Pengamat Maritim: Walau Negara hadir dan Selalu Mendampingi, Anak Buah Kapal Jangan Seenaknya Langgar Hukum - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

subhan riyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 17 April 2020

Minggu, 14 Agustus 2022 05:49 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Pengamat Maritim: Walau Negara hadir dan Selalu Mendampingi, Anak Buah Kapal Jangan Seenaknya Langgar Hukum

    Sebuah utas yang diunggah akun @adekistrifal di media sosial Twitter mengenai anak buah kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) yang ditahan Polisi Laut China mendadak viral. 

    Dibaca : 228 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Jakarta - Sebuah utas yang diunggah akun @adekistrifal di media sosial Twitter mengenai anak buah kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) yang ditahan Polisi Laut China mendadak viral. 

    Utas diunggah oleh anak dari salah satu ABK WNI itu tak ayal mendapat tanggapan dari ratusan warganet dan telah disebarkan serta disukai puluhan ribu pengguna Twitter. Dari unggahan si anak tersebut  beberapa media nasional juga ramai memberitakannya. Sehingga pihak pemerintah melalui Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha memberi penjelasan kepada media terkait kasus yang menimpa 4 ABK WNI itu.

    Peristiwa yang menimpa 4 ABK WNI ini juga mendapat tanggapan pengamat maritim yang juga pendiri dari Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar. Dalam keterangan persnya dia menyatakan merasa prihatin dengan yang dialami ABK tersebut. Namun dia juga menyayangkan tindakan mereka, sehingga harus berurusan dengan  hukum di negara lain.

    "Terus terang saya merasa prihatin dengan apa yang terjadi pada empat ABK WNI tersebut. Tapi saya juga menyayangkan dengan kegiatan yang mereka lakukan. Sehingga mereka harus berurusan dengan aparat hukum di negara lain," katanya di Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

    Berdasarkan penjelasan dari pihak Kemenlu melalui Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha bahwa mereka ditangkap karena telah menyelundupkan bahan bakar bensin ke wilayah Wenzhou, RRT. Bahkan Pengadilan Rakyat Tingkat Menengah Kota Wenzhou mengungkapkan  4 ABK WNI tersebut tercatat pernah melakukan penyelundupan barang ke China sebanyak 22 kali sejak tahun 2015.

    "Dari penjelasan itu saya sangat menyayangkan dengan tindakan 4 ABK WNI yakni melakukan penyelundupan BBM. Apalagi tindakannya sampai berulang 22 kali. Posisi ABK WNI jelas salah. Tindakan itu tidak hanya berdampak bagi mereka, tapi bisa memiliki dampak terhadap citra kurang baik bagi keseluruhan pelaut Indonesia yang bekerja di Negara lain, dimana bisa dianggap Pelaut dari Negara Indonesia tidak patuh pada aturan yang berlaku di negara lain," katanya.

    Seharusnya para ABK WNI dalam hal ini terutama Nakhoda kapal memahami bahwa mereka terikat oleh aturan-aturan Negara tempat Kapal mereka beroperasi. Saya ambil contoh peraturan di Indonesia yaitu Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. "Dalam Pasal 40 ayat (1) menjelaskan bahwa perusahaan angkutan di perairan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan penumpang dan/ atau barang yang diangkutnya. Sebagai wakil perusahaan maka sudah seharusnya Nakhoda juga bertanggung jawab terhadap barang-barang dan muatan yang ada di kapalnya, termasuk bahan bakar untuk operasional kapal," jelas Capt. Hakeng. 

    Selain itu dalam Pasal 40 ayat (2) UU No.17 Tahun 2008, menjelaskan pula bahwa perusahaan pelayaran sebagai pengangkut memiliki tanggung jawab penuh terhadap muatan kapal sesuai dengan jenis dan jumlah yang dinyatakan dalam dokumen muatan mulai dari barang itu diterima sampai diserahkan kembali kepada pemilik barang, imbuhnya.

    Capt. Hakeng mengatakan, "Dalam beberapa kasus, terjadi penyalahgunaan wewenang oleh Nakhoda. Nakhoda sebagai wakil pengusaha kapal yang seharusnya menjaga semua aset perusahaan dan pemilik muatan, malah terkadang mengabaikan tanggung jawab tersebut. Hal ini patut disayangkan."

    Tindakan hukum dari aparat Kepolisian Laut Tiongkok terhadap para ABK WNI tidak dapat disalahkan. Apalagi tindakan dari para ABK ini menurut pandangan mereka dapat merugikan negara. Akibat dari penyelundupan itu, pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami kerugian pajak sebesar 77.415.737 RMB atau setara kurang lebih Rp 170 miliar.

    "Tindakan dari aparat kepolisian Tiongkok tidak dapat disalahkan. Mereka bekerja untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku di sana. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pihak kepolisian negara kita apabila ada warga negara asing yang melakukan pelanggaran hukum pasti juga akan dilakukan penegakkan hukum yang berlaku," tutur Capt. Hakeng.

    Capt. Hakeng juga memuji langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan tetap memberikan perhatian berupa pendampingan hukum kepada 4 ABK WNI, seperti yang diungkapkan Judha  Direktur Perlindungan WNI Kemenlu bahwa selama proses persidangan, pihaknya memberikan pendampingan pengacara untuk keempat ABK WNI.

    Bahkan menurut Judha bahwa perwakilan RI di Shanghai juga turut memastikan pemenuhan hak-hak para WNI di sistem peradilan setempat.

    "Patut diapresiasi kepedulian pemerintah dalam memberi pendampingan hukum kepada warga negaranya, yang sedang terkena kasus hukum terlepas perbuatan yang dilakukan para ABK tersebut salah," ucap Capt. Hakeng.

    Dalam akhir keterangan persnya, Capt. Hakeng mengingatkan, "Tetap patuhi hukum/aturan yang berlaku dimanapun kita berada. Jangan karena WNI, lalu bebas berbuat salah di luar negeri, karena yakin oleh negara benar atau salah akan tetap diberikan pendampingan." (**)

    Ikuti tulisan menarik subhan riyadi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Chandra Dio

    3 hari lalu

    PT Setia Manggala Abadi Hadir di Acara PIT PAPDI Bogor XI

    Dibaca : 110 kali

    PT. Setia Manggala Abadi turut hadir dan meramaikan acara Pertemuan Ilmiah Tahunan XI Perhimpunan Penyakit Dalam (PAPDI) Cabang Bogor pada 24 – 25 September 2022. Berlokasi di IPB International Convention Center, Botani Square Mall, Bogor Jawa Barat. Dilansir dari dokumen Final Announcement PIT PAPDI Bogor 2022, Kegiatan ini merupakan komitmen PAPDI untuk memberikan informasi terkini sehingga diharapkan meningkatkan profesionalisme para dokter dalam menangani berbagai kasus di bidang penyakit dalam Kegiatan PIT PAPDI Bogor XI ini di ketuai oleh oleh dr. Erwindo R, SpPD, K-GH, M.Kes, FINASIM dan mengusung tema Holistic Management Of Internal Medicine In New Era. Adapun beberapa kegiatan di dalam acara ini seperti Simposium, Diskusi Kasus Menarik, Workshop, Pameran Alat Kesehatan dan masih banyak lagi. Kegiatan ini tentunya di manfaatkan sebaik mungkin oleh PT. Setia Manggala Abadi selaku penyedia Alat USG dengan merk SOGATA untuk terus memperkenalkan produk andalannya pada sesi pameran alat-alat kesehatan. Booth PT. Setia Manggala Abadi terletak di Booth nomor 23 yang letaknya tidak jauh dari pintu utama registrasi. Penasaran kan dengan produk apasaja yang di pamerkan dari PT. Setia Manggala Abadi? Silakan datang langsung ke acara PIT PAPDI Bogor XI dan kunjungi Booth nomor 23 milik PT. Setia Manggala Abadi. PT. Setia Manggala Abadi juga telah menyiapkan promo khusus yang hanya berlaku di acara PIT PAPDI Bogor XI, yuk ramaikan dan sukseskan acara ini Teman SOGATA. Sampai bertemu di Booth PT. Setia Manggala Abadi.