Tipologi Belajar dalam Psikologi Pendidikan - Pendidikan - www.indonesiana.id
x

Sumber: Pribadi

SITI SAROH

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 7 April 2022

Sabtu, 17 Desember 2022 18:58 WIB

  • Pendidikan
  • Topik Utama
  • Tipologi Belajar dalam Psikologi Pendidikan

    Psikologi Pendidikan merupakan ilmu atau pembelajaran yang sangat penting dipahami dan diterapkan oleh pendidik.

    Dibaca : 1.177 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Psikologi pendidikan merupakan pengetahuan yang didasarkan atas hasil temuan riset psikologis. Hasil temuan riset psikologis tersebut kemudian dirumuskan sedemikian rupa hingga menjadi konsep, teori, metode, dan strategi yang utuh (Ibu Maolidah, dosen psikologi pendidikan UIN Jakarta).

    Psikologi pendidikan merupakan pembelajaran yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan oleh pendidik, agar dapat menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan. Dalam psikologi pendidikan terdapat salah satu materi yang esensial untuk dipahami, yaitu tipologi belajar. 

    Tipologi adalah ilmu yang membahas atau mempelajari tentang tipe. Dalam belajar, setiap siswa tentu memiliki tipe khusus yang dapat memudahkan dirinya dalam menerima dan mengolah informasi dengan baik dan cepat. Tipe tersebut disebut sebagai tipologi belajar siswa. 

    Tipologi belajar sangat berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Karena tipologi adalah cara-cara yang digunakan oleh siswa untuk mempermudah dirinya dalam belajar. 

    Dalam tipologi belajar, Bobbi De Porter dan Mike Hemack dalam buku Quantum Learningnya membagi tipologi ke dalam 3 bagian, yaitu:

    1. Visual, yaitu belajar dengan cara melihat.

    2. Auditorial, yaitu belajar dengan cara mendengar.

    3. Kinestetik, yaitu belajar dengan cara bergerak.

    Melalui pembagian tipologi belajar tersebut, dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan dengan dosen pengampu Ibu Maolidah terdapat observasi. Observasi ini dilakukan oleh mahasiswa pendidikan agar mengetahui bagaimana tipe-tipe belajar siswa di sekolah.

    Dalam observasi yang dilakukan oleh penulis, ditemukan hasil berupa tipe belajar siswa. Penulis melakukan observasi pada dua responden, yaitu Wilda dan Fazri. Wilda dan Fazri merupakan siswa kelas 9.

    Dalam observasi tersebut terdapat beberapa pertanyaan yang dijawab oleh responden. Salah satu pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner adalah "Hal apa yang kurang disukai ketika belajar?". Dalam pertanyaan tersebut, Wilda kurang suka untuk berdiam diri saja, ini artinya Wilda memiliki tipe belajar yang kinestetik. Sedangkan Fazri, kurang suka apabila disuruh membaca. Artinya, Fazri memiliki tipe belajar auditorial.

    Melalui mata kuliah Psikologi Pendidikan, banyak sekali hal-hal yang membuat kita membuka mata bahwa banyak sekali hal-hal yang perlu kita perhatikan dengan lebih. Terutama dalam dunia pendidikan, penting sekali untuk pendidik memahami dan menerapkan ilmu Psikologi Pendidikan.

    Ikuti tulisan menarik SITI SAROH lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.