Ini Alasan Banyak Orang Tua Rela Berkorban untuk Pendidikan Anaknya - Analisis - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 15 Juni 2022 16:21 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ini Alasan Banyak Orang Tua Rela Berkorban untuk Pendidikan Anaknya

    Orang tua rela mengorbankan keinginannya sendiri demi bisa menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anak tercintanya.

    Dibaca : 1.416 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Banyak orang tua rela mengorbankan dana yang tidak sedikit sesuai dengan tingkat dan kemampuan finansial mereka agar putra-putri tercintanya bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik.

    Orang tua rela mengorbankan keinginannya sendiri demi bisa menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anak tercintanya. Ini semua bukan kerelaan semata, melainkan bentuk nyata tanggungjawab orang tua yang menginginkan anak-anaknya memperoleh kehidupan yang sejahtera.

    Hanya saja, banyak anak yang tidak menyadari berapa besar dana yang telah dikeluarkan orangtua untuk pendidikannya mulai dari Paud hingga perguruan tinggi. Kesadaran justru baru muncul saat mereka ini berkeluarga dan memiliki buah hati. Mereka pun mulai memikirkan biaya pendidikan anak.

    Atas banyak pengorbanan yang dilakukan orang tua, sejatinya anak lah yang mengambil manfaat atau keuntungan atas pengorbanan orang tua ini. Orang tua rela berkurban untuk kehidupan yang lebih baik untuk anak-anaknya. 

    Dalam konteks yang demikian ini maka investasi dimaknai sebagai pengorbanan sejumlah uang atau dana yang sebenarnya bisa digunakan untuk memenuhi keinginan saat ini. Orang tua rela berkorban supaya putra-putrinya mendapatkan manfaat atau keuntungan di masa depan.

    Banyak orang tua percaya pendidikan menjadi sarana mencerahkan buat putra-putrinya untuk mencapai kesejahteraan di masa depan. Pendidikan bukan semata-mata gelar akademis, melainkan lebih ke terbukanya nalar berpikir.

    Keterbukaan daya pikir membuka potensi untuk mencapai kesejahteraan. Tak mengherankan, banyak orang tua juga tak merasa rugi mengorbankan banyak keinginan pribadinya saat ini. Mereka ingin yang terbaik untuk putra-putrinya.

    Mengingat pentingnya dana pendidikan anak ini maka orang tua wajib merancang dan menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Idealnya, menyiapkan dana pendidikan anak biar nggak berat itu sejak anak masih dalam kandungan.

    Dana pendidikan anak disisihkan dari gaji bulanan. Pada umumnya, untuk dana pendidikan ini orang tua bisa menyiapkannya dengan tabungan, asuransi pendidikan, deposito hingga investasi.

    Pilihan yang terakhir yakni investasi ini yang menarik untuk diulas. Tabungan, asuransi dan deposito mungkin sudah familiar di kalangan orang tua, meski untuk saat ini banyak orang tua yang sudah beralih ke investasi.

    Beralih ke investasi bukan tanpa alasan. Bunga tabungan, asuransi pendidikan dan deposito sejatinya memberikan keuntungan berupa pertambahan nilai uang yang tidak signifikan. Bunganya masih bisa tergerus yang namanya inflasi.

    Makanya investasi yang bisa menaklukkan inflasi menjadi pilihannya. Salah satu pilihan mudah investasi untuk dana pendidikan anak adalah investasi reksa dana. Ada banyak pilihan jenis reksa dana yang bisa disesuaikan dengan jangka waktu pencapaiannya mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana pasar saham.

    Investasi reksa dana untuk pendidikan anak pun saat ini sudah mudah dilakukan secara online berbasis aplikasi, semisal dengan platform IPOTFund yang telah terintegrasi dalam aplikasi IPOT besutan Indo Premier Sekuritas.

    IPOTFund menjajakan 277 produk reksa dana dari 43 Manajer Investasi yang bisa jadi pilihan untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Platform ini legal karena berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Investor pun nyaman dan tenang dalam menyiapkan dana pendidikan putra-putrinya.

    Ikuti tulisan menarik Setyo lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.