Pendudukan Jepang di Indonesia - Analisis - www.indonesiana.id
x

Aurelia U.Rakael

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 Juli 2022

Sabtu, 16 Juli 2022 05:49 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pendudukan Jepang di Indonesia


    Dibaca : 377 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Nah, di sini saya akan menjelaskan beberapa hal menarik tentang sejarah indonesia, salah satunya adalah Perang Dunia II di Kawasan Asia Pasifik.

    Tau tidak, sih, kalian tentang Perang Dunia ke II ini?

    Jika belum tau, simak baik-baik yaa.

    Sebelumnya perang dunia ke II adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia —termasuk semua kekuatan besar—yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan: Sekutu dan Poros.


    Pada tanggal 8 Desember 1941, Jepang, yang menjadi sekutu Jerman, menyerang pangkalan armada Amerika Serikat di Pearl Harbour (Pasifik). 
    Sejak itu, Perang Pasifik, yaitu bagian Perang Dunia II di wilayah Pasifik,
    dimulai. Sebulan sesudah itu, Jepang masuk dan menyerang Indonesia, mulai 
    dari Tarakan (Kalimantan Timur), kemudian Sumatera dan dilanjutkan Pulau Jawa pada dua minggu kemudian.

    Pada saat itu pemerintah Hindia Belanda memaklumkan perang pada Jepang lima jam setelah penyerbuan Pearl Harbour, tetapi pasukannya tidak sebanding dengan pasukan Jepang yang menyerbu Indonesia. Belanda hanya memiliki 4 divisi sedangkan Jepang menyerang dengan 6 sampai 8 divisi, sehingga tidak 
    mengherankan bila Gubernur Jenderal Tjarda menyerah tanpa syarat pada Jepang di Kalijati pada 8 Maret 1942.

    Perang itu terus berlanjut hingga mengakibatkan kekalahan. Dan kekalahan ini membuat Hindia Belanda untuk menandatangani sebuah kontrak. Kontrak ini ditandatangani oleh Panglima tentara Hindia Belanda yang bernama Letnan Jenderal Ter Poorten, sedang pihak Jepang diwakili oleh Jenderal 
    Hitosyi Imamura.

     Dengan masuknya Jepang tidak berarti Pergerakan Nasional Indonesia akan berhenti. Gerakan Petisi seperti Wibowo dan Soetarjo yangmuncul pada tahun 1936-an tetap menjadi landasan perjuangan kaum pergerakan di masa Jepang.

    Tujuan pergerakan ini adalah memberikan pemahaman agar pemerintah militer Jepang dapat lebih memahami rakyat 
    Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya.

    Rupanya begitu ya, selut belut kejadian perang dunia ke II.
    Begitu banyak kejadian yang dialami pada masa lampau.

    Semoga artikel ini bermanfaat. Salam sejahtera untuk semuanya.

    Ikuti tulisan menarik Aurelia U.Rakael lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.