x

Hasil Nikel Indonesia Terbaik

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Senin, 31 Juli 2023 18:15 WIB

Hilirisasi Aspal Buton Wajib Belajar dari Hilirisasi Nikel

Di mata rakyat, hilirisasi aspal Buton adalah harapan masa depan untuk bisa hidup lebih sejahtera. Sedangkan hilirisasi nikel adalah harapan masa depan yang suram akibat terjadinya banyak pencemaran lingkungan hidup. Jadi hilirisasi nikel sejatinya untuk siapa? Semoga hilirisasi aspal buton sejatinya adalah hanya untuk rakyat semata.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hilirisasi pertambangan adalah program dan strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas bahan-bahan tambang yang sebelumnya telah diekspor dalam bentuk bahan mentah, dan sekarang bahan mentah tersebut harus sudah dapat diolah terlebih dahulu di dalam negeri untuk menjadi barang-barang setengah jadi, atau jadi. Mengekspor dalam bentuk barang jadi, harganya akan bisa lebih mahal, dan berlipat ganda daripada mengekspor bahan mentah. Disamping itu, yang paling penting adalah kebijakan hilirisasi pertambangan ini akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, dan pemasukan yang signifikan bagi negara,

Hilirisasi nikel telah berjalan lebih dulu daripada hilirisasi aspal Buton. Nilai ekspor produk nikel dari hasil hilirisasi telah mencapai USD 33,81 milyar atau Rp 504,2 triliun pada tahun 2022. Angka tersebut sebesar naik 745% dari nilai ekspor tahun 2017.

Melihat angka-angka ini, kita merasa kagum dan takjub. Hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah untuk hilirisasi nikel telah berhasil dengan sangat baik. Dimana telah terjadi kenaikan nilai ekspor sebesar 745%. Hal ini sangat luar biasa sekali. Sampai pada April 2023, realisasi nilai ekspor nikel hasil hilirisasi sudah mencapai USD 11 milyar atau Rp 165 triliun. Diperkirakan tahun ini akan naik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa yang dapat hilirisasi aspal Buton pelajari, dan ambil hikmahnya dari keberhasilan hilirisasi nikel ini? Kalau program hilirisasi nikel sudah terbukti sangat menguntungkan, tetapi mengapa para investor masih belum ada yang mau dan tertarik untuk berinvestasi di bidang hilirisasi aspal Buton? Apa yang membuat perbedaan yang mencolok antara hilirisasi nikel dengan hilirisasi aspal Buton? Bukankah hilirisasi itu sama-sama bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari bahan mentah menjadi barang-barang setengah jadi, atau jadi? Tetapi faktanya, hilirisasi aspal Buton sampai sekarang masih belum juga terwujud. Apakah ada yang salah dengan hilirisasi aspal Buton?

Mengapa hilirisasi nikel boleh dikatakan sebagai super sukses? Karena hilirisasi nikel telah didukung penuh oleh pemerintah. Upaya-upaya pemerintah untuk mewujudkan hilirisasi nikel sangat luar biasa besarnya. Banyak kemudahan-kemudahan yang telah diberikan oleh pemerintah kepada para Investor untuk mau berinvestasi di bidang hilirisasi nikel. Hal ini berbanding terbalik dengan upaya-upaya pemerintah untuk mewujudkan hilirisasi aspal Buton. Rakyat bertanya: ”Kalau program hilirisasi pertambangan adalah kebijakan pemerintah, tetapi mengapa ada diskriminasi dan perbedaan yang mencolok dalam pemerintah menangani hilirisasi nikel, dibandingkan dengan pemerintah menangani hilirisasi aspal Buton?”. Seharusnya pemerintah bersikap adil, bukan?.

Akibat adanya ketidakadilan pemerintah ini terhadap hilirisasi aspal Buton, maka rakyat menjadi marah dan merasa curiga. Apakah hilirisasi aspal Buton ini sengaja diabaikan, karena bentrok dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang lain?. Yaitu; kebijakan impor aspal. Sejatinya, kebijakan hilirisasi aspal Buton memang bertentangan dengan kebijakan impor aspal. Oleh karena itu, pemerintah tidak perlu menyangkal. Karena rakyat sudah tahu sejak lama. Dan itu bukan merupakan rahasia lagi. Dan kalau saja ada pertentangan antar kebijakan-kebijakan, kebijakan mana yang harus diutamakan dan diprioritaskan? Tentunya kebijakan yang telah diperkuat oleh Undang-Undang negara. Yaitu; kebijakan hilrisasi aspal Buton.

Logika dan akal sehat kita mengatakan, kalau program hilirisasi nikel yang merupakan kebijakan pemerintah ini sangat menguntungkan bagi negara, mengapa bukan negara sendiri yang menangani hilirisasi nikel ini? Padahal UUD’45, Pasal 33, Ayat 3, sudah mengatakan hal ini dengan tegas dan jelas. Kalau Indonesia masih belum memiliki teknologinya, seharusnya perusahaan-perusahaan BUMN yang harus bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan asing untuk mengelola hilirisasi nikel. Dengan demikian diharapkan akan ada transfer ilmu dan teknologi kepada anak bangsa. Sehingga pada suatu saat nanti Indonesia akan mampu mandiri, Tetapi kelihatannya harapan ini tidak terjadi. Isu-isu ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi hilirisasi aspal Buton agar nanti hilirisasi aspal Buton wajib akan dikelola oleh perusahaan BUMN.

Hal-hal apa lagi yang hilirisasi aspal Buton dapat pelajari dan ambil hikmahnya dari hilirisasi nikel? Persoalan tenaga kerja jangan dianggap remeh dan sepele. Karena ini adalah alasan utama mengapa hilirisasi pertambangan ini diadakan. Pengangguran dan sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Akibatnya banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencoba peruntungannya dengan mencari pekerjaan ke luar negeri. Padahal pemerintah wajib memberikan lapangan pekerjaan kepada rakyatnya. Hilirisasi aspal Buton akan belajar dari hilirisasi nikel untuk tidak menggunakan Tenaga Kerja Asing (TKA), kecuali hanya untuk tenaga ahli. Dengan banyaknya TKA akan menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan sosial. Karena ada sistim diskriminasi dalam penggajian yang dapat memicu terjadinya iri hati dan konflik antar pekerja.

Hal yang terpenting, yang dapat hilirisasi aspal Buton pelajari dan ambil hikmahnya dari hilirisasi nikel adalah masalah lingkungan hidup. Menurut berita di media-media massa, limbah-limbah dari hilirisasi nikel telah mencemari sungai dan laut sehingga banyak terumbu karang yang rusak, sehingga ikan-ikan sulit ditangkap oleh para nelayan di sekitar lokasi penambangan dan smelter nikel. Mudah-mudahan hal yang sangat merugikan bagi rakyat ini tidak akan terjadi pada hilirisasi aspal Buton. Proses ekstraksi aspal Buton tidak sekompleks proses smelter nikel. Proses ekstraksi aspal Buton sangat ramah lingkungan. Dan tidak ada limbahnya sama sekali. Rakyat Buton tidak perlu merasa kuatir, karena masalah limbah yang terjadi pada hilirisasi nikel tidak akan pernah terjadi pada hilirisasi aspal Buton.

Apabila hilirisasi aspal Buton akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang lokal, transfer ilmu dan teknologi untuk orang-orang lokal, dan tidak ada limbahnya sama sekali, maka hilirisasi aspal Buton tentunya akan lebih baik daripada hilirisasi nikel untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Tetapi mengapa pemerintah tidak mau mewujudkan hilirisasi aspal Buton ini? Padahal harga aspal impor itu sangat mahal. Mengapa Indonesia memilih masih mau impor aspal terus yang harganya sangat mahal? Padahal aspal Buton ekstraksi yang harganya jauh lebih murah sudah berada di depan pelupuk mata. Jadi pemerintah ini maunya apa?

Berdasarkan perbandingan antara hilirisasi nikel dan hilirisasi aspal Buton, ternyata banyak berbedaannya. Perbedaan yang paling dominan adalah di mata pemerintah hilirisasi aspal Buton dianggap sebagai “anak tiri”. Sedangkan hilirisasi nikel dianggap sebagai “anak emas”. Tetapi di mata rakyat, hilirisasi aspal Buton adalah harapan masa depan untuk bisa hidup lebih sejahtera. Sedangkan hilirisasi nikel adalah harapan masa depan yang suram akibat terjadinya banyak pencemaran lingkungan hidup. Jadi hilirisasi nikel sejatinya untuk siapa? Semoga hilirisasi aspal buton sejatinya adalah hanya untuk rakyat semata.

     

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler