x

Aspal. Ilustrasi Pembangunan Jalan

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Jumat, 14 Juli 2023 07:59 WIB

Siapa Bilang Mewujudkan Hilirisasi Aspal Buton itu Sulit?

Sebaiknya kita harus memulai dari diri kita sendiri, dengan menugaskan PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN, untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Bukankah dengan demikian segala sesuatunya itu akan menjadi lebih sangat mudah? Pak Jokowi, kalau mewujudkan hilirisasi aspal Buton bisa sedemikian mudahnya, mengapa harus dipersulit?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mengutip berita dari cnbc.com tanggal 6 April 2023, dengan judul: “Bahlil Lahadalia: Hilirisasi Gak Gampang, Susah Minta Ampun”. Kita merasa heran mengenai apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan program hilirisasi, sehingga pak Bahlil minta-minta ampun. Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut saat ini pemerintah sedang fokus dalam mengarahkan investasi ke sektor hilirisasi agar memiliki nilai tambah. Namun dalam pelaksanaannya adalah tidak mudah.

Presiden Joko Widodo dalam arahannya berkali-kali menyampaikan komitmennya, arah kebijakan investasi ke depan harus mengarah kepada hilirisasi. Pada saat membangun hilirisasi banyak pihak yang protes dan cemas terhadap penurunan pendapatan negara. Namun, hal itu sudah dibuktikan bahwa dengan hilirisasi produk dapat meningkatkan kontribusi pendapatan negara.

Sehubungan dengan hilirisasi aspal Buton yang sampai saat ini masih belum juga kunjung terwujud, mungkin kita kurang setuju dengan pendapat pak Bahlil ini, bahwa mewujudkan hilirisasi itu tidak gampang, atau sulit. Susahnya minta ampun. Mungkin kita harus bijak membedakan antara masalah hilirisasi aspal Buton dengan masalah hilirisasi bahan mineral-mineral lainnya. Hilirisasi bahan mineral-mineral bertujuan untuk mengolah bahan baku di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah, sehingga dari produk bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan barang jadi. Akibat dari kebijakan hilirisasi ini, negara-negara lain yang biasanya membeli bahan baku mineral dari Indonesia, maka sekarang industri mereka terancam akan bangkrut. Oleh karena itu banyak negara-negara lain yang sekarang menentang kebijakan hilirisasi ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sedangkan hilirisasi aspal Buton, selain untuk menghasilkan nilai tambah dari bahan baku menjadi bahan jadi, sejatinya hilirisasi aspal Buton ini mempunyai misi dan visi yang sangat mulia dan istimewa. Berbeda dengan misi dan visi hilirisasi bahan mineral-mineral lainnya. Misi dan visi hilirisasi aspal Buton adalah untuk mengsubstitusi aspal impor. Ingat, Indonesia sudah mengimpor aspal selama 43 tahun lebih. Inilah sejatinya tugas utama negara yang harus diemban oleh hilirisasi aspal Buton. Kebanyakan orang tidak tahu menahu, tidak peduli, dan tidak sadar, bahwa nilai tambah dari hilirisasi aspal Buton yang sesungghnya terletak dari proses upaya dan perjuanganya untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton tersebut. Dan bukan dari produk akhir hilirisasi aspal Buton yang berbentuk aspal Buton ekstraksi. Mengapa bisa demikian?

Perjuangan untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton terasa berat dan sulit, karena kita melawan aspal impor. Sekarang kita rubah paradigma cara berpikir kita. Aspal impor sekarang kita jadikan teman bersaing. Dan bukan sebagai lawan. Ayo kita bersaing secara sehat dan sportif. Siapa yang terbaik dialah yang menang. Sekarang adalah tugas negara untuk menjamin dan memastikan bahwa persaingan antara aspal Buton ekstraksi dan aspal impor berjalan dengan adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku.  

Mari kita kaji mengapa hilirisasi aspal Buton masih belum juga terwujud di era 2 periode pemerintahan pak Jokowi? Karena prioritas utama pemerintahan pak Jokowi adalah membangun hilirisasi nikel dan tembaga. Dari peta jalan hilirisasi investasi strategis yang dibuat oleh Kementerian Investasi, hilirisasi aspal Buton berada di urutan ke8. Jadi tidaklah heran, kalau hilirisasi aspal Buton sampai sekarang ini masih belum juga terwujud. Karena memang prioritasnya sangat rendah di mata pemerintah. Kesimpulannya, hilirisasi aspal Buton itu belum terwujud bukanlah karena Indonesia tidak mampu. Tetapi karena Indonesia masih belum mau. Indonesia masih merasa nyaman dengan mengimpor aspal. Tetapi apabila pada suatu saat nanti, Indonesia sudah mau, maka sejatinya mewujudkan hilirisasi aspal Buton itu adalah sangat mudah.

Mengapa hilirisasi nikel bisa terwujud dengan sangat cepat ? Dan mengapa hilirisasi aspal Buton tidak juga kunjung terwujud ? Mana yang lebih mudah mewujudkannya? Apakah hilirisasi nikel, atau hilirisasi aspal Buton ? Yang lebih mudah adalah mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Teknologi ekstraksi aspal Buton adalah teknologi sederhana. Deposit aspal alam Buton sangat melimpah. Disamping itu, bahan baku aspal Buton perada di permukaan, sehingga mudah ditambang. Pasar aspal Buton ekstraksi sudah sangat terbuka luas untuk mengsubstitusi 1,2 juta ton per tahun. Jadi semua faktor pendukung membangun hilirisasi aspal Buton sudah siap sedia. Jadi tidak masuk akal kalau ada orang yang mengatakan bahwa mewujudkan hilirisasi aspal Buton itu adalah sulit.

Ketika pak Jokowi datang ke pulau Buton, Sulawesi Tenggara, pada tanggal 27 September 2024, pak Jokowi sudah memutuskan akan stop impor aspal pada tahun 2024. Tetapi sayangnya, tidak ada satu orangpun wartawan yang menanyakan kepada pak Jokowi, Indonesia akan stop impor aspal pada bulan apa di tahun 2024 ? Pertanyaan ini penting, karena masa pemerintahan pak Jokowi akan berakhir pada bulan Oktober 2024. Jangan sampai pak Jokowi akan menghentikan impor aspal setelah bulan Oktober 2024.

Keputusan pak Jokowi akan stop impor aspal pada tahun 2024 merupakan keputusan yang jenius. Coba sekarang kita asumsikan Indonesia akan stop impor aspal pada bulan Juni 2024. Maka semua pembangunan infrastruktur jalan-jalan di seluruh Indonesia terpaksa harus menggunakan stok sisa-sisa aspal impor yang tersedia, produk aspal Buton, dan produk semen. Sekarang kita lihat berapa lama pembangunan infrastruktur jalan-jalan tersebut akan mampu berjalan dan dilanjutkan. Paling-paling akan bertahan selama 4 bulan, atau sampai bulan Oktober. Dan setelah itu bagaimana ? Itu bukan urusan pak Jokowi lagi. Itu sudah urusan presiden yang baru. Mau terus stop impor aspal, silahkan. Dan apabila mau impor aspal lagi, silahkan. Emangnya gue pikirin?

Mewujudkan hilirisasi aspal Buton adalah sulit, apabila kita harus melawan kekuatan maha besar dari aspal impor. Tetapi mewujudkan hilirisasi aspal Buton itu sangat mudah, kalau pak Jokowi mau. Caranya bagaimana? Caranya adalah dengan menugaskan PT Pertamina (Persero) sebagai sebuah perusahaan BUMN, untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Kalau aspal impor mau macam-macam dengan aspal Buton, Pertamina akan menantang: “Ayo kita adu harga dan kualitas. Mari kita berkompetisi secara sehat antara aspal Buton ekstraksi dengan aspal impor. Biarkan konsumen yang akan menilai dan menentukan, siapa sebenarnya yang terbaik”.

Pak Bahlil mengatakan mewujudkan program hilirisasi adalah tidak gampang, atau sulit, mungkin karena kita berpikir yang muluk-muluk. Kita mempunyai keinginan yang sangat besar, sedangkan kemampuan kita sangat terbatas. Oleh karena itu, kita harus mulai dari diri kita sendiri. Dalam hal hilirisasi aspal Buton, kita mulai dari menugaskan PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN, untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Kita mulai dari yang kecil dulu, dengan membangun mini plant dengan kapasitas 8 ribu ton per tahun. Dan dimulai dari sekarang. Bukankah segala sesuatunya itu akan menjadi lebih sangat mudah? Pak Jokowi, kalau mewujudkan hilirisasi aspal Buton bisa sedemikian mudahnya, mengapa harus dipersulit?

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler