Mahasiswa KKN Unej Dorong Galeri Batik Pendalungan Oktavos Lakukan Inovasi, Branding dan Marketing - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

kk

Anisa Febrianti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 hari lalu

5 hari lalu

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Mahasiswa KKN Unej Dorong Galeri Batik Pendalungan Oktavos Lakukan Inovasi, Branding dan Marketing

    Mahasiswa KKN BTV III UNEJ 2021 KLP 25 bangkitkan UMKM Galeri Batik Pendalungan Oktavos Jember dengan inovasi kreatif , branding & marketing.

    Dibaca : 175 kali

    Jember - Universitas Jember (UNEJ) kembali melaksanakan KKN di tengah pandemi dengan konsep Back to Village. Sebanyak 3.707 mahasiswa Universitas Jember melaksanakan KKN Back to Village III di daerah masing-masing. KKN berlangsung selama 30 hari yang sudah berjalan sejak tanggal 11 Agustus 2021 s/d 09 September 2021.

    "Dalam pelaksanaan KKN tahun ini terdapat lima program di antaranya Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19, Inovasi Teknologi/informasi Dalam Penanganan Covid-19,Program Pemberdayaan BUMDES/jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19, Program Literasi Desa Masa Pandemi Covid-19, dan Program Penganganan Stunting Dan AKI AKB," ujar Ketua LP2M UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P.

    Program yang dipilih oleh Anisa Febrianti Mahasiswi Program Studi S1-Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Kelompok 26 yaitu Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid-19. Pemilihan program serta pengajuan program kerja selama 30 hari yang dilaksanakan di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember tersebut telah disetujui oleh Bapak Dr.  Azmi Saleh , ST., MT. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

    Di Kelurahan Tegalgede juga terdapat banyak UMKM yang maju dan terdapat UMKM yang masih dalam perintisan. Salah satunya usaha yang dirintis oleh mitra kerja yaitu Galeri Batik Pendalungan Oktavos Jember yang dikelola oleh ibu Titin Sumartiningsih. Galeri batik ini sebelumnya sudah berjalan beberapa tahun, namun akibat pandemic Covid-19 omset yang dihasilkan mengalami penurunan.

    Sistem pemasaran usaha yang masih bersifat konvensional mengakibatkan usaha batik tersebut kurang begitu dikenal banyak orang. Peminat jasa usaha batik ini juga tidak terlalu banyak karena monotonnya perkembangan yang dilakukan oleh pelaku usaha. Permasalahan tersebut semakin diperparah dengan adanya Pandemi Covid-19 yang menjadikan usaha batik milik pelaku semakin sulit untuk mendapatkan pelanggan sehingga omset yang didapat juga menurun drastis. Kondisi pandemi seperti saat ini mengharuskan segalanya serba online, sehingga pemilik usaha ikut menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebijakan yang ada. Pada situasi seperti ini  penulis memperkenalkan pentingnya branding dan marketing untuk UMKM agar tetap bertahan di masa pandemi saat ini.

    Selama kegiatan KKN BTV III Unej yang berlangsung mulai tanggal 11 Agustus - 9 September 2021 ini, penulis memperkenalkan pentingnya branding & marketing serta memberikan inovasi-inovasi dan juga manfaat dari teknologi yang semakin berkembang. Program kerja yang akan diterapkan penulis yaitu pembuatan design packaging, pengenalan media software editing foto yaitu canva , pelatihan videografi & fotografi serta pelatihan desain konten pemasaran.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai branding & marketing yang dapat mengembangkan UMKM Batik dan tetap bertahan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemasaran masih dengan cara tradisional, hanya mengandalkan masyarakat sekitar yang mengetahui usahanya, tetapi masyarakat diluar jember tidak mengetahui galeri batik ini. Keadaan sosial seperti ini membuat usaha yang berlangsung bisa dikatakan hanya bertahan diposisi seperti ini saja, banyak masyarakat yang melakukan pembelanjaan secara online karna dirasa lebih fleksibel. Oleh karena itu, program kerja KKN ini dapat membantu membangkitkan usaha mitra kerja dengan banyak dikenal masyarakat luas,” ungkap Anisa Febrianti, (31/08/2021).

    Mitra kerja juga sangat antusias untuk mengikuti kegiatan dari program kerja dan menjalankan aktivitas baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mitra kerja juga merasa terbantu, mengingat keadaan seperti saat ini yang mengharuskan tetap bertahan dalam penjualan. "Dari kegiatan mbak Anisa ini, saya jadi mendapat banyak ilmu baru terkait pemasaran produk saya. semoga dari ilmu yang saya dapat ini bisa membuat usaha saya lebih dikenal orang" ungkap Ibu Titin Sumartiningsih, pemilik Galeri Batik Pendalungan Oktavos Jember.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.