Profesi Keperawatan Tak Tergantikan - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

filosa zahra

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Mei 2020

Selasa, 19 Mei 2020 07:34 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Profesi Keperawatan Tak Tergantikan

    Dibaca : 579 kali

    Abad ke-21 ini, perkembangan teknologi informasi tidak dapat dibendung maupun dibatasi. Sepertinya hampir semua aspek dalam kehidupan kita telah didukung atau dibantu oleh teknologi. Transportasi, komunikasi, sekolah sampai pekerjaan kita telah terbalut oleh teknologi. Pada masa ini terdapat teknologi yang menggantikan manusia dalam pekerjaannya.

    Menurut Komisi Eropa terdapat 96% pekerjaan yang terancam terotomatisasi. Cambridge Dictionary mengartikan otomatisasi sebagai penggunaan mesin dan komputer pada suatu pekerjaan yang menggantikan peran manusia.

    Menurut Komisi Eropa, secara teori terdapat 50% pekerjaan di dunia ini yang berisiko terotomatisasi. Lapangan pekerjaan dalam waktu 10-15 tahun ke depan akan membutuhkan kemampuan teknologi sedangkan kebutuhan untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan dasar kognitif dan fisik akan berkurang.

    Pada tahun 2030 kemampuan yang akan paling dibutuhkan adalah kemampuan yang berkaitan dengan teknologi dan pemograman. US Bureau of Labor Statistic membuat daftar pekerjaan yang mempunyai proyeksi tertinggi (dalam 10 tahun kedepan) dalam perubahan pekerjaan 20 teratas. Keperawatan menempati posisi ke–3, itu artinya pekerjaan ini akan terus memberi lapangan pekerjaan dalam 10 tahun kedepan, dengan bayaran yang mencukupi. Keperawatan akan menjadi pekerjaan yang akan mempunyai permintaan tinggi.

    Menurut studi yang dilakukan oleh Oxford University pekerjaan yang paling tidak mungkin untuk terotomatisasi adalah pekerjaan yang melibatkan membangun hubungan interpersonal, seperti pekerjaan dalam bidang kesehatan, kedokteran, keperawatan, fisioterapis dll. Profesi keperawatan merupakan profesi yang berkaitan erat dengan manusia.

    Keperawatan adalah profesi yang kaya akan interaksi dengan manusia. Setiap langkah dalam proses keperawatan terdapat interaksi dengan manusia lain. Interaksi ini merupakan interaksi yang lebih advance dari interaksi yang bisa dilakukan oleh robot.

    Unsur yang paling penting dan paling utama dalam keperawatan adalah caring. Menurut Potter dan Perry kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, menunjukkan perhatian, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi yang merupakan kehendak keperawatan. Perilaku ini tidak dapat digantikan oleh robot ataupun AI. Karena caring merupakan kemampuan yang hanya dapat dimunculkan oleh manusia ke manusia lainnya.

    Dalam keperawatan perawat perlu persepsi terhadap situasi yang ada di sekitar pasien. Perawat perlu memahami secara dalam tentang kondisi pasien. Pemahaman yang dilakukan bukanlah proses yang singkat. Butuh pemikiran kognitif yang hanya bisa dilakukan oleh manusia.

    Kemampuan perawat dalam menumbuhkan rasa kepercayaan atau rasa ketenangan terhadap pasien membuat peran perawat tidak dapat tergantikan oleh robot atau AI. Nilai-nilai profesionalisme dalam keperawatan seperti altruisme, human dignity, integritas, trust dan keadilan sosial adalah nilai-nilai yang tidak bisa diadaptasi oleh robot.

    Walaupun sepertinya perawat mempunyai kelebihan yang lebih banyak dari teknologi. Tetapi perawat harus rendah hati dan tidak besar kepala. Sebagai perawat yang profesional yang selalu mengembangkan kemampuan individu dan profesi, sebaiknya kita belajar bekerja bersampingan dengan teknologi.

    Menurut Booth, seorang asisten profesor di Arthut Labatt Family School of Nursing di London, Ontario, mengatakan bahwa perawat seharusnya dapat memutuskan aspek-aspek mana dari peran mereka yang akan diambil alih oleh teknologi dan apa yang tidak akan. Perawat dapat mengawasi peluncuran teknologi seperti AI dalam institusinya, dengan mengawasinya maka mereka dapat memastikan aspek holistik dalam keperawatan dapat tetap berlanjut. Perawat juga dapat memilih jenis teknologi yang cocok dengan kebutuhan pasien seperti informasi manajerial atau administrasi serta pengantaran suplai kebutuhan (Glauser, 2017).

    Perawat adalah profesi yang fleksibel, karena ia dapat eksis berdampingan dengan teknologi di masa depan. Asalkan perawat pada masa ini mau dan terbuka terhadap perubahan dan dapat beradaptasi dengannya. Tidak perlu merasa terancam dengan keberadaan teknologi yang semakin canggih, jadikan mereka sebagai tantangan. Selama kita punya keinginan untuk mengembangkan diri dan profesi maka kita bisa menghadapi tantangan tersebut.

     

     

     

     

     

    Referensi :

    Frey, C., & Osborne, M. (2017). The future of employment: How susceptible are jobs to computerisation?. Technological Forecasting And Social Change, 114, 254-280. doi: 10.1016/j.techfore.2016.08.019

    Glauser, W. (2017). Artificial intelligence, automation and the future of nursing. Retrieved 18 May 2020, from https://www.canadian-nurse.com/en/articles/issues/2017/may-june-2017/artificial-intelligence-automation-and-the-future-of-nursing

    Potter, P. A., Perry, A. G., Hall, A., & Stockert, P. A. (2012). Fundamentals of nursing (8th ed.). St. Louis, MO: Mosby Elsevier.

    Threats and opportunities from automation robotisation - Knowledge for policy European Commission. (2020). Retrieved 17 May 2020, from https://ec.europa.eu/knowledge4policy/foresight/topic/changing-nature-work/new-technologies-automation-work-developments_en


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.