x

Iklan

Kasdin Basri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Desember 2022

Sabtu, 2 Desember 2023 12:04 WIB

Solusi Terbaik Menghindari Kemacetan di Kota Ini Adalah Terbang

Mungkin dengan terbang, saya bisa melihat Kota Makassar dari atas, tanpa harus terjebak kemacetan parah di bawah sana. Dengan terbang saya pasti bisa merasakan kebebasan dan kesenangan, tanpa harus merasakan stres dan kebosanan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Siapa yang tidak ingin terbang bebas di langit biru, tanpa harus terjebak di kemacetan yang menguras waktu dan tenaga? Itulah yang sering terlintas di pikiran saya ketika melintasi jalan-jalan di Kota Makassar.

Kota Makassar adalah salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak aktivitas dan mobilitas. Setiap hari, ribuan orang berlalu lalang di jalanan, baik untuk bekerja, berbelanja, berwisata, atau sekadar bersantai. Saya sendiri adalah seorang pegawai swasta yang juga hobi berkendara tanpa tujuan, hanya untuk menikmati pemandangan dan suasana kota.

Namun, sayangnya, Kota Makassar juga memiliki masalah lalu lintas yang sangat serius. Kemacetan adalah hal yang sudah biasa terjadi di berbagai titik di kota ini, terutama di jam-jam sibuk. Sejauh yang saya amati faktor yang menyebabkan kemacetan di Kota ini adalah 3 hal berikut :

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kepadatan kendaraan

Tidak bisa dipungkiri, jumlah kendaraan di Kota Makassar mengalami peningkatan yang signifikan tiap tahunnya, belum lagi dengan fakta bahwa kota ini juga menjadi jalur utama untuk kendaraan-kendaraan dari daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan. Akibatnya, jalan-jalan menjadi semakin penuh dan tidak mampu menampung arus lalu lintas yang padat.

Kurangnya transportasi umum

Meskipun Kota Makassar sudah memiliki beberapa jenis transportasi umum, seperti bus, angkot, taksi, dan ojek online, namun masih kurang diminati oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan transportasi umum di Kota Makassar masih kurang nyaman, aman, terjangkau, dan terintegrasi. Oleh karena itu, banyak orang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada transportasi umum.

Kurangnya kesadaran pengendara

Banyak pengendara di Kota Makassar yang tidak mengikuti aturan lalu lintas, seperti melanggar lampu merah, menyalip seenaknya, tidak memberikan jalan kepada pejalan kaki, dan parkir sembarangan. Selain itu, banyak pengendara yang egois dan agresif, tidak mau mengalah atau bersabar ketika berada di persimpangan jalan. Hal-hal ini sering menimbulkan kemacetan, bahkan konflik antar pengendara.

Kurangnya petugas yang berada di area kemacetan

Salah satu faktor yang membuat kemacetan di Kota Makassar sulit diatasi adalah kurangnya penegakan hukum dari pihak berwenang. Jarang sekali saya melihat petugas lalu lintas yang berjaga di titik-titik rawan macet, apalagi yang menindak pelanggar lalu lintas. Bahkan, ada beberapa jalan yang ditutup oleh warga sekitar tanpa alasan yang jelas, sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Sedikit bercerita tentang salah satu pengalaman paling melelahka yang pernah saya alami sendiri saat mengalami kemacetan yang sangat parah di Kota Makassar. Suatu hari, ketika saya pulang dari kantor, saya harus menghabiskan hampir tiga jam di jalan, padahal jaraknya hanya sekitar 40 menit. Tidak ada kecelakaan atau demonstrasi yang menyebabkan kemacetan, hanya saja kendaraan yang terlalu banyak dan tidak ada yang mau mengalah. Saya mencoba mencari jalan alternatif, tapi ternyata juga macet. Ini sangat melelahkank dan menguras emosi, apalagi cuaca panas dan polusi udara semakin membuat sesak.

Lantas, apa solusi terbaik yang bisa kita lakukan untuk bisa mengurangi kemacetan dan  kepadatan lalu lintas di Kota ini? Saya tidak tahu pasti, tapi kalau saya bisa, saya ingin terbang saja!

Mungkin dengan terbang, saya bisa melihat Kota Makassar dari atas, tanpa harus terjebak di bawah. Mungkin dengan terbang, saya bisa merasakan kebebasan dan kesenangan, tanpa harus merasakan stres dan kebosanan.

Artinya apa? Ini bukanlah hal yang mustahil hanya saja yaa, sulit selesai

Sebuah angan-angan yang sangat indah bung!...

Ikuti tulisan menarik Kasdin Basri lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu