Peran Ilmu untuk Stratifikasi Sosial - Analisa - www.indonesiana.id
x

Gambar oleh Clker-Free-Vector-Images dari Pixabay

siro yasa

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 30 November 2020

Senin, 11 Januari 2021 14:59 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Peran Ilmu untuk Stratifikasi Sosial


    Dibaca : 551 kali

     

    Sebagai mahasiswa  sudah sepatutnya saya sebagai penulis serta pembaca mengetahui apa peran ilmu untuk stratifikasi sosial. Jika kita lihat pengertian dari salah satu ahli sosiologi, menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt stratifikasi sosial ialah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat. Biasanya berbentuk tingkatan, dari tertinggi sampai terendah.

    Biasanya stratifikasi sosial sangat identik dengan istilah kekuasaan ataupun kekayaan. Jabatan akan sangat terlihat perbedaan statusnya di mata masyarakat. Namun di era globalisasi saat ini, jabatan pun akan di dapat seseorang dengan adanya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan kini menjadi salah satu faktor dari sekian yang menentukan kedudukan seseorang di masyarakat. Ilmu pengetahuan didapatkan seseorang melalui lembaga kependidikan serta peran para tenaga pendidik.

    Ilmu pengetahuan juga yang secara langsung menentukan tingkatan jabatan maupun profesi seseorang. Bukan hanya dari sekolah ataupun perguruan tinggi favorit dan terkemuka, namun dari jenjang terakhir yang seseorang ambil. Dari taman kanak–kanak, sekolah dasar, menengah, atas, hingga perguruan tinggi. Sudah dipastikan lulusan sekolah menengah ke atas akan memiliki profesi yang berbeda dengan lulusan sarjana. Perbedaan yang dilihat adalah segi kualitas karena tujuan pembelajaran dari tenaga pendidik kepada para siswa atau mahasiswa tentunya berbeda.

    Dari pandangan lulusan terakhir seseorang, strata atau tingkatan tersebut dapat disimpulkan oleh penerima karyawan atau pekerjaan yang mana yang akan cocok dengan pekerjaan yang ditawarkan. Bukan hanya dari segi profesi namun hanya dari cara penghormatan seseorangpun akan terlihat. Penghormatan serta rasa segan akan muncul dari masyarakat kepada seseorang yang telah menuntut ilmu hingga jenjang magister, dan jika hingga keluar negeri atau dapat kita katakan orang yang telah melalui pendidikan yang sudah tinggi. Pandangan dan penghormatan itu akan berbeda terhadap orang yang hanya berasal dari lulusan sekolah menengah keatas.

    Lulusan yang berbeda tingkatan atau stratanya akan dinilai oleh masyarakat bisa dengan secara stereotip bahwa orang yang berpendidikan tinggi akan memiliki peluang yang lebih besar untuk sukses ketimbang yang hanya lulusan SMP ataupun SMA. Namun memang tak selamanya orang yang hanya berkelulusan SMA tidak dapat menjadi sukses. Itulah persepsi yang akhirnya muncul dalam masyarakat.

    Sekiranya memang sebuah ilmu pengetahuan menjadi salah sebuah faktor stratifikasi sosial dikarenakan pentingnya pendidikan di era saat ini. Era di mana informasi telah meluap dan dapat dicari dengan hanya hitungan detik. Dengan mudahnya data dicari oleh siapapun saat ini, akan sangat penting diberikannya didikan untuk menangani cara mengakses segala informasi dan menelaah yang mana yang baik dan buruk dengan dilandasi ideologi bangsa yaitu Pancasila. Jika seseorang tak dapat menelaah yang mana yang bisa ia akses ataupun yang mana yang tidak baik sekiranya akan di dapatkan melalui pendidikan. Walau kesimpulannya memang stratifikasi tidak hanya dilihat dari ilmu pengetahuan, namun ilmu pengetahuan menjadi sebuah indikasi dari terjadinya atau tercapainya sebuah jabatan yang memang menjadi faktor lain dari strata di masyarakat.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.