Apa yang Terjadi di Minggu Pagi? Versi Bocil Awal 2000-an - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Foto oleh Uboiz dari Pixabay

Almanico Islamy Hasibuan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 November 2021

Senin, 14 Maret 2022 07:47 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Apa yang Terjadi di Minggu Pagi? Versi Bocil Awal 2000-an

    Hari minggu pagi adalah hari libur terbaik saat kita masih versi bocil di awal tahun 2000-an. Sarapan nasi goreng, tontonan yang berlimpah, dan duel bersama bapak.

    Dibaca : 684 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

              Kali ini kita akan bercerita tentang kejadian di masa-masa bocil dulu. Hanya berlaku bagi bocil-bocil antara akhir 1900an dan awal 2000an. Cerita pertama ini bercerita tentang apa saja yang terjadi pada saat minggu pagi? Apa sajakah itu? Kuy mari baca.

              “Bangun!!!!” Alarm ibu adalah yang paling ampuh apalagi ditambah dengan spatula dan panci di tangan plus air. Setelah bangun langsung mencari remot yang mana jika dia sedang dibutuhkan dia akan menghilang. The Next Avatar confirmed”. Setelah itu ibu akan bertanya untuk sarapan apa. “Nasi goreng mak.” Nasi goreng sangat identik dengan minggu pagi, i don`t know why

              Kita akan menyalakan televisi dan mulailah bioskop sampai tengah hari. Konflik di dalam diri sendiri akan terjadi, antara menonton kartun di RCTI atau menonton Ultraman di Indosiar. Saya pasti memilih Ultraman.

              Tapi, berhati-hatilah, jika kau melihat beliau/ayahmu sudah bangun di pagi hari. Antara ada kegiatan di luar atau ada siaran yang semua sudah kita ketahui, pertandingan tinju. Remot di samping kita akan hilang lebih cepat daripada gunting kuku di hari Jumat. Kita hanya bisa berdoa di malam hari agar di hari Minggu yang bersangkutan, siaran tinju ditunda. Kemungkinan berhasil, 45%. Cukup rendah. Anda juga bisa menggunakan taktik menangis atau mengadu ke emak. Kemungkinan berhasil, 68%, bisa mencapai 90% jika nilai kalian bagus di hari-hari sekolah sebelumnya.

              Itu adalah momen yang paling berbekas sampai sekarang. Saya hanya bisa berharap agar bocil-bocil zaman sekarang bisa menikmati momen-momen itu. Bagi teman-teman yang tidak bisa menikmatinya seperti cerita di atas akibat beberapa hal tertentu, jangan sedih atau menyesal. Kalian bisa membuat seperti itu kepada keturunan kalian nanti. Percuma memikirkan hal yang sudah lewat, pastikan keturunan kalian tidak merasakan apa yang kalian rasakan waktu menjadi bocil dulu.

    Ikuti tulisan menarik Almanico Islamy Hasibuan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












    Oleh: Dwi Kurniadi

    Sabtu, 13 Agustus 2022 09:06 WIB

    Sajadah Basah

    Dibaca : 2.475 kali

    Sebuah Puisi karya Dwi Kurniadi