Strategi Penggunaan Media, Ruang, dan Waktu dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani - Analisis - www.indonesiana.id
x

TIO WIJAYA

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Mei 2022

Selasa, 24 Mei 2022 07:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Strategi Penggunaan Media, Ruang, dan Waktu dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani

    Secara umum bisa diartikan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar, yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada peserta didik.

    Dibaca : 458 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    STRATEGI PENGGUNAAN MEDIA,WAKTU,DAN RUANG DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

     

    1. Pengertian Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani

    Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.(Sadiman,2002:6) media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

    Latuheru (1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran.

    Secara umum bisa diartikan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar, yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada peserta didik.

     

    2.  Jenis-jenis Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani

    Seiring berkembangnya teknologi pendidikan dan komunikasi yang sangat pesat,maka media pembelajaran pun mengalami perkembangan yang begitu sangat pesat dengan baik dari segi kualitas,dan jenis media pembelajaran pun menjadi lebik banyak.Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran adalah sebagain berikut media grafis,media video,media kaset,media slide,media film,dan media televisi.

    Menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997 : 16) jenis-jenis media dapat digolongkan menjadi lima kelompok .Kelima kelompok itu adalah sebagai berikut:

    A. Media Visual :grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik, foto, buku, ensiklopedia, majalah, surat kabar, buku referensi dan barang hasil cetakan lain, gambar, ilustrasi, kliping, film bingkai/slide, film rangkai (film stip), transparansi, mikrofis, overhead proyektor, grafik, bagan, diagram.
    B. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
    C. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
    D. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
    E. Benda –benda hidup, simulasi maupun model.

     

    3. Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran Jasmani

    Pemilihan dalam media pembelajaran dalam proses belajar  mengajar akan memberikan kontribusi pada efektivitas tujuan pembelajaran.Menurut Drs. Sudirman. N. (1991) membagi tiga kategori prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran, sebagai berikut :

    1. Tujuan pemilihan, pemilihan media pembelajaran yang akan di gunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan media yang tepat.
    2. Karakteristik media pembelajaran, setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik di lihat dari segi keampuhan, cara pembuatannya, ataupun cara penggunaannya.
    3. Alternatif pilihan, memilih merupakan proses pembuatan keputusan dari berbagai alternative seorang guru harus dapat memilih dan menentukan mengenai media pempelajran mana yang akan digunakan apabila terdapat beberapa media pembelajaran yang dipertimbangkan.

     

    4. Fungsi Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani

    Fungsi media pembelajaran yaitu bagaimana cara  menciptakan interaksi langsung maupun tidak langsung antara sumber pesan,media,guru,siswa untuk membantu mengatasi berbagai hambatan-hambatan dalam proses belajar-mengajar sehingga proses berkomunikasi berhasil.Ada enam fungsi pokok dari media pembelajaran dalam proses belajar mengajar yang dikemukakan Sudjana (2002) yaitu:1) Alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif (2) merupakan bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar, (3) bersifat integral dengan tujuan dan isi pelajaran, (4) bukan semata-mata alat hiburan atau pelengkap, (5) lebih dimaksudkan untuk mempercepat proses pembelajaran dan membantu siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan guru,dan (6) diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.

     

    5. Manfaat dari Media Pembalajaran Pendidikan Jasmani

    Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses dan pembelajaran.Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997 : 245) adalah:

    1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata–katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
    2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
    3. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
    4. Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.

     

    6. Pengolahan Fasilitas dan Alat Pendidikan Jasmani

    Maksud dari perlengkapan di sini ialah segala hal yang melengkapi proses belajar-mengajar,contohnya seperti pemukul bola, raket, net. Gawang palang sejajar, dan lain sebagainya. Perlengkapan itunya hendaknya memadai dengan banyaknya siswa sehingga dapat mempersingkat waktu tunggu untuk memperoleh giliran.

    Aspek manajerial perlengkapan dalam proses belajar-mengajar pendidikan jasmani ialah distribusi perlengkapan sebelum proses belajar-mengajar dan pengumpulan perlengkapan sesudah proses tersebut. Dengan pengertian lain dapat dinyatakan bahwa distribusi dan pengumpulan perlengkapan itu tergolong aspek strategis dalam proses belajar-mengajar pendidikan jasmani.

    Hal lain dalam pengelolaan alat-kelengkapan untuk proses belajar mengajar ialah pengumpulan alat-alat setelah dipakai. Tanpa prosedur yang ketat, kehilangan atau kerusakan alat-alat ini sering terjadi justru pada saat-saat selesai kegiatan proses belajar-mengajar khususnya alat perorangan seperti sarung tangan raket, stick dan sebagainya. Guru atau petugas gudang, atau pembantu dapat juga turut mengawasi pengembalian alat-alat ini, sehingga hal-hal yang tak diinginkan dapat tercegah. Perlu juga dipikirkan soal pengangkutan alat-alat yang tergolong banyak contohnya bola untuk latihan tenis stick, matras yang dikeluarkan dari gudang. Pada umumnya gerobak dorong atau semacam yang beroda akan memudahkan angkutan alat.

    Tindakan strategis dalam menyiapkan suatu proses belajar mengajar ialah penyiapan lapangan. Lapangan adalah prasarana atau fasilitas yang penting dalam proses belajar-mengajar. Lapangan seharusnya disiapkan jauh sebelum proses belajar-mengajar dilakukan. Penyiapan lapangan menjelang saat-saat pelaksanaan cenderung mengambil waktu jam pelajaran efektif proses belajar-mengajar bersangkutan. Hal ini merupakan pemborosan waktu belajar-mengajar pendidikan jasmani.

     

    Penulis : Septy Dwi Anjani, Sifa Fauziah, Yazid Abdul Rozaq, Ray Rizki Anugrah, Tio Wijaya, Yusuf Darmawan Sabila, Falah Fadhlurrahman Khalil (mahasiswa prodi PJKR Unsika), Dr. Ega Trisna Rahayu, S.Pd, M.Pd (dosen prodi PJKR FKIP Unsika).

    Ikuti tulisan menarik TIO WIJAYA lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.