Sinopsis Tersanjung, Sinetron Era 90-an yang Dibuat Ulang dalam Format Film - Seleb - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Selasa, 24 Maret 2020 08:18 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Sinopsis Tersanjung, Sinetron Era 90-an yang Dibuat Ulang dalam Format Film

    Dibaca : 1.923 kali

    Siapa yang tak kenal dengan sinetron legendaris Tersanjung di era 90-an tepatnya tahun 1998 silam? Ya, kini sinetron yang pernah mendapatkan kejayaan tersebut kembali hadir tapi dalam nuansa yang berbeda, yaitu berupa film. Bersama rumah poduksi MVP Pictures, dalam trailer Tersanjung menghadirkan tulisan “Sebuah Adaptasi Bebas dari Serial Televisi Legendaris”. 

    Setelah 15 tahun mengakhiri kisah ceritanya di tahun 2005 silam, kini Tersanjung akan kembali tayang di layar lebar bersama sutradara Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Ari Wibowo, Feby Febiola, Pandhu Adjisurya, Djenar Maesa Ayu, Clara Bernadeth, Giorgino Abraham, serta Kinaryosih. Namun, untuk peran Arti Wibowo dan Feby Febiola sendiri masih belum diketahui akan hadir sebagai apa dalam film, meski mereka dulu membintangi sinetronnya. 

    Kisah dari Rama yang dulunya diperankan oleh Ari Wibowo dalam sinetron sendiri sudah meninggal dunia, sehingga tidak memungkinkan Ari Wibowo untuk memerankan karakter tersebut. Untuk Feby Febiola sendiri pun yang dulunya berperan sebagai Anita atau Tante Amerika, belum diketahui akan berperan sebagai apa. 

    Dikisahkan Yura (Clara Bernadeth) seorang gadis malang, yang harus menerima kenyataan dirinya dijual oleh orang tua angkatnya karena terbuai akan harapan hidup yang lebih baik. Yura, sebelumnya memiliki seorang kekasih bernama Christian (Giorgino Abraham) yang tampan. Namun, sayangnya keduanya harus terpisah jarak karena Christian harus pergi ke luar negeri. 

    Karena masih dimabuk asmara, keduanya pun selalu menghabiskan waktu bersama dan tak mau terpisahkan. Hingga tiba saatnya, Christian mengajak Yura untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya. Christian pun memberikan cincin rotan kepada Yura, sebagai bukti cintanya yang besar kepada Yura. 

    Namun, kebahagiaan Yura yang baru dirasakan sekejap harus menghilang sebab setelah Christian mengajaknya untuk menikah, ia tak bisa dihubungi. Yura harus berbesar sabar untuk menunggu kabar dari sang calon suaminya tersebut, meski Christian tak pernah membalas pesan atau mengangkat teleponnya. 

    Sampai pada akhirnya, Yura harus terima untuk dijodohkan oleh kedua orang tua angkatnya pada seorang pria kaya bernama Oka (Kevin Ardilova). Tak seindah beberapa kisah perjodohan, ternyata Oka hanya menjalani hubungan demi napsu belaka. Oka berusaha keras untuk bisa berhubungan badan dengan Yura. Meski Yura telah menolak, tapi Oka terus berusaha sampai dirinya memperkosa Yura. 

    Setelah memperkosa Yura, Yura pun akhirnya positif hamil. Tak mau tinggal diam, Yura mencari Oka untuk meminta pertanggungjawaban. Bukan hal yang bahagia ia dapatkan, tapi Oka menolak untuk bertanggung jawab dan juga enggan membukakan pintu rumahnya untuk Yura. 

    Yura pun tak tahu harus bagaimana. Menghubungi Christian tak pernah ada jawabnya, Oka yang menghamili dirinya pun tak mau bertanggungjawab akan perilakunya tersebut. Bahkan, bunuh diri sempat menjadi pilihan terakhirnya namun dirinya pun ditolong oleh salah satu temannya. Lalu harus bagaimakah Yura berlaku? 

    Tak hanya kisah Yura, Christian, dan Oka saja yang akan membuat baper dan terasa begitu menegangkan. Tapi, ada beberapa hal seperti pernak-pernik di era 90-an awal dan 2000-an akhir yang akan dihadirkan lho. Tentu hal ini akan sangat membuat penonton sinetron terdahulunya merasa rindu. Salah satu pernak-pernik yang dihadirkan adalah telepon umum, yang masih ada di dalam bilik. 

    Penasaran dengan kelanjutan cerita dan apa saja pernak-pernik 90-an yang hadir? Jangan lupa untuk menyaksikan film Tersanjung pada 19 Maret 2020 mendatang ya.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 622 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).