Sinopsis Film KKN di Desa Penari, Diadaptasi Dari Cerita yang Sempat Viral Di Twitter - Seleb - www.indonesiana.id
x

Sinta Nurhikmah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 September 2019

Selasa, 24 Maret 2020 16:13 WIB
  • Seleb
  • Berita Utama
  • Sinopsis Film KKN di Desa Penari, Diadaptasi Dari Cerita yang Sempat Viral Di Twitter

    Dibaca : 1.853 kali

    Sempat gempar di media sosial terutama Twitter yang mengawali kisah dari KKN di Desa Penari, MD Pictures tak ingin melewatkan kesempatan untuk menjadikan kisah anak-anak yang mengalami banyak hal mistis selama KKN ini begitu saja. Terdapat enam mahasiswa yang menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil, sebagai salah satu tugas universitas. 

    Akun Simpleman lah yang pertama kali menggemparkan jagat raya Twitter, dengan kisah Nur, Widya, Ayu, Bima, Anton, dan Wahyu. Keenam mahasiswa tersebut, tak pernah menyangka bahwasannya desa yang mereka pilih untuk menjadi tempat KKN ternyata bukanlah sebuah desa biasa pada umumnya. 

    Semenjak mereka tiba di desa tersebut, banyak hal yang sudah membuat bulu kuduk merinding. Bahkan, setibanya di Desa Penari pun sang kepala desa bernama Pak Prabu telah memperingatkan mereka untuk berhat-hati serta jangan sampai melewati batas gapura terlarang. Sebab, gapura tersebut adalah akses untuk menuju tapak tilas yang mistis. 

    Nur dan Widya adalah dua mahasiswa perempuan yang harus rela bahwa kehidupannya diganggu oleh sang penari cantik yang ada di desa tersebut. Banyak hal yang membuat keduanya bertanya-tanya dan bulu kuduknya pun tak henti-hentinya untuk berdiri. Namun, tak hanya Nur dan Widya saja tapi adapun Ayu, Wahyu, Bima, dan Anton yang juga merasakan hal yang sama. 

    Bima, yang semula baik-baik saja tiba-tiba berubah sikapnya seperti bukan Bima yang mereka kenal. Terlebih lagi, adanya hal-hal mistis yang mereka rasakan pun membuat program kerja KKN menjadi berantakan. Satu persatu pertanyaan pun muncul, apakah para penghuni gaib yang ada di Desa Penari ini tak menyukai dengan kedatangan mereka? 

    Nur pun akhirnya mendapatkan jawaban akan apa yang mereka rasakan selama mulai mengikuti program KKN di Desa Penari. Mereka tak sengaja melanggar salah satu aturan yang dicanangkan dalam desa tersebut, dari sosok penari wanita. Teror tersebut tak henti-hentinya mengganggu mereka setiap saat dan setiap waktu. 

    Akhirnya dengan memohon perlindungan dan pertolongan dari Mbah Buyut, yang mana satu-satunya jalan keluar untuk bisa mengatasi permasalahan yang ada pun tak berguna lagi karena sudah terlambat. Keenam mahasiswa tersebut terancam tak dapat pulang dengan selamat ke rumah, dikarenakan masalah yang mereka buat di desa penuh misteri tersebut. 

    Sempat banyak yang tak percaya dengan kisah dari keenam mahasiswa tersebut, nyatanya memang cerita yang dibagikan oleh Simpleman memang benar-benar nyata adanya. Bahkan, tak tanggung-tanggung, banyak masyarakat Indonesia yang secara sembrono untuk datang ke desa tersebut untuk membuktikan kebenarannya. 

    Bersama Awi Suryadi sang sutradara menggaet Tissa Biani Azzahra sebagai Nur, Achmad Megantara sebagai Bima, Calvin Jeremy sebagai Anton, Adinda Thomas sebagai Widya, Agniny Haque sebagai Ayu, Fajar Nugra sebagai Wahyu, Kiki Narendra sebagai Pak Prabu, Aulia Sarah sebagai Badarawuhi, dan Diding Boneng sebagai Mbah Buyut, film KKN di Desa Penari dapat disaksikan mulai 19 Maret 2020 mendatang.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).