Ketika Anil Menyaksikan Pondoknya Terbakar - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Anil

PPPA Daarul Quran

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 Agustus 2020

Rabu, 15 September 2021 07:13 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Ketika Anil Menyaksikan Pondoknya Terbakar

    Setelah salam, Anil mendengar suara bergemuruh datang dari arah asramanya. "Kebakaran, kebakaran!!!” seru teriakan yang bersahutan itu.

    Dibaca : 1.064 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kala itu, Kamis (26/8), waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB. Di saat yang sama, Anil, santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Kenten Laut, Palembang, Sumatera Selatan, bersama teman-temannya tengah bersiap menuju masjid untuk melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah.

    Seperti biasa, sepanjang perjalanan menuju masjid, Anil dan santri lainnya saling melempar candaan. Hingga langkah mereka pun sampai di masjid. Selepas mengambil air wudhu, Anil dan teman-temannya melaksanakan sholat sunnah.

    Namun ada hal yang tak terduga. Setelah salam, Anil mendengar suara bergemuruh datang dari arah asramanya. "Kebakaran, kebakaran!,” terdengar teriakan yang bersahutan.

    Anil pun yang mendengar teriakan tersebut sontak keluar dari masjid untuk memastikan keadaan di sekitar. Dalam benaknya berharap bahwa teriakan yang ia dengar tadi tak benar.

    Namun, betapa kagetnya Anil setelah melihat apa yang terjadi di depan matanya. Ya, asrama pondok pesantrennya terbakar. Ia menyaksikan orang-orang sudah ramai hendak menyelamatkan barang-barangnya. Tak terkecuali teman-temannya. Namun, aksi itu dihentikan oleh para asatidz.

    "Orang sudah ramai sekali dan teman-teman asrama saya berlarian ingin menyelamatkan barang di kamar masing-masing, tetapi ditahan oleh ustadz dan ustadzah demi keselamatan kami," ungkap Anil mengingat kejadian itu.

    Dalam benaknya sama sekali tak terpikirkan barang-barang. Hanya satu hal yang ia khawatirkan yakni adiknya. Ya, ia yakin adiknya tengah tertidur di asrama sewaktu dirinya bersiap menuju masjid. "Bagaimana kondisinya, Yaa Allah?" begitu ucap hati Anil dengan cemas.

    Dari sisi yang berbeda terdengar teriakan lagi. "Adzan.. Adzan.. Semua itu adalah syaiton, ayo adzan agar apinya padam,” terdengar suara teriakan jelas sekali di telinga Anil.

    Dengan perasaan yang bercampur aduk, Anil pun langsung mengumandangkan adzan. "Tak pikir panjang, saya langsung adzan sekuat-kuatnya, dan menguatkan teman-teman saya yang sedang menangis histeris," tuturnya.

    "Jika kita hanya menangis, tidak ada dampak apa-apa!" begitu kira-kira pesan Anil kepada teman-temannya.

    Butuh waktu 30 menit untuk memadamkan kobaran api. 30 menit yang begitu lama bagi Anil dan teman-temannya. Selama itu pula semua doa sudah mereka ucapkan.

    Api telah padam, namun tak begitu dengan kesedihan Anil yang justru semakin menjadi. Setelah si jago merah padam, ia tak mendapati satu pun barang-barangnya yang terselamatkan. Semua habis terbakar. 

    "Dibantu dengan tetangga dan pemadam kebarakan, tak ada barang kami yang tersisa hanya baju di badan, dan yang paling menyedihkan adalah buku-buku Islami kami yang habis terbakar," ujar Anil bersedih.

    Hari demi hari pun dilalui Anil. Sejak kejadian itu, banyak orang datang ke Pondok Pesantren Hidayatullah, termasuk PPPA Daarul Qur'an Palembang. Kedatangan PPPA Daarul Qur'an Palembang adalah untuk menyampaikan amanah dari para donatur berupa bantuan untuk para santri.

    Dalam kunjungan yang dilakukan pada Senin (30/8) itu, PPPA Daarul Qur'an Palembang menyalurkan bantuan berupa uang tunai, sembako dan baju untuk para santri.

    Harapan Anil dan teman-temannya sangat sederhana, yakni dapat belajar, mengaji dan menghafal Al-Qur'an seperti biasa. Itu sudah cukup untuk mengganti semua yang hilang terbakar.

    "Saya sering ketemu kakak-kakak PPPA Daarul Qur'an Palembang di Rumah Tahfidz dulu tempat saya mengaji... Semoga kakak-kakak sehat selalu dan kami di sini bisa belajar kembali," kata Anil. []

    Ikuti tulisan menarik PPPA Daarul Quran lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.




    Oleh: Chandra Dio

    1 hari lalu

    PT Setia Manggala Abadi Hadir di Acara PIT PAPDI Bogor XI

    Dibaca : 64 kali

    PT. Setia Manggala Abadi turut hadir dan meramaikan acara Pertemuan Ilmiah Tahunan XI Perhimpunan Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Bogor pada 24 – 25 September 2022. Berlokasi di IPB International Convention Center, Botani Square Mall, Bogor Jawa Barat. Dilansir dari dokumen Final Announcement PIT PAPDI Bogor 2022, Kegiatan ini merupakan komitmen PAPDI untuk memberikan informasi terkini sehingga diharapkan meningkatkan profesionalisme para dokter dalam menangani berbagai kasus di bidang penyakit dalam Kegiatan PIT PAPDI Bogor XI ini di ketuai oleh oleh dr. Erwindo R, SpPD, K-GH, M.Kes, FINASIM dan mengusung tema Holistic Management Of Internal Medicine In New Era. Adapun beberapa kegiatan di dalam acara ini seperti Simposium, Diskusi Kasus Menarik, Workshop, Pameran Alat Kesehatan dan masih banyak lagi. Kegiatan ini tentunya di manfaatkan sebaik mungkin oleh PT. Setia Manggala Abadi selaku penyedia Alat USG dengan merk SOGATA untuk terus memperkenalkan produk andalannya pada sesi pameran alat-alat kesehatan. Booth PT. Setia Manggala Abadi terletak di Booth nomor 23 yang letaknya tidak jauh dari pintu utama registrasi. Penasaran kan dengan produk apasaja yang di pamerkan dari PT. Setia Manggala Abadi? Silakan datang langsung ke acara PIT PAPDI Bogor XI dan kunjungi Booth nomor 23 milik PT. Setia Manggala Abadi. PT. Setia Manggala Abadi juga telah menyiapkan promo khusus yang hanya berlaku di acara PIT PAPDI Bogor XI, yuk ramaikan dan sukseskan acara ini Teman SOGATA. Sampai bertemu di Booth PT. Setia Manggala Abadi.