3 Hal yang Membuat Film Tilik Viral; Apa Kata Bu Tejo? - Viral - www.indonesiana.id
x

Film Tilik produksi Ravacana Films. Foto: Twitter Ravacana Films.

tuluswijanarko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 21 Agustus 2020 08:35 WIB

  • Viral
  • Berita Utama
  • 3 Hal yang Membuat Film Tilik Viral; Apa Kata Bu Tejo?

    Tilik yang produksi tahun 2018 ini tengah jadi trending topic di dunia media sosial. Hampir semua platform, antara lain Facebook dan Twitter, tengah ramai oleh perbincangan tentang film karya Wahyu Agung Prasetyo ini. Film ini juga mengorbitkan karakter Bu Tejo.

    Dibaca : 2.401 kali

    Hayo, pembaca yang belum nonton film pendek Tilik silakan tunjuk jari. Mungkin hanya sedikit saja diantara anda yang belum sempat nonton film pendek produksi Revacana Films ini.

    Ya, Tilik yang produksi tahun 2018 ini tengah jadi trending topic di media sosial. Hampir semua platform, antara lain Facebook dan Twitter, tengah ramai oleh perbincangan tentang film karya Wahyu Agung Prasetyo ini.

    Film Tilik yang berdurasi 32 menit itu bercerita tentang serombongan ibu-ibu yang tengah dalam perjalanan menjenguk --tilik (bahasa Jawa)-- Ibu Lurah mereka di rumah sakit menggunakan truk. Dalam perjalanan dari Bantul menuju Yogyakarta itu terjadi perbincangan penuh gosip atas sosok Dian.

    Dan diantara ibu-ibu itu, karakter Bu Tejo sangat dominan. Karena ialah yang paling rajin dengan berondongan gosipnya. Balakangan sosok yang diperankan Siti Fauziah dengan baik ini sangat bikin gemas warganet. Nama Siti Fauziah pun ikut populer

    Pertanyaannya, kenapa film yang dirilis tahun 2018 di akun Revacana-Youtube ini tiba-tiba jadi viral sekarang? Berikut analisanya.

    1. Persoalan yang dekat dan kekinian 

    Tema utama film ini adalah soal rombongan ibu-ibu yang bergosip tentang sosok Dian. Mereka curiga gadis lajang di desa mereka punya kerja ndak bener

    Tema ini mencerminkan kenyataan hari-hari kita saat ini yang dibanjiri hoaks. Namun ironisnya ada bagian warga net yang gemar dan menelan begitu saja berita kibul itu. Penonton merasa terwakili dan dalam bahasa anak sekarang, "Film ini gue banget!" 

    Tempo.co melaporkan bagaimana reaksi netizen terhadap bu Tejo yang dicuitkan lewat Twitter. 

    "Kadang-kadang kita adalah bu Tejo di WhatsApp Group kan?," kata akun @nidachairun_twt dikutip Rabu. "Bu Tejo, realitanya ada di sekitar kita," ujar akun @Yenniza. "Kita semua kadang menjadi bu Tejo," kata akun @sleepyhilall.

    Sesuatu yang dekat, akan lebih cepat diterima dan digemari. Demikian juga Tilik.

    2. Eksekusi yang sukses

    Tak pelak, eksekusi naskah cerita (skenario) kedalam film dengan segala elemennya sangat sukses. Plot cerita yang lancar (dengan akhir cerita tak terduga), bahasa gambar yang apik, hingga akting pemain-pemain utama dan pendukung yang natural. Penggunaan percakapan dengan logat yang sangat lokal kian memperkuat film ini.

    Sutradara berhasil meramu tradisi tilik yang sangat khas dengan "pesan" soal maraknya hoaks di tengah masyarakat dengan halus. Tak ada tumpamg tindih. 

    "'Tilik' menjadi 30 menit menyenangkan. Susah untuk enggak tersenyum ketika sutradara Wahyu Agung Prasetyo dengan cerdas main-main satir sosial bersama casting jempolan. 4/5," ujar akun @hafilova.

    3. Faktor karakter Bu Tejo

    Tempo.co menulis karakter Bu Tejo, isteri pengusaha sukses di kampung, paling disorot karena mencerminkan sifat ibu-ibu yang suka bergosip dan bermulut pedas. Ia sangat khas dan dalam dunia nyata selalu ada di sekeliling kita. Bahkan mungkin karakter Bu Tejo ada dalam diri setiap orang. 

    Republika.id menulis Bu Tejo gemar membicarakan orang tapi tak suka dibicarakan. Saat seseorang coba mengkritik dia, Bu Tejo akan mengeluarkan taringnya. Ia juga orang yang mudah percaya dengan apa yang dilihat di dunia maya.

    "Bu Tejo ini karakternya tipis-tipis. Dibilang sombong, sebenarnya ya tidak, karena dia berangkat dari orang susah. Sama-sama wong ndeso yang harus kerja keras kalau mau sukses. Jadi saya membangun karakternya dari sana," kata Siti Fauziah soal karakter yang ia mainkan dalam tayangan Tilik - Dibalik Layar.

    Dan dia berhasil. Aktingnya sangat alamaih dan membuat gemas warha net. mereka ramai-ramai membicarakan Sitia Fauziah dan menyerbu akun Instagramnya. Kebanyakan mereka melontarkan pujian.

    "Good job Bu Tejo... gemeshhh, dadi kelingan tetonggo ku bien!! Hahaha," antara lain demikian tulis warganet.

    Siti Fauziah pemeran Bu Tejo dalam Film Tilik. Foto: tangkapan-layar dari Youtube

    Pemain lain yang bermain cemerlang adalah Brilliana Desy Alfira sebagai Yu Ning. Inilah karakter yang selalu terlibat debat panas dengan Bu Tejo sepanjang perjalanan. "Yu Ning ini sebenarnya menengan (pendiam), tapi dia selalu tersulut oleh Bu Tejo yang selalu menjelek-jelekan Dian," kata Brilliana. 

    Selain itu beberapa nama lain yang terlibat sebagai pemain adalah Angeline Rizky, Dyah Mulani, Lully Syahkisrani, Hardiansyah Yoga Pratama, Tri Sudarsono, Gotrek, Ratna Indriastuti, dan Stephanus Wahyu Gumelar. 

    Gotrek, sopir truk dalam film ini, sehari-hari memang pengemudi truk. Dia baru pertama kali ini main film. Tampaknya, basic-nya sebagai pemain ketoprak cukup membantu dia dalam mmebangun peran. Sutradara Wahyu sangat puas dengan permainannya. Ibu-ibu pemain pendukung lain juga warga setempat yang baru pertama kali main film.  

    Sekurangnya, tiga hal itulah yang membuat film Tilik kini digemari warganet. Sebuah komedi satir yang sangat menghibur, hasil besutan khas anak-anak Yogyakarta.

    Film ini mengingatkan pada film pendek lain berjudul Anak Lanang dari segi format. Dalam Anak Lanang yang juga distrudarai Wahyu Agung Prasetyo ini diceritakan empat siswa SD bersama-sama naik becak jemputan sepulang sekolah. Selama perjalanan itulah terjadi berbagai topik pertengkaran diantara mereka. 

    Tilik merupakan kerja sama antara Dinas Kebudayaan DIY dan sudah ditonton lebih dari 47 ribu kali. Film ini pernah mendapatkan tiga penghargaan, yakni Piala Maya pada 2018 kategori Film Pendek Terpilih, Official Selection di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019.

    Jadi yang belum nonton silakan segera klik di YouTube, dan jadilah uwong sing solutif seperti kata Bu Tejo.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.