Guru Penggerak dan Posisi Strategis di Lembaga Pendidikan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

I Putu Sudibawa Karangasem

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 November 2021

Jumat, 3 Desember 2021 05:04 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Guru Penggerak dan Posisi Strategis di Lembaga Pendidikan

    Peran dan masa depan pendidikan guru penggerak sebagai transformasi pendidikan

    Dibaca : 85 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) mendorong lulusan Program Guru Penggerak mendapatkan prioritas untuk menempati posisi strategis di lembaga pendidikan. Hal ini menjadikan Program Guru Penggerak menjadi program strategis untuk menyiapkan pemimpin pendidikan di masa depan. Pemimpin pendidikan yang disiapkan dari awal yang mengetahui secara jelas dunia pendidikan. Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, ingin memastikan bahwa Guru Penggerak akan menghasilkan talenta pemimpin masa depan, seperti kepala sekolah, pengawas, dan lain-lain. Untuk itu, Kemendikbudristek merancang regulasi yang mendukung dan memastikan alumni Guru Penggerak benar-benar mendapatkan prioritas dan kesempatan pertama di posisi kepemimpinan.

    Ketika saya terlibat langsung dalam Program Guru Penggerak, saya merasakan bahwa Program Guru Penggerak merupakan pelatihan yang diberikan kepada guru sebagai upaya memberikan dampak nyata pembelajaran di kelas agar menjadi lebih menyenangkan dan bukan sekadar pendidikan dan pelatihan (diklat) biasa. Guru bukan sekadar dilatih cara mengajarnya saja, tetapi dibuka pemikirannya agar secara mandiri dapat bereksperimen dan percaya diri mengikuti instingnya dalam menciptakan format pembelajaran yang menyenangkan sehingga murid pun merasakan perbedaannya di kelas. Program Guru Penggerak akan dirasakan oleh guru momen emosional, khususnya ketika banyak guru yang mengaku belum pernah ada program yang mampu mengubah pola pikir dan menggugah identitas diri mereka sebagai pendidik.

    Program Guru Penggerak akan mengajak para guru melakukan perubahan pola pikir dan pembelajaran guru-guru terutama dalam melihat dan memosisikan murid. Semangat egaliter, terbuka, terus belajar dan berbagi serta budaya refleksi telah mengakar di kalbu para guru-guru yang terlibat dalam Program Guru Penggerak. Diharapkan setiap pengalaman maupun pembelajaran yang telah didapatkan oleh para guru selama pendidikan bisa menjadi berkah yang menginspirasi setiap lapisan pendidikan di lingkungan masing-masing. Dalam perjalanan Program Guru Penggerak telah menghasilkan ribuan karya refleksi, demonstrasi, dan aksi nyata serta hadirnya keluarga baru dari proses Program Guru Penggerak. Saat ini, ribuan video karya Calon Guru Penggerak sudah banyak diunggah melalui YouTube. Video tersebut berupa konten refleksi dan demonstrasi atas setiap modul yang diberikan, seperti pembuatan buku, puisi, dan lagu baik oleh individu maupun kelompok. Adanya berbagai proses pembelajaran ini sepatutnya semua sangat berbangga hati, karena secara konsisten para guru-guru terpilih telah melakukan tanggung jawabnya menjadi bagian dari katalis pendidikan.

    Diharapkan juga, dengan berbagai respons positif dari Program Guru Penggerak, dunia pendidikan akan merasakan manfaat dari transformasi konsep Merdeka Belajar yang sedang diupayakan oleh pemerintah. Anak-anak Indonesia adalah anak yang cerdas dan mempunyai berbagai keunggulan dan minatnya masing-masing. Sementara itu, guru bertugas untuk mendukung dan mengarahkan talenta-talenta yang ada pada diri mereka sehingga ke depannya menjadi generasi penerus yang penuh inovasi dan kreativitas. Kunci utama Program Guru Penggerak adalah guru yang sejatinya harus menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran. Guru menurutnya harus mampu mengimplementasikan pembelajaran yang memerdekakan dengan memihak kepada murid, serta mampu menjadi teladan bagi guru-guru lainnya.

    Dalam Program Guru Penggerak, juga diperkenalkan filosofi coach, filosofi yang nantinya akan digunakan dalam pembelajaran sesama guru di Program Guru Penggerak. Dengan filosofi ini, guru akan mampu berbagai ilmu tanpa harus malu. Dengan filosofi ini pula, guru diharapkan dapat saling memotivasi satu sama lain. Orientasi utama setiap pendidik dan semua pemangku kebijakan di dunia pendidikan adalah murid. Menurut Ki Hajar Dewantara, setiap pendidik itu harus bebas dari segala ikatan, dengan kesucian hati mendekati sang anak, tidak untuk meminta suatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak. Maksud dari (pernyataan) ini adalah semua orientasinya adalah kepada sang anak. Seperti diketahui, Calon Guru Penggerak akan mengikuti sembilan bulan pendidikan di Program Guru Penggerak. Hal ini bukanlah masalah guru yang pintar, bisa menguasai teknik hebat, tetapi yang lebih penting adalah yang mempunyai resiliensi, punya ketangguhan, punya orientasi visi pendidikan yang kuat.

    Untuk mewujudkan ini,  Program Guru Penggerak, para calon Guru Penggerak dibekali dengan tiga modul utama pada saat mengikuti pelatihan. Modul pertama berisi tentang paradigma dan visi. Modul kedua berisi praktek pembelajaran yang berpusat kepada murid. Modul ketiga berisi informasi tentang bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran yang bisa menggerakan sumber daya sekolah serta dapat mengambil keputusan untuk mendukung pembelajaran yang berpihak kepada murid. Setiap modul itu nanti juga ada modul kecil lagi tentang aksi nyata, jadi isi modul ini nantinya penuh dengan refleksi. Dalam aksi nyata ini Calon Guru Penggerak akan mengerjakan yang sesuai dengan konteks di mana mereka bekerja saat ini. Manfaat yang paling berharga untuk diambil para peserta dengan mengikuti Program Guru Penggerak yaitu mendapat kesempatan untuk menjadi agen perbuahan. Merupakan reward paling berharga adalah saat melihat anak murid kita bisa berubah.

    Hal lain yang dapat saya rasakan dalam kegiatan Program Guru Penggerak, guru penggerak berbeda dengan guru berprestasi. Guru berprestasi adalah guru yang melakukan hal-hal inovatif, tetapi dalam konteks ini tidak ada struktur yang terencana secara berkepanjangan. Sedangkan guru penggerak adalah calon agen perubahan yang sejak awal sudah diberdayakan dan diorientasikan agar mereka nanti dapat melakukan perubahan pada ekosistem di satuan pendidikannya.  Guru yang merupakan orang-orang yang ingin sekali berbagi, saling menguatkan, memberikan energi positif untuk perkembangan pendidikan. Program Guru Penggerak merupakan sebuah bukti bahwa kita bisa membuat sesuatu bersama-sama secara bergotong royong.

    Mewacanakan Program Guru Penggerak untuk terlibat dalam posisi strategis pendidikan di masa depan, akan membawa angin segar bagi setiap insan pendidikan untuk menjadi garda terdepan sebagai agen perubahan. Perubahan yang sudah direncanakan secara baik dengan berbagai analisis yang tajam menuju perubahan pendidikan yang bermutu. Mudah-mudahan ini berlanjut, sehingga pemimpin pendidikan memahami dengan benar dan sadar permasalahan pendidikan dari tingkat dasar.

     

    Penulis, Kepala SMAN 1 Rendang



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.