Mendaki ke Atap Sumatera Utara, Gunung Sibuaten - Travel - www.indonesiana.id
x

Ibnu Affan Frananda

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 31 Agustus 2020

Rabu, 9 September 2020 06:00 WIB

  • Travel
  • Berita Utama
  • Mendaki ke Atap Sumatera Utara, Gunung Sibuaten

    Dengan Ketinggian 2.457 meter diatas permukaan laut (mdpl), gunung Sibuaten adalah puncak tertinggi Sumatera Utara. Sebelumnya puncak tertinggi Sumatera Utara adalah Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tapi karena Sinabung sering terjadi erupsi dan letusan, itu mengakibatkan pengikisan di areal puncak.

    Dibaca : 724 kali

    Sebelumnya puncak tertinggi Sumatera Utara adalah Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tapi karena Sinabung sering terjadi erupsi dan letusan, itu mengakibatkan pengikisan di areal puncak.

    Puncak Timur Gunung Sibuaten

     

    Kini atap Sumatera Utara adalah puncak gunung Sibuaten. Untuk mendaki gunung ini ada dua jalur yang bisa dilalui para pendaki. Pertama, jalur pendakian lewat Desa Nagalingga (Pos Gempari). Dan, kedua jalur pendakian melalui Desa Pancur Batu (Pos Gunsipab). Kedua jalur ini berada di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

    Dengan trek yang lumayan menantang di sepanjang pendakian, gunung ini banyak diminati para pendaki, baik dari dalam provinsi ataupun luar provinsi. Bahkan pendaki dari luar Pulau Sumatera dan Luar Negri juga kerap menyambangi.

    Ada yang mengesankan dari trek gunung ini, yakni jalu berlumpur dan akar di sepanjang perjalanan, terutama saat berada di areal hutan lumut-nya.

    Areal Hutan Lumut Gn. Sibuaten

    Sebelum mendaki, biasa nya para pendaki bermalam dulu di kaki gunung atau di Pos Pendakian. Esok paginya mereka melakukan registrasi sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.

    Untuk sampai ke puncak, waktu tempuh para pendaki berbeda-beda. Ada yang tancap gas hingga tembus 5-6 jam perjalanan. Ada juga yang santai hingga menempuh waktu 8-12 jam. Semua tergantung sistem atau cara kita masing-masing, asal tidak membawa ego dan emosi dalam diri.

    Akar dan Lumpur yg menemani di Jalur Pendakian saat berada di Hutan Lumut

    Diatas para pendaki di sediakan areal camp (tempat berkemah). Ada yang berkemah di shelter 5, untuk mereka yang mendaki dari jalur Nagalingga. Sedangkan yang mendaki dari Pancur Batu akan berkemah di Puncak Timur.

    Dari areal berkemah kita butuh waktu sekitar 10 Menit perjalanan untuk sampai ke Pilar atau ke puncak tertingginya . Di Pilar kita juga bisa berkemah, namun lokasinya terbilang kecil hanya bisa untuk 1 atau 2 tenda.

    Pilar gunung sibuaten 2.457 mdpl

    Semoga kita selalu safety dalam hal perbekalan, peralatan dan fisik ketika ingin mendaki gunung. Itu dimaksudkan untuk mencegah sesuatu hal yang tak diinginkan. Dan semoga kita tetap mengingat akan tugas kita untuk tetap menjaga dan merawat kelestarian alamnya. Terutama dari sampah logistik kita masing-masing.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.