sama. Itulah kesetiakawanan yang diajarkan oleh semut. Apapun yang terjadi, mereka selalu ada.

Yang terakhir, semut mengajarkan mengenai kekeluargaaan. Seberapa sibuknya mereka untuk hidup, mereka akan selalu menyapa kawannya di tengah perjalanan mereka menuju makanan. Tak peduli apalah mereka saling kenal, mereka akan berusaha untuk selalu menyapa satu sama lain. 

4. Anjing dan Kesetiaan

Semua mungkin sudah tahu bahwa anjing merupakan binatang yang selalu setia kepada tuannya. Apapun yang terjadi, anjing tidak akan pernah melupakan apa yang tuannya pernah lakukan untuk dirinya. Seakan itulah rasa terima kasih yang ia berikan untuk semua kebaikan tuannya. Ia akan mencoba melayani tuannya dengan sepenuh jiwa, bahkan ketika tuannya berada dalam keadaan tersulit sekalipun. Ketika tuannya bahagia, mereka bahagia. Ketika tuannya sedih, mereka mencoba menegarkan diri. Itulah intisari kehidupan mengenai kesetiaan sesungguhnya. 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Oky Handoko

Seorang yang hobi menulis

0 Pengikut

img-content

Memimpikan Jakarta yang Bebas Macet

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua