Keterampilan Membaca Nyaring - Humaniora - www.indonesiana.id
x

Gambar tersebut menunjukkan 3 anak sedang membaca buku cerita.

Aisyah Kimberly Maroe

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 April 2022

Rabu, 23 November 2022 07:41 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Keterampilan Membaca Nyaring

    Membaca nyaring merupakan suatu kegiatan yang melafalkan atau mengungkapkan suatu informasi dan gagasan menggunakan suara dengan cukup keras.

    Dibaca : 561 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pengertian membaca nyaring

    Membaca nyaring merupakan suatu kegiatan yang melafalkan atau mengungkapkan suatu informasi dan gagasan menggunakan suara dengan cukup keras. Adapun pengertian lain menurut Tarigan (2008:13), membaca nyaring adalah suatu aktivitas sebagai alat bagi guru, murid, atau pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap atau memahami informasi, pikiran, dan perasaan seseorang pengarang.

     

    Tujuan dan manfaat membaca nyaring

    Pada umumnya membaca nyaring dilakukan untuk tujuan, seperti membaca. studi atau pembelajaran di kelas, mendengarkan karya sastra seseorang seperti puisi atau cerpen, membaca untuk mengisi waktu luang, dan mencari keterangan sesuatu. Tujuan lainnya yaitu:

    1. Melatih kepercayaan diri seseorang untuk berbicara di depan umum
    2. Membangkitkan semangat dalam membaca
    3. Menambah informasi dalam memperkaya kosa kata.

    Membaca nyaring bukan hanya memberikan manfaat sebagai cara mendapatkan informasi. Namun, membaca nyaring juga mampu memudahkan seorang pengajar untuk mengevaluasi peserta didik dalam keterampilan membaca, melatih keterampilan menyimak peserta didik, dan memperkaya kosa kata peserta didik.

     

    Kelemahan membaca nyaring

    Beberapa kelemahan membaca nyaring berdasarkan pendapat Al-Khuliy (2016) di antaranya:

    1. Keterampilan membaca nyaring memerlukan kesungguhan yang lebih dan dapat melelahkan pembaca.
    2. Kegiatan membaca nyaring pembaca disibukan dengan pengucapan.
    3. Kegiatan membaca nyaring hanya dilakukan dalam bebrapa kesempatan saja.
    4. Dalam beberapa kesempatan, membaca nyaring dapat menganggu orang lain.

    Pengertian dan faktor yang mempengaruhi peningkatan keterampilan membaca nyaring

    Peningkatan  keterampilan  membaca  nyaring  adalah  hal  yang  sangat penting  untuk dilakukan sebagai upaya dalam  menyelesaikan  permasalahan terkait dengan membaca nyaring.

    Ada tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keterampilan membaca nyaring.

    1. Faktor fisiologis: mencakup kesehatan fisik yang tidak menguntungkan pembaca, seperti kelelahan, gangguan pada alat pendengaran, bicara, atau penglihatan.
    2. Faktor intelektual: berkaitan dengan kemampuan pembaca nyaring dalam bertindak dan berpikir.
    3. Faktor psikologis atau faktor lingkungan: mencakup motivasi, minat baca, emosi atau penyesuaian diri.

     

    Upaya untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring

    1. Menggunakan ucapan atau lafal yang tepat sesuai dengan huruf atau kata-kata
    2. Menggunakan frase yang tepat
    3. Menggunakan intonasi suara yang wajar agar makna mudah dipahami.
    4. Pemberhentian dalam memenggal kata-kata yang tertera atau jeda dalam membaca harus jelas sesuai dengan makna yang disampaikan.
    5. Memperhatikan tempo atau cepat lambatnya membaca.

     

    Keterampilan membaca nyaring menggunakan keterampilan persepsi

    Keterampilan persepsi adalah keterampilan untuk membedakan, mengelompokan, dan memfokuskan suatu hal dengan menggunakan penglihatan dan daya tangkap. Selain menguasai keterampilan persepsi atau keterampilan penglihatan dan daya tangkap, pembaca juga perlu membantu pendengar agar mampu menangkap makna bacaan dari apa yang disampaikan, terdapat lima cara yang biasanya digunakan oleh pembaca menurut Tarigan (2008), antara lain:

    1. Menyoroti ide-ide dengan mempergunakan penekanan yang jelas.
    2. Menjelaskan perubahan dari ide ke ide lainnya.
    3. Menerangkan kesatuan-kesatuan kata yang tepat dan baik.
    4. Menghubungkan ide-ide yang bertautan dengan jalan menjaga suaranya agar tinggi sampai akhir dan tujuan tercapai.
    5. Menjelaskan klimaks- klimaks dengan gaya dan daya ekspresi yang baik dan tepat.

    Ikuti tulisan menarik Aisyah Kimberly Maroe lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.