Bukan Panti, Tapi Taman Bacaan di Kaki Gunung Salak Punya Anak Yatim dan Jompo Binaan - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Senin, 25 Juli 2022 05:46 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Bukan Panti, Tapi Taman Bacaan di Kaki Gunung Salak Punya Anak Yatim dan Jompo Binaan

    Sekalipun bukan panti, taman bacaan di kaki Gunung Salak punya program anak yatim dan jompo binaan. Apa yang dilakukannya?

    Dibaca : 647 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tidak lazim itu berarti tidak biasa. Artinya tidak umum terjadi. Bisa karena langka atau karena tempatnya. Seperti orang yang sedang berada di dalam masjid. Tapi bukan untuk ibadah melainkan numpang nyolok charger handphone. Tidak lazim itu bisa terjadi pada pikiran, sikap, atau perilaku.

     

    Nah, salah satu yang tidak lazim pun terjadi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Taman bacaan yang dikenal aktif dan komprehensif ini, tadinya hanya menjalankan program TAman Bacaan (TABA). Tapi kini setelah 5 tahun berjalan, memiliki 14 program literasi. Diantaranya program yang tidak lazim, yaitu 1) YAtim BInaan (YABI) dan 2) JOMpo BInaan (JOMBI). Kedua program (YABI dan JOMBI) dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial taman bacaan kepada anak-anak yatim dan kaum jompo. Selain menjadi tempat membaca buku, TBM Lentera Pustaka pun “tidak lazim” menjalani aktivitas literasi di taman bacaan. Karena taman bacaan, memang bukan panti yatim atau panti jompo.

     

    Apa yang dilakukan kepada anak-anak yatim binaan dan jompo binaan?

    Alhamdulillah, hingga kini TBM Lentera Pustaka tetap istikomah menyantuni anak-anak yatim dan jompo binaan. Santunan diberikan minimal sebulan sekali melalui pengajian bulanan YABI dan JOMBI. Biasanya tiap Sabtu sore di akhir bulan. Saat ini ada 12 anak yatim dan 10 jompo binaan yang disantuni. Bahkan 4 anak yatim diantaranya pun mendapat beasiswa belajar: 2 anak yatim SMP dan 2 anak yatim kuliah. Besaran santunan yang diberikan antara Rp. 50.000 s.d. Rp. 100.000 setiap bulannya + beasiswa anak yatim yang berikan setiap bulan. Uang santunan pun diperoleh dari sedekah Pendiri TBM Lentera Pustaka dan rekan-rekannya yang rutin bersedkah setiap bulan untuk anak yatim dan jompo binaan.

     

    Mengapa taman bacaan melakukan santunan anak-anak yatim dan jompo binaan? Jawabnya sederhana, untuk berbuat baik kepada anak-anak yatim dan kaum jompo. Di samping untuk menyisihkan “sedikit rezeki” untuk kaum yang membutuhkan bantuan. Asal rutin dan konsisten. Sehingga ada secercah harapan dan senyum di kalangan anak-ana yatim dan kaum jompo sekitar TBM Lentera Pustaka.

     

    Allah SWT berfirman, “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. 2:220). Atas ajaran itulah, TBM Lentera Pustaka sebisa mungkin ikhtiar untuk memuliakan anak yatim dan kaum jompo. Sebagi bentuk perhatian dan kepedulian, di samping memberikannasihat baik kepada anak-anak yatim dan kaum jompo.

     

    Ada anak-anak yatim dan kaum jompo di taman bacaan memang tidak lazim. Tapi justru program itulah yang menjadikan taman bacaan lebih berkah dan lebih bermanfaat. Karena siapa pun yang berbuat baik kepada anak-anak yatim dan kaum jompo, maka dapat menghilangkan kesengsaraan dan penderitaan dan mengangkat martabat.

     

    Dari program YABI dan JOMBI, TBM Lentera Pustaka pun belajar. Bahwa barang siapa kepeduliannya hanya pada apa yang masuk ke dalam perutnya maka nilai orang itu pun tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya. Untuk itu, berhentilah membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain tapi syukurilah apa yang kamu miliki.

     

    Karena hidup, sejatinya bukan untuk sukses dan kaya. Tapi untuk bernilai dan bermanfaat untuk orang lain. Salam literasi #YatimBinaan #JompoBinaan #TBMLenteraPustaka

     

    Ikuti tulisan menarik Syarifudin lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.