Analisis Semiotik pada Simbol Bendera Kuning - - www.indonesiana.id
x

Sri wulan febriyanti

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 5 Juli 2022

Rabu, 6 Juli 2022 10:19 WIB

  • Topik Utama
  • Analisis Semiotik pada Simbol Bendera Kuning

    Semiotik merupakan suatu ilmu dan metode analisis untuk mengkaji tanda-tanda dan simbol yang terdapat pada suatu objek untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam nya.

    Dibaca : 192 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Semiotik merupakan ilmu dan metode analisis untuk mengkaji tanda-tanda dan simbol yang terdapat pada suatu objek untuk mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.Kajian semiotik membedakan dua jenis semiotik,yakni semiotik komunikasi dan semiotik signifikasi.Semiotika komunikasi itu menekankan pada teori tentang produksi tanda diantaranya mengasumsikan adanya enam faktor dalam komunikasi,yaitu pengirim,penerima kode (sistem tanda),pesan,saluran komunikasi,dan acuan (hal yang di bicarakan) serta memberikan tekanan pada teori tanda dan pemahamannya pada simbol dalam suatu konteks tertentu.Sedangkan semiotika signifikasi tidak mempersoalkan adanya tujuan berkomunikasi. Yang diutamakan adalah dalam segi pemahaman suatu tanda sehingga proses kognisinya pada penerima tanda lebih diperhatikan daripada proses komunikasinya.

    Konsep dasar yang menyatukan tradisi semiotika adalah tanda. Tanda menandakan sesuatu selain dirinya sendiri dan makna merupakan hubungan antara sesuatu objek atau ide dari sesuatu tanda tersebut.Sedangkan simbol atau lambang merupakan tanda yang mewakili sesuatu berdasarkan kesepakatan baik sengaja atau tidak disengaja. Misalnya di wilayah saya,simbol hati biasanya digunakan untuk melambangkan cinta. Sebenarnya semua orang tidak ada yang tahu bagaimana lambang cinta. Tetapi karena terjadi sebuah kesepakatan di dalam masyarakat, maka simbol hati pun diartikan sebagai lambang cinta.

    Di dalam kehidupan sehari-hari sering sekali kita menemukan tanda ataupun simbol. Dalam perspektif semiotika, kita harus memiliki pengertian atau pemahaman yang sama, tidak saja terhadap setiap kata dan tata bahasa yang digunakan, tetapi juga masyarakat dan kebudayaan yang melatarbelakanginya, agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik.

    Pernah gak kalian melihat simbol bendera kecil berwarna kuning yang menjadi simbol kematian. Di berbagai negara memiliki warna bendera yang berbeda, dan menjadi ciri khas sebagai penanda saat ada suasana duka atau kematian. Di Indonesia, selain warna kuning ada yang juga warna merah dan putih sebagai penanda ada kematian di berbagai wilayah. Salah satu nya di wilayah saya yaitu Lebak-Banten,ketika ada suasana duka atau meninggal pasti menggunakan bendera kecil berwarna kuning tersebut. Bendera itu di pasang di depan rumah duka dan di depan gang menuju rumah tersebut.

    Bahwasannya Dikutip National Geographic, warna kuning menjadi penanda kematian sudah ada sejak kolonialisme Belanda saat menguasai bangsa Indonesia. Pada awalnya bendera kuning tersebut sebagai penanda bagi penderita sebuah wabah yang mematikan.Para penderita wabah tersebut wajib dikarantina untuk pengantisipasi penyebaran. Pada waktu itu bentuk benderanya persegi panjang dengan warna kuning. Nah sejak saat itu banyak daerah-daerah yang secara turun temurun salah satunya Lebak-Banten yang memakai warna kuning sebagai tanda kematian meski sudah tidak ada wabah seperti dahulu lagi.

    Ikuti tulisan menarik Sri wulan febriyanti lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.