Kemenkop Targetkan 30 Juta Pelaku UKM Masuk Ekosistem Digital 2024 - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Sinar Mas Land Bidik 809 UKM Go Digital Lewat Program Pembinaan. Foto-Sinar Mas Land.

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Jumat, 2 September 2022 06:55 WIB

  • Peristiwa
  • Topik Utama
  • Kemenkop Targetkan 30 Juta Pelaku UKM Masuk Ekosistem Digital 2024

    Kementerian Koperasi. Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki berharap para pengusaha besar mampu mendorong 30 juta pelaku UKM Indonesia untuk memahami sistem digital. Pada tahun 2024, pemasaran produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sudah memasuki era digital.

    Dibaca : 1.215 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Teten Masduki berharap para pengusaha besar mampu mendorong 30 juta pelaku UKM Indonesia untuk memahami sistem digital. Pada tahun 2024, pemasaran produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sudah memasuki era digital.

    Berdasarkan data dari Kemenkop UKM, pada Desember 2021 tercatat sekitar 16 juta pelaku UKM sudah masuk dalam ekosistem digital. Angka ini dinilai oleh Teten Masduki baru 25%, dari total 64 juta pelaku UKM yang ada di Indonesia.

    Teten Masduki, Kamis (1/9), berharap pada tahun 2024 mendatang pengusaha besar Indonesia mampu membina 50% ekosistem digital untuk UMKM Indonesia (32 juta pelaku UKM) guna mengoptimalkan akses pasar, dari produktivitas UMKM tersebut.  

    Ilustrai Lokakarya kolaborasi Musi Mas dan Sinar Mas Agribusiness and Food di Aceh. Foto Sinar Mas.

    Dony Martadisata, salah seorang Managing Director President Office Sinar Mas Land, dalam siaran tertulisnya, juga mengatakan program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digital berfokus pada empat hal, 1. Edukasi Sumber Daya Manusia (SDM), atau Literasi yang harus dipahami oleh jajaran UMKM, dalam hal ini masalah Digital IT, 2. Edukasi Dompet Digital, 3. Edukasi Toko Online, 4. Asistensi (Tenaga Profesional) dalam mengelolah barang yang dipasarkan.   

    Untuk mengakses pembiayaan,  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu berkolaborasi dengan berbagai mitra dari bank standar Indonesia (QR) yang menyediakan layanan transaksi secara digital, misalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Selain kerja sama dengan perusahaan Swasta, atau BUMD, BUMN, sebagai Bapak angkat.

    Ilustrasi UMKM binaan APP Sinar Mas. Foto- ist.

    Menurut Dony Martadisata, program Kemenkop UKM Teten Masduki, untuk mendorong UMKM perlu didilakukan oleh pengusaha besar, Swasta, atau BUMD, BUMN. Alasannya, Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), guna pertumbuhan ekonomi  UMKM Indonesia, dalam mengoptimalkan potensi dan produktivitas melalui platform digital, hingga memperluas akses pasar mereka.

    Dalam hal ini, Sinar Mas Agribusiness and Food, pada hari Senin, (8/8/2022) mengadakan lokakarya,  program pelatihan pemberdayaan masyarakat UMKM, secara daring. Menurut Franciscus Costan, CEO Perkebunan Sinar Mas, dalam pelatihan ini dihadiri oleh 49 pelaku bisnis dari 26 UMKM binaan Sinar Mas, dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Jambi, dan Kalimantan Tengah. Pengrajin  di sektor kerajinan tangan (kriya) dan kuliner. 

    Menurut Franciscus, didampingi Fransiska Renatta, pelatihan itu diselenggarakan, guna meningkatkan studi kelayakan, talkshow, diskusi kelompok terpumpun, konsultasi usaha, serta pelatihan 12 modul dasar, seperti literasi digital, literasi keuangan, akses pasar, perencanaan produksi, aplikasi manajemen akses ke pasar yang lebih luas. Agar mereka dapat mengembangkan usaha mereka dengan memperluas jaringan dan akses pasar, melalui kanal digital dapat dikembangkan lebih jauh.

    Untuk itu, pelatihan UMKM ini memerlukan bimbingan, pendampingan secara intensif, agar pelaku UMKM di sekitar area operasional Perusahaan terlaksana dengan baik. Bisa membantu pengembangan ekonomi masyarakat lokal, untuk mandiri dan sejahtera. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Sinar Mas Agribusiness and Food, dalam kegiatan UMKM yang dicanangkan Kemenkop UKM,” kata Fransciscus.  

    Dalam pelaksanaan pembinaan UMKM ini, Sinar Mas Agribusiness and Food, menggandeng sejumlah orang yang membidangi keahliannya, diantaranya dibidang teknologi (Krealogi) digital. Agar pelaku atau penggiat UMKM mampu mengembangkan bisnisnya, melalui pengelolaan usaha secara digital. “Pada program kolaborasi ini, Krealogi memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM, agar terampil dalam pengelolaan dan pengembangan usahanya,” kata Fransciscus.

    Menurut Sinar Mas Agribusiness and Food, adalah group Golden Agri-Resources (GAR). Perusahaan ini bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia, memiliki lahan kebun sawit seluas 536.907 hektar, termasuk kebun plasma milik petani. Perusahaan GAR yang didirikan pada tahun 1996 ini, tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan nilai kapitalisasi pasar US$2,9 miliar, per 31 Maret 2022.

    Menurut Sumber. Perusahaan Investasi Flambo International Limited (IFIL) saat ini, saham terbesar dipemegang GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50-56 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk. Sebagai agrobisnis terintegrasi, Sinar Mas Agribusiness and Food menghadirkan pasokan end-to-end yang efisien. Mulai dari penanaman, pemanenan kelapa sawit hingga ke pengolahan tandan buah segar kelapa sawit.

    Sebagai Agribusiness and Food. Sinar Mas memproduksi bahan pangan yang berbahan baku tandan buah segar kelapa sawit, menjadi minyak nabati, margarin, mentega putih (shortening), dan minyak sawit mentah (CPO) serta pemurnian CPO menjadi minyak goreng curah, biodiesel oleokimia. Hasil dari produksi tersebut untuk kebutuhan dalam dan luar negri. Dari itu, Sinar Mas yang bergerak dalam bidang Agribusiness and Food juga merangkul UMKM, untuk meningkatkan perekonomian rakyat.

    Sebelum program pelatihan lokakarya pemberdayaan masyarakat UMKM dilakukan pada hari Senin, (8/8/2022). Sinar Mas Agribusiness and Food, pada bulan September 2021 hingga Februari 2022, juga telah mengadakan pelatihan peningkatan skala usaha bagi UMKM dari Provinsi Kalimantan Barat dan Riau. “Dari 30 Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) UMKM binaan Sinar Mas ini bergerak pada usaha kuliner, kerajinan dan jasa,” kata Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba.

    Mereka yang berjumlah 30 APP dan tergabung dalam UMKM binaan Sinar Mas itu, menurut Elim, telah selesai 90 persen, mengikuti pelatihan dengan baik. “Mereka sebagian besar kaum ibu sudah berhasil membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk tahapan produksi industri kuliner sendiri. Untuk itu diharapkan kepada mereka, dapat merambah bisnis e-commmerce, dan menembus akses pangsa pasar nasional dan global,” kata Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba.

    Koordinator perempuan pengusaha, Irma Sustika, menilai, program UMKM yang dibina oleh Sinar Mas, sejak Oktober 2021, hingga Senin (25/4/2022). Diikuti oleh 40 pelaku UMKM dari sejumlah provinsi, telah berhasil mengembangkan usahanya dalam tahapan produksi kuliner. Berupa makanan ringan, seperti kripik singkong, kripik udang dan stik kentang, dan stik kawin (perpaduan antara sawi dan keju), semuanya sudah masuk ke toko oleh-oleh dari Pekan Baru, Riau.

    “Setelah mengikuti program pendampingan pembinaan (inkubasi) dari para mentor, untuk bisnis UM KM yang diselenggarakan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Perawang Provinsi Riau, selama dua bulan, dan mendapatkan tambahan modal sebagai reward/ penghargaan atas terpilihnya menjadi menjadi salah satu dari lima UMKM terbaik. Membuat usaha kuliner saya jadi berkembang pesat,” kata Tatik.  

    Hal senada juga diakui oleh Lailatul, pelaku UMKM asal Kecamatan Mojokerto, sejak ikut program inkubasi, binaan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Usahanya membuat kuliner branding, makanan kekinian “Isokaya” yang terbuat dari kripik singkong, rasa kentang banyak diminati oleh sejumlah pejabat asal Kecamatan Sidoarjo. :Bahkan jadi produk oleh-oleh dari Provinsi Jawa Tengah," kata Lailatul.***

    Ikuti tulisan menarik djohan chan lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.