Ojo Dumeh - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

dalang dan wayang

Harits

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 27 September 2020

Selasa, 27 Oktober 2020 08:23 WIB

  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Ojo Dumeh

    Tulisan tentang salah satu filosofi Jawa yang aku ajarkan pada mahasiswa-mahasiswiku di Malang.

    Dibaca : 801 kali

    Salah satu perihal filosofi Jawa yang aku ajarkan pada mahasiswa-mahasiswiku di Malang adalah istilah ojo dumeh. Ojo dumeh mungkin dalam istilah Bahasa Indonesia sepadan dengan jangan anggap enteng atau memandang sebelah mata pada seseorang. Bisa juga artinya jangan sombong atau mentang-mentang.

    Di awal semester aku sering membuka kelas dengan menyuruh mahasiswa untuk menoleh ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum pada temannya. Biasanya semua tersenyum geli karena mereka saling menoleh ke kiri kanan dengan tidak beraturan; bingung wajah siapa yang harus ditatap dulu. Terkadang mereka tertawa karena wajahnya tidak saling menatap satu sama lain, pada menoleh kiri semua atau menoleh kanan semua.

    Setelah mereka saling tertawa, barulah aku beritahu hikmah dibalik kegiatan yang sederhana itu. Aku beritahu mereka bahwa tidak ada yang tahu masa depan dirinya dan teman-temannya kelak di kemudian hari. Aku tuliskan frase mutiara "Ojo Dumeh" dan artinya di papan tulis sambil menjelaskan:

    - Jangan dikira teman di sebelah kiri-kananmu yang kelihatannya kekurangan sekarang akan kekurangan juga di masa depan. Bisa jadi diam-diam dia berjuang untuk masa depannya.

    - Jangan memuja berlebihan temanmu yang paling berkecukupan, yang paling cantik, paling tampan, paling cerdas saat ini  karena belum tentu roda kehidupan selalu berputar di atas kepala mereka kelak.

    - Jangan anggap enteng dosenmu yang bertipe tenang menghanyutkan, apalagi sampai bermusuhan secara terbuka dengannya. Siapa tahu dia menganut ilmu padi, makin berisi makin merunduk. Siapa tahu dia nanti jadi pembimbing skripsimu. Kan ruwet kalau mau bimbingan skripsi bila bermusuhan? Jangan dikira ini tidak mungkin terjadi. Come on, Mate. There's nothing impossible about that.

    Yang terakhir saya jelaskan kenapa mereka perlu tersenyum ketika melihat teman-temannya di sebelah kiri dan kanan. Sambil tersenyum aku terangkan, "Berbuat baiklah pada semua temanmu karena kau tidak tahu siapa yang akan kau butuhkan untuk menolongmu di masa depan. Bisa jadi teman di sebelah kiri-kananmu yang menolong atau bahkan memberimu pekerjaan ketika kelak engkau sangat membutuhkan. That's why OJO DUMEH!

    Malang, Pandemik Corona 2020
    @HaritsMasduqi



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.