Objek Wisata Danau Biru Situ Cilembang Sebagai Potensi Pengembangan Ekomuseum di Kabupaten Sumedang - Hiburan - www.indonesiana.id
x

Thryas Prameswara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 19 Desember 2021

Rabu, 22 Desember 2021 05:00 WIB

  • Hiburan
  • Topik Utama
  • Objek Wisata Danau Biru Situ Cilembang Sebagai Potensi Pengembangan Ekomuseum di Kabupaten Sumedang


    Dibaca : 854 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Danau Biru Situ Cilembang merupakan tempat yang dapat dijadikan objek wisata alam bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat yang masih asri dengan udara yang sejuk juga bebas dari polusi.

    Danau ini terletak di Dusun Curug, Desa Hariang, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Danau Biru Situ Cilembang ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat, karena letaknya yang tersembunyi dan berada di tengah persawahan yang juga dikelilingi oleh hutan bambu. Jarak dari pusat kabupaten Sumedang menuju ke desa tempat danau biru sekitar 23 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

    Danau Situ Biru Cilembang menyajikan keindahan danau dengan warna airnya yang terlihat biru, hal itu dikarenakan adanya pantulan cahaya matahari pada danau. Sehingga menciptakan warna biru yang cantik serta jernih. Maka dari itu, ada juga masyarakat yang menyebut danau biru ini mirip dengan Danau Labuan Cermin yang ada di Kalimantan Timur. Karena air danau keduanya memiliki warna biru langit yang indah dan juga jernih, sehingga kita bisa melihat sampai ke dasar danau.

    Danau sedalam kurang lebih 3 meter ini dijaga dengan baik keasliannya oleh masyarakat lokal, karena danau biru merupakan sumber mata air untuk keperluan warganya. Maka dari itu, pengunjung yang datang tidak dipekernankan untuk berenang dan mengotori area danau. Namun pengunjung diperbolehkan jika hanya sekedar mencuci muka. Jika pengunjung ingin berenang, telah disediakan kolam khusus yang bisa digunakan oleh pengunjung dewasa maupun anak-anak. Ada juga tempat yang bisa dimanfaatkan untuk terapi ikan.

    Pada awalnya, terdapat tiga sumber mata air di kawasan danau, yaitu yang berada di puncak bukit, lalu di bawahnya yaitu danau yang menjadi Danau Biru Situ Cilembang, dan satu lagi yang ada di paling bawah dekat dengan persawahan. Namun saat ini hanya tersisa dua karena sumber mata air yang berada di puncak bukit terkena longsor, sehingga tertutup dan tidak lagi menjadi sumber mata air.

    Untuk dapat mencapai danau, pengunjung perlu memarkirkan kendaraannya terlebih dahulu di tempat yang telah disediakan. Lalu, pengunjung harus berjalan sejauh kira-kira 200 meter dari parkiran. Pengunjung perlu berhati-hati saat melewati jalan tersebut, karena jalannya yang berbatu juga licin apabila diguyur hujan. Pengunjung yang hendak berkunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp5.000 rupiah saja, baik di waktu weekday maupun weekend. Kemudian masyarakat lokal menetapkan larangan berkunjung di hari Selasa dan pada hari Jumat. Belum diketahui apa alasan pastinya pengunjung tidak boleh memasuki kawasan danau pada hari itu. Sehingga pengunjung dianjurkan untuk berkunjung selain dari kedua hari tersebut.

    Ekomuseum merupakan sebuah museum dinamis yang dibuat oleh dan untuk masyarakat lokal juga lingkungannya. Penerapan konsep ekomuseum semata-mata untuk melindungi serta untuk mengembangkan interaksi antara manusia dan lingkungannya. Karena makna dari kata “eko” dalam ekomuseum yaitu keseimbangan sistem antara manusia dan lingkungan, yang mana berfokus pada pentingnya kesadaran masyarakat sekitar dalam melindungi dan memelihara lingkungannya dari kerusakan.

    Sehingga Danau Biru Situ Cilembang ini berpotensi baik untuk dikembangkan sebagai ekomuseum. Karena keunikannya yang jarang ditemui. Kemudian masyarakat lokal di sekitar danau juga dapat mengenalkan budayanya melalui makanan khas dari Sumedang kepada pengunjung yang datang. Sehingga makanan khas Sumedang ini dapat dikenal dan diketahui oleh pengunjung yang berasal dari luar daerah Sumedang. Namun objek wisata danau biru ini perlu untuk meningkatkan kualitasnya, guna menarik perhatian masyarakat juga untuk meningkatkan kepuasan pengunjung. Karena objek wisata danau ini masih dikelola oleh masyarakat lokal, maka untuk fasilitas yang diberikan pun masih seadanya. Sehingga masih banyak yang perlu untuk diperbaiki serta dikembangkan lagi. Salah satunya yaitu akses jalan menuju ke danau. Jalannya masih berupa bebatuan dan cukup terjal, sehingga pengelola objek wisata danau biru ini perlu untuk membuat akses yang lebih aman dan nyaman bagi pengunjung. Karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses untuk mencapai danau biru.

    Dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi dari objek wisata Danau Biru Situ Cilembang ini, maka diharapkan akan mendatangkan keuntungan serta manfaat bagi masyarakat lokal  dan juga menjadikan kawasan danau menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas. Pengelolaan Danau Biru Situ Cilembang ini juga akan berdampak baik bagi kelestarian lingkungan danau. Karena danau akan terus dijaga dan dipelihara dengan sebaik mungkin oleh masyarakat.

     

     

    Penulis                    : Thryas Prameswara

    Prodi                       : Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

    Dosen Pembimbing: Dr. Leli Yulifar, M.Pd.

                                     Angga Hadiapurwa, M.I.Kom.

    Fasilitator                : Hafsah Nugraha, S.S.I.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.