Indonesia: Negara Agraris Menuju Negara Industri - Analisa - www.indonesiana.id
x

sumber foto: jppn.com

Sri Kunthhi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Agustus 2020

Minggu, 4 April 2021 06:11 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Indonesia: Negara Agraris Menuju Negara Industri

    Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang penduduknya bergantung pada sektor pertanian. Itu dulu ya, bagaimana kalau yang sekarang? Katanya, kita sedang menuju sebagai negara industri. Benarkah demikian?

    Dibaca : 336 kali

    Tulisan ini akan mengajakmu untuk flashback ke masa lalu, di mana Indonesia dijuluki sebagai negara agraris hingga memasuki masanya menjadi negara industri. 

    Bukan rahasia lagi bila Indonesia memiliki lahan pertanian yang lahan dan subur, jangan heran bila banyak yang iri dengan kita. Adanya lahan pertanian tersebut dimanfaatkan oleh rakyatnya demi bertahan hidup. Semula untuk bertahan hidup, sektor pertanian kala juga membantu ekonomi negeri ini bertumbuh. Dalam jurnal media.neliti.com menjelaskan pada tahun 1967 silam sektor pertanian memberikan kontribusinya untuk Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 67 persen, sayangnya di tahun 1995 justru menurun menjadi 17,2 persen saja.

    Waktu tidak hanya berjalan di tempat, terus dan terus melangkah maju. Begitu pula dengan teknologi. Pembangunan di Indonesia pun memperlihatkan sebuah transisi dari pertanian ke industri. Apabila kita zaman dahulu bergantung pada dunia pertanian saja, kini kehadiran industri diharapkan dapat membawa nilai lebih yang baik.

    Sudah tahu tentang industri? Sektor industri memiliki fokus pada pengelolaan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, yang bermanfaat untuk mendapatkan keuntungan berkali lipat. Macam-macam industri di Indonesia antara lain, industri primer, sekunder, manufaktur, konstruksi, jasa, dan lainnya. 

    Sektor pertanian dan industri sebenarnya tidak bertolak belakang. Industri membutuhkan bahan baku dari sektor pertanian untuk menghasilkan produk industri yang bernilai lebih, begitu pun sebaliknya. Selain itu, sektor industri membutuhkan lahan dalam menyokong infrastruktur industrialisasi. Kedua sektor ini memiliki peran dan nilai yang sama, serta saling menyempurnakan satu sama lain.

    Kehadiran sektor industri ini memiliki kontribusi yang besar untuk PDB hingga di waktu sekarang. Misalnya, pada industri manufaktur di periode tahun 1980-1997 mengalami pertumbuhan rata-ratanya 10,9 persen. Di tahun 2006, industri pengolahan berhasil menunjukkan prestasinya sebagai sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB. Bahkan hingga kini sektor industri masih memberikan kontribusi terbesar pada PDB. 

    Di era yang modern di mana masyarakat Indonesia berbondong-bondong mengadu nasibnya ke perkotaan demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik, minat seseorang pada sektor pertanian pun perlahan semakin menurun. Mengingat di tahun 2035 mendatang penduduk usia produktif (15 tahun-64 tahun) akan membludak di Tanah Air, para generasi muda lebih menunjukkan minatnya untuk bekerja di sektor industri, informal kota, dan UMKM ketimbang sektor pertanian yang menurut mereka terlihat kuno. 

    Industri? Siap.

    Teknologi? Tinggal dijalankan saja

    Jumlah SDM? Kita punya banyak sekali! 

    Lalu apa yang harus kita lakukan selain mencoba fokus pada sektor industri agar kita tidak hanya berjalan di tempat saja, benar kan? Bagaimana menurutmu? 

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.