Mahasiswa UMM Bagikan Rempah JARYUKE 41 Kepada Warga Tulusrejo Guna Meningkatkan Imunitas Tubuh - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

PMM UMM TULUSREJO 41

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 14 September 2020

Selasa, 15 September 2020 09:26 WIB

  • Peristiwa
  • Berita Utama
  • Mahasiswa UMM Bagikan Rempah JARYUKE 41 Kepada Warga Tulusrejo Guna Meningkatkan Imunitas Tubuh

    Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) dilaksanakan di Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung sejak tanggal 15 Agustus 2020. Tepat pada hari ke-4 para mahasiswa membagikan rempah-rempah dalam kemasan yang diproduksi sendiri oleh anggota kelompok dan diberi nama “JARYUKE 41”.

    Dibaca : 342 kali

    Malang, Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) dilaksanakan di Kelurahan Tulusrejo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung sejak tanggal 15 Agustus 2020. Tepat pada hari ke-4 para mahasiswa membagikan rempah-rempah dalam kemasan yang diproduksi sendiri oleh anggota kelompok dan diberi nama “JARYUKE 41”. 

    Jaryuke ini memiliki komposisi antara lain: Jahe, Sereh, Kayu Manis, dan Cengkeh yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19. Pembagian rempah-rempah dilakuan secara door to door bertujuan agar warga setempat mendapatkan JARYUKE 41 secara rata dan menyeluruh dengan harapan dapat meningkatkan imunitas tubuh warga RT 02 Kelurahan Tulusrejo.

    Kasus posistif Covid-19 di Kota Malang semakin meningkat, jumlah kasus positif Covid-19 tembus angka 1991 orang. Melansir dari data Jatim Tanggap Covid-19, ada total 686 pasien yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 dari Kabupaten Malang dan 1061 dari Kota Malang. Sejauh ini ada 1317 pasien positif virus corona yang dinyatakan sembuh, sedangkan 148 orang dinyatakan meninggal dunia berasal dari tiga wilayah Malang Raya.

    Rempah-rempah dipercaya dapat meningkatkan sistem imum pada tumbuh. Sehingga tubuh akan selalu dalam kondisi sehat ketika mengkonsumsi rebusan rempah-rempah secara rutin.

    Jahe mempunyai manfaat seperti sebagai agen anti-inflamasi, meredakan nyeri (analgesic), meredakan panas (anti-piretik) dan anti-bakterial. Sereh adalah salah satu bahan campuran minuman, sereh bermanfaat dalam kesehatan sistem pencernaan. Kayu manis bermanfaat sebagai obat batuk, sariawan, peluruh angin, peluruh keringat. Kayu manis juga dipercaya dapat mengatasi asam urat dan hernia. Kayu manis juga dimanfaatkan dalam penyembuhan diabetes. Fungsi lain dari kayu manis bagi tubuh adalah mencegah penggumpalan darah, anti kanker, meningkatkan fungsi otak, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, dan menghangatkan tumbuh. Manfaat cengkeh bagi kesehatan antara lain adalah membantu mengatasi dan mengobati sakit gigi, peradangan, mengatasi mual dan muntah, meningkatkan sistem pencernakan, dan meredakan batuk.

     “Kegiatan ini merupakan awal dari program pengabdian masyarakat. Selain itu kegiatan ini sebagai upaya untuk membangun kedekatan dengan warga,” ujar Fatika. DPL UMM, Bapak Mohammad Syaifuddin menyampaikan bahwa sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa di Tulusrejo ini adalah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanam rempah-rempah di halaman rumahnya masing-masing yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan mengkonsumsi rempah-rempah tersebut, sebagai upaya menjaga kesehatan dari COVID-19.

    Pada saat melakukan kegiatan tersebut terdapat warga yang antusias namun ada pula yang menghindar dari mahasiswa.  Ketika membagikan rempah-rempah salah satu warga mengatakan: “Jika ini habis dapat dibeli dimana ya mbak? Karena ini bermanfaat untuk saya yang lanjut usia,” ujar salah satu warga.  Namun ada pula warga yang menduga para mahasiswa sedang menawarkan produk jualannya. Sehingga warga menanyakan harga dari produk tersebut.

    Ketua RT setempat sangat mendukung kegiatan ini karena dapat bermanfaat bagi warganya dan diperoleh secara gratis tanpa dipungut biaya. “Kegiatan yang dilakukan cukup bermanfaat namun sebagian warga mengatakan bahwasannya rempah-rempah yang dibagikan terlalu sedikit sehingga warga sangat menyayangkan hal tersebut.” ujar Abdul Hadi.

    “Harapan saya dalam kegiatan ini agar warga sekitar terbiasa mengkonsumsi rempah-rempah karena rempah-rempah dapat menjaga kekebalan tubuh, dan warga tertarik untuk mengkonsumsi secara berkelanjutan. Saya melihat kondisi saat ini banyak orang-orang yang jarang sekali mengkonsumsi minuman herbal alami karena disebabkan rasa yang kurang sedap dilidah serta kebanyakan anak-anak milenial lebih suka minuman-minuman  kemasan yang lebih menarik dilihat,” ujar Fatika.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.