Zaman Canggih Bangsa Hebat, Namun Kaum Buta Aksara Tidak Bisa Menikmatinya - Analisa - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Minggu, 6 Juni 2021 15:49 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Zaman Canggih Bangsa Hebat, Namun Kaum Buta Aksara Tidak Bisa Menikmatinya

    Faktanya, masih ada kaum buta huruf di dekat kita. Apalah arti kehebatan suatu bangsa, bila masih ada kaum yang tidak bisa merasakannya. Saatnya peduli gerakan berantas buta aksara

    Dibaca : 199 kali

    Sehebat apapun ekonomi suatu bangsa, bila masih ada kaum buta aksara belumlah paripurna. Maka buta aksara di manapun harus diberantas. Dan untuk itu, butuh bantuan mereka yang bisa. Mengajarkan mereka, kaum buta aksara.

     

    Memang tidak mudah. Namun praktik baik para relawan sangat dibutuhkan untuk mengajar buta aksara secara konsisten. Karena mereka, hanya butuh latihan membaca dan menulis secara rutin. Keadaan yang sama sekali tidak dialaminya, saat masih anak-anak.

    Menurut Direktorat PMPK (PMPK), saat ini tinggal 1,78 penduduk Indonesia yang masih buta aksara. Itulah pekerjaan rumah bersama yang harus dituntaskan. Maka gerakan literasi bahkan taman bacaan, sejatinya tidak boleh meninggalkan kaum buta aksara.

     

    Sebagai wujud kepedulia terhadap kaum buta aksara, TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor pun telah 3 tahun ini menjalankan GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) yang diikuti 9 ibu-ibu kaum buta huruf yang berasal dari kalangan tidak mampu. Mereka belajar dari mulai mengeja kata, menulis nama, membuat tanda tangan, membaca kata, berhitung, hingga kini masih berproses untuk melancarkan membaca dan menulis. Seminggu 2 kali rutin belajar baca-tulis. Mungkin suatu saat nanti, mereka benar-benar terbebas dari belenggu buta aksara. Tak lupa tersedia "hadiah" untuk kaum buta aksara berupa seliter beras atau mie instan. Agar mereka tetap mau datang dan belajar di taman bacaan. Tujuannya sederhana, agar mereka melek baca dan tulis. Di samping jadi lebih dihormati anak-anaknya.

     

    GEBERBURA telah menjalankan praktik baik pemberantasan buta aksara. Dan akan terus konsisten mengajarkan kaum buta aksara, di samping tetap mengajak kaum ibu-ibu dan bapak-bapak untuk bergabung ke program berantas buta aksara. Jangan ada lagi gengsi atau malu, datanglah untuk belajar. GEBERBURA TBM Lentera Pustaka pun sering dijadikan narasumber dan liputan pemberantasan buta aksara dari CNN TV, Tonight Show NET TV, DAAI TV, dan TV Parlemen. 

     

    Apalah arti kehebatan yang kita raih sebagai bangsa, bila kaum buta aksara tetap tidak dapat merasakannya? @Gerakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Salam literasi #GeberBura #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen #RelawanTamanBacaan

    TBM Lentera Pustaka: IG: @tbmlenterapustaka - FB: Lentera Lentera –

    Web: https://tbmlenterapustaka.blogspot.com/

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.