Pengetahuan Tentang Waktu Masyarakat Minahasa, Sulut

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Masyarakat Minahasa di daerah Sulawesi Utara memiliki pengetahuan tentang waktu yang berhubungan dengan alam dan binatang.

Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), khususnya dari etnis Minahasa memiliki pengetahuan tentang waktu dalam arti di luar arloji, jam tangan, dan jam dinding.

Melihat matahari, jika matahari mulai terbit berarti jam sudah menunjukkan pukul enam pagi, matahari di atas kepala berarti jam menunjukkan pukul dua belas siang, dan ketika matahari mulai terbenam berarti jam sudah menunjukkan pukul enam sore.

Mendengar bunyi binatang, yakni ayam berkoko tengah malam artinya jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam (24.00). Ayam berkokok selanjutnya menandakan jam sudah menunjukkan pukul tiga hampir pagi. Dan ketika ayam berkokok tak putus-putus lagi, menandakan jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.

Ada sejenis binatang yang merayap lebih kecil dari kelabang yang tak berbisa, namanya Kongkoriang. Jenis binatang ini banyak terdapat di ladang atau sawah. Para petani yang sedang bekerja begitu mereka mendengar binatang ini berbunyi, mereka segera berhenti bekerja dan pulang ke rumah, disebabkan jam sudah menunjukkan pukul lima sore (17.00). Demikian pula halnya dengan bunyi seekor binatang (semacam jangkerik), bila sore hari hari binatang ini berbunyi, itu berarti jam telah menunjukkan tepat pukul lima.

Mapalus atau sistem gotong royong di tanah Minahasa, ada yang mulai bekerja di waktu pagi hari, yaitu mulai pukul 05.00 sampai pukul 10.00. Dan ada yang bekerja mulai pukul dua belas tengah hari sampai pukul lima sore.

Untuk mengetahui jam bekerja, tidak lain mereka mendengar bunyi-bunyi binatang tersebut, seperti ayam berkokok pagi berangkat, dan pulang melihat matahari yang miring ke timur lima puluh derajat. Bekerja tengah hari mulai pukul dua belas siang (melihat matahari di tengah atau diatas kepala) dan pulang hanya mendengar bunyi binatang kongkoriang atau jengkerik yang berarti sudah pukul lima sore.

Sangat unik bukan… Itulah budaya berupa adat istiadat dan tata cara hidup yang tradisional dari masyarakat Minahasa di daerah Sulawesi Utara. (Rafans),-

Bagikan Artikel Ini
img-content
N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara

0 Pengikut

img-content

Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi Pariwisata

Selasa, 15 Oktober 2019 18:10 WIB
img-content

Akses Ke Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler