Membaca dalam Hati, Apakah Mudah untuk Diingat? - Analisis - www.indonesiana.id
x

Ilustrasi seseorang yang sedanng membaca buku

LAELATUL QODRIAH 2021

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 April 2022

Rabu, 7 Desember 2022 05:59 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Membaca dalam Hati, Apakah Mudah untuk Diingat?

    Seringkali kita merasa nyaman dengan membaca tanpa mengeluarkan suara atau hanya menggunakan ingatan dan mengaktifkan mata. Secara tidak langsung teknik membaca dalam hati ini dilakukan agar tidak mengganggu orang sekitar. Membaca merupakan suatu aktivitas yang penting dan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Dengan membaca dapat menjadikan seseorang memiliki banyak wawasan dan ilmu pengetahuan. Beberapa orang memilih untuk membaca dalam hati karena merupakan hal yang menenangkan serta lebih fokus membacanya, sehingga informasi lebih cepat didapat.

    Dibaca : 488 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Terdapat macam-macam teknik membaca yang diterapkan, salah satunya adalah membaca dalam hati. Membaca dalam hati merupakan kegiatan membaca yang dilakukan tanpa mengeluarkan suara. Wijaya mengatakan membaca dalam hati dilakukan dengan tidak mengeluarkan suara, hanya mempergunakan ingatan visual, yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan.  Kemudian, membaca dalam hati dapat dilakukan dengan sempurna tanpa melibatkan suara, desauan dan gerakan lidah tanpa adanya getaran dalam pita suara.

    Membaca dalam hati biasa disamakan dengan membaca pemahaman. Membaca pemahaman disini atau komprehensif adalah kemampuan membaca dengan pemahaman untuk memahami hal-hal penting dari apa yang dibaca. Dalam memahami ide pokok, detail penting dan seluruh pengertian. Lalu, bagaimana cara efektif untuk lebih mudah dalam memahami dan mengingat suatu bacaan? Yaitu dengan mengorganisasikan bahan yang dibaca dengan yang mudah dipahami dan mengkaitkan fakta yang satu dengan fakta yang lain atau menghubungkannya dengan konteks. (Sunarti, 2021)

    Tujuan utama membaca dalam hati (silent reading) menurut tarigan adalah untuk memperoleh informasi. Jadi pembaca akan memperoleh infomasi dan memahami isi bacaan tersebut. Adapun bentuk-bentuk membaca dalam hati dibagi menjadi dua bentuk yaitu:

    1. Membaca ekstensif, membaca dengan objek sebanyak-banyaknya dengan waktu yang singkat. Dengan tujuan untuk memahami isi yang penting dengan tepat, cepat, serta efisien. Broughton membagi membaca ekstensif ini menjadi tiga yaitu membaca survei, membaca sekilas dan membaca dangkal.
    2. Membaca intensif, membaca yang dilakukan dengan seksama yaitu dengan membaca beberapa pilihan untuk mengasah serta menumbuhkan kemampuan membaca kritis. Tujuannya agar sukses dalam pemahaman yang penuh dengan argumen logis, mengetahui serta menelaah isi dalam suatu bacaan, menambah kosa kata dan mengembangkannya. Membaca intensif membutukan pemahaman untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Terbagi menjadi dua bagian yaitu membaca telaah isi dan telaah bahasa.

    Beberapa orang memilih untuk membaca dalam hati karena merupakan hal yang menenangkan serta lebih fokus membacanya, sehingga informasi lebih cepat didapat. Karya apa saja yang baik dilakukan dengan membaca dalam hati? Menurut saya sendiri membaca novel atau karya sastra lebih cocok, lebih memudahakan pembaca memiliki gambaran yang terdapat dalam bacaan tersebut. Membaca dalam hati juga sama halnya menolong untuk tetap membaca tanpa mengganggu orang lain.

    Manfaat yang didapatkan dengan membaca dalam hati, bisa dilakukan jika sedang berada di tempat ramai, tampat yang dilarang untuk berisik, seperti perpustakaan, rumah sakit, angkutan umum dan masih banyak tempat yang lainnya. Karena pada setiap tempat, menunjukan kondisi orang lain yang memiliki kesibukan masing-masing dan mungkin akan mengganggu kenyamanan orang lain.

    Daftar Pustaka:

    Wijaya, Andika Prasetya. (2021). Katalog Dalam Terbitan (KDT) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Strategi Direct Reading Thingking Activity Dalam Pembelajaran Pendidikan Dasar. Semarang: Harian Jateng Network.

    Sunarti, Sri. (2021) Pembelajaran Membaca Pemahaman di Sekolah Dasar. Pekalongan: Penerbit NEM.

    Ikuti tulisan menarik LAELATUL QODRIAH 2021 lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.