FH UPH Resmi Bermitra Dengan Dentons HPRP Law Firm - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Rosse Hutapea

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 Agustus 2019

Jumat, 13 September 2019 14:16 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • FH UPH Resmi Bermitra Dengan Dentons HPRP Law Firm

    Dibaca : 1.155 kali

    Eksposure dunia kerja kepada mahasiswa sangat bermanfaat untuk memperlengkapi lulusan terjun ke dunia kerja. Bentuk eksposure dunia kerja bisa bermacam-macam, seperti dosen tamu, seminar, workshop, bimbingan, kerja praktek dan bentuk lainnya. 

    Hal tersebut juga dilakukan Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) melalui kemitraan dengan firma hukum. Pada 6 September 2019, FH UPH meresmikan kemitraannya  dengan Dentons HPRP, sebuah firma hukum berskala global. Memorandum of Understanding kerjasama ini ditandatangani oleh Prof. Dr. Bintan R. Saragih, S.H., Dekan FH UPH dan Constant M. Ponggawa, S.H., LL.M., Managing Partner Dentons HPRP, di kantor Dentons HPRP, Jakarta.

    Ruang lingkup kerjasama mencakup memberikan kuliah tambahan, terkait isu-isu yang bersinggungan dengan dunia praktek, mengadakan seminar bersama, workshop serta bimbingan untuk keikutsertaan dalam kompetisi nasional maupun internasional yang diadakan atau didukung oleh advokat dari Dentons HPRP. 

    HPRP merupakan firma hukum Indonesia, terbesar kelima versi hukumonline, yang memiliki afiliasi dengan Dentons, jaringan firma hukum multinasional sejak September 2018. Jangkauan layanan jasa hukum Dentons HPRP mencakup wilayah Asia Tenggara.

    Bidang praktik utama dari Dentons HPRP adalah Korporasi & Komersial (Corporate & Commercial), Ketenagakerjaan & Litigasi (Employment & Litigation), Jasa Keuangan (Financial Services), Kekayaan Intelektual (Intellectual Property), Perdagangan Internasional (International Trade), Real Estat (Real Estate), Transportasi (Transportation), dan Sumber Daya & Infrastruktur (Resources & Infrastructure). HPRP juga telah menjalankan strategi pertumbuhan agresif untuk meningkatkan kemampuannya di sektor energi terbarukan serta bisnis elektronik, termasuk Financial Technology serta E-commerce.

    Diharapkan kerjasama ini dapat memberi nilai tambah bagi mahasiswa FH UPH baik dari aspek knowledge, experience dan skill, sehingga ketika memasuki dunia kerja sudah memiliki daya saing tinggi.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    Minggu, 31 Mei 2020 10:05 WIB

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.180 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).