Yasonna Serahkan Sembilan Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Suara Peninggalan Surabaya

Penulis Berita
Bergabung Sejak: 1 Oktober 2021

Rabu, 27 Oktober 2021 09:29 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Yasonna Serahkan Sembilan Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly,  menyerahkan sembilan Kekayaan Intelektual (KI) kepada Kepala Korps Kepolisian Perairan  dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korpolairud  Baharkam Polri), Verdianto I. Bitticaca di Markas Komando Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta  Utara, Selasa (26/10/2021).

    Dibaca : 592 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, 
    menyerahkan sembilan Kekayaan Intelektual (KI) kepada Kepala Korps Kepolisian Perairan 
    dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korpolairud 
    Baharkam Polri), Verdianto I. Bitticaca di Markas Komando Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta 
    Utara, Selasa (26/10/2021).

    “Semoga melalui pelaksanaan acara ini, dapat terjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik 
    antar instansi, baik di lingkungan Kemenkumham maupun dengan Polri, khususnya Korpolairud 
    Baharkam Polri,” kata Yasonna.

    Yasonna mengungkapkan bahwa jumlah tingkat pendaftaran KI akan berbanding lurus dengan 
    kemajuan ekonomi suatu negara. "Karena kekayaan intelektual, baik hak cipta, desain industri, merek, paten, tentunya  menghasilkan suatu kreatifitas inovasi dan temuan-temuan baru yang canggih," ucap Menkumham.

    Dengan semakin banyaknya KI yang diberikan kepada Polri, khususnya Korpolairud, 
    menunjukkan adanya peningkatan dan kemajuan kesadaran akan hak cipta yang terjadi di 
    tubuh Korpolairud.

    Yasonna yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Menteri Eddy Hiariej dan Sekretaris 
    Jenderal Andap Budhi Revianto, mengajak seluruh lapisan masyarakat serta aparatur negara 
    untuk peduli dan sadar akan pentingnya melindungi KI.

    "Kita juga harus menjaga dan menyosialisasikan, serta mendorong masyarakat untuk 
    mendaftarkan kekayaan intelektualnya," tutur Yasonna.

    Adapun sembilan KI yang diberikan Menkumham ke Kepala Korpolairud Baharkam Polri, antara 
    lain Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Pataka dan Lambang Kesatuan 
    Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Brevet dan Wing Korpolairud; 
    Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Kendaraan Dinas Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Desain Gapura Markas Kesatuan.

    Kemudian, Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Pakaian Dinas Korpolairud; Surat 
    Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Sarana dan Alat Utama Korpolairud; Surat 
    Perlindungan Pencatatan Ciptaan Lagu Mars Airud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan 
    Lagu Hymne Airud; dan Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Lagu Pengantar Pindah 
    Tugas.

    Bagi Korpolairud sendiri, pemberian KI ini merupakan bentuk kolaborasi dan dukungan 
    Kemenkumham dalam mendukung tugas dan fungsi Kepolisian Perairan dan Udara.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Surya Ningsi

    5 hari lalu

    Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik

    Dibaca : 14.078 kali

    Pembelajaran di masa pandemi covid-19 menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam membelajarkan peserta didik. Selain guru harus menyiapkan rancangan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, evaluasi dan penilaian, guru juga dituntut untuk terampil menggunakan teknologi agar mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan guru untuk menjawab tantangan tersebut adalah melakukan pembelajaran yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik. Strategi PLICIK (Pembelajaran Literasi, Inspiratif, Cerdas, Inovatif dan Kreatif) berbasis Flipped Classroom mendukung program pemerintah untuk mewujudkan merdeka belajar. Setiap peserta didik diberikan kebebasan untuk mempelajari materi melalui literasi, didukung oleh bahan ajar yang beragam bentuknya disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik dan diekspresikan dalam wujud produk sebagai bentuk kolaborasi, kreativitas dan inovasi peserta didik yang dapat menginspirasi banyak orang. Guru hanya memfasilitasi kebutuhan peserta didik yang beragam dengan melihat keunikan dan potensi dalam diri masing-masing peserta didik. Tidak adanya paksaan, sanksi dan reward dalam pembelajaran ini mendorong peningkatan motivasi belajar peserta didik yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar peserta didik.