x

Aspal. Ilustrasi Pembangunan Jalan

Iklan

Indŕato Sumantoro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Juli 2020

Minggu, 3 Desember 2023 18:58 WIB

Debat Calon Presiden: Mewujudkan Indonesia Mampu Berswasembada Aspal Pada Tahun 2045

Salah satu contoh topik yang perlu diperdebatkan oleh para calon presiden adalah mengenai mengapa sampai saat ini Indonesia masih belum mampu berswasembada aspal. Padahal deposit aspal alam di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, jumlahnya sangat melimpah.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Masa kampanye pada tanggal 28 November 2023 – 10 Februari 2024 untuk memilih presiden dan wakil presiden periode 2024 – 2029 sudah dimulai. Saat-saat yang paling penting, menarik, dan ditunggu-tunggu oleh rakyat adalah momentum debat calon presiden. Apa lagi apabila acara debat calon presiden ini akan ditayangkan di televisi nasional, maka akan di tonton oleh seluruh rakyat Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Rakyat akan melihat dengan mata kepala sendiri, siapakah calon presiden yang terbaik, yang harus dipilih?. Khususnya calon presiden yang akan mampu menyampaikan dan menerangkan misi dan visinya, serta ide dan gagasannya secara sistimatik, singkat, dan masuk akal. Dan akan diperjelas lagi dengan contoh-contoh aktual yang telah terjadi berdasarkan rekam jejaknya.

Salah satu contoh topik yang perlu diperdebatkan oleh para calon presiden adalah mengenai mengapa sampai saat ini Indonesia masih belum mampu berswasembada aspal. Padahal deposit aspal alam di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, jumlahnya sangat melimpah. Indonesia malah mengimpor aspal sejumlah 1,2 juta ton per tahun, atau sekitar senilai US$ 1 milyar per tahun. Ini jumlah yang sangat luar biasa besarnya. Sementara deposit aspal alam Buton dibiarkan terpuruk dan terpendam di dalam bumi. Dan tidak ada niat baik sedikitpun dari pemerintah untuk mau mengolah dan memanfaatkannya untuk mensubstitusi aspal impor tersebut. Fenomena terpuruknya aspal Buton ini sudah sangat keterlaluan. Karena Indonesia sudah merdeka selama 78 tahun, dan sudah tujuh kali berganti presiden. Tetapi mirisnya, aspal Buton masih belum juga mampu menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Kalau sudah tujuh orang presiden masih belum juga mampu mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton, maka ini hal berarti masalah aspal Buton adalah masalah yang sangat besar sekali. Pasti masalah-masalahnya sangat sulit dan kompleks, sehingga selama 78 tahun Indonesia merdeka, belum ada jawaban dan solusinya. Oleh karena itu, rakyat sangat mengharapkan presiden ke 8 periode 2024 – 2029 nanti, yang akan mampu membawa perubahan, dimana Indonesia akan menjadi negara yang lebih makmur dan sejahtera melalui berkah dari aspal Buton ini. Dan untuk itu rakyat perlu tahu. Siapakah sejatinya calon presiden yang paling peduli dan penuh perhatian kepada masa depan aspal Buton?. Mengapa usia aspal Buton sudah 1 abad, tetapi seolah-olah selama ini aspal Buton itu dianggap tidak pernah ada di bumi Indonesia? Sehingga pemerintah sudah 45 tahun mengimpor aspal terus, tanpa ada alasan yang jelas dan masuk akal, mengapa Indonesia tidak mau berswasembada aspal?.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Debat calon presiden dengan topik: “Mewujudkan Indonesia Mampu Berswasembada Aspal Pada Tahun 2045”, pasti akan menjadi tontonan yang menarik dan menegangkan. Mengapa? Karena rakyat Indonesia, khususnya rakyat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, ingin tahu siapakah calon presiden yang memiliki gagasan paling jenius, brilian, dan cemerlang untuk segera mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton?. Apa misi dan visinya untuk menarik para Investor agar berminat untuk berinvestasi di Pulau Buton?. Selain aspal, Pulau Buton juga memiliki banyak potensi sumber daya alam lainnya, yaitu industri perikanan, pertanian, dan pariwisata. Malah ada pemikiran “gila”, mengapa pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) tidak ke pulau Buton saja? Pembangunan Ibu Kota Negara baru nanti akan dapat dibangun dari dana hasil mewujudkan industri hilirisasi aspal Buton. Dan bukan dari hutang-hutang negara asing yang akan mencekik leher rakyat,

Melalui debat calon presiden, rakyat akan dapat menilai dengan baik, apakah gagasannya itu ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan secara akademis? Atau hanya sekedar copy paste dari berita-berita yang ada di media massa saja?. Gagasan yang original adalah hasil dari pemikiran yang holistik secara menyeluruh, mulai dan awal hingga akhir sebuah proses. Sehingga apabila gagasan itu akan diimplementasikan, maka besok harinya pun juga sudah bisa dilaksanakannya. Karena beliau tahu pasti caranya. Jadi bukan sekedar sebuah gagasan yang ujug-ujug muncul di dalam pikiran yang masih dalam bentuk wacana atau angan-angan. Apalagi dalam bentuk pencitraan semata, yang berbicara muluk-muluk untuk mengobral janji-janji

Apapun hasil dari debat calon presiden nanti, rakyat akan mampu menilai karakter dari calon presiden tersebut secara menyeluruh. Bagaimana isi kepala dan isi hatinya?. Apakah mereka jujur, atau hanya berpura-pura saja?. Apakah mereka ikhlas, atau munafik?. Apakah mereka pro rakyat, atau pro oligarki?. Apakah mereka mampu berempati dan peduli kepada penderitaan rakyat, atau lebih mementingkan diri sendiri, dan kelompoknya?. Apakah mereka mampu menjawab tantangan zaman dengan berani, atau tidak percaya diri? Apakah mereka selalu berpikir untuk memanfaatkan potensi di dalam negeri, atau mencari jalan pintas dengan meminta bantuan dari negara-negara asing dengan berhutang dan menjual negeri? Dan masih banyak lagi hal-hal yang sangat menarik, yang akan dapat kita saksikan dengan adanya perdebatan calon presiden, yang ditayangkan di televisi. Kita akan dapat ikut merasakan seru dan sengitnya adu argumen, adu kecerdasan, dan bukan adu kebodohan. Dan masih banyak lagi kejutan-kejutan lain yang akan terjadi di luar ekspektasi kita, di dalam menyaksikan debat calon presiden ini.

Topik debat yang diberikan kepada calon-calon presiden ini, sejatinya merupakan suatu permasalahan nasional yang sebenarnya solusinya adalah sangat mudah dan sederhana sekali. Tetapi dengan mendramatisir bahwa Indonesia sudah 78 tahun merdeka, dan sudah tujuh kali berganti presiden, mirisnya aspal Buton masih belum mampu menyejahterakan rakyat Indonesia, maka hal ini akan merupakan semacam sebuah shock therapy, seolah-olah masalah ini adalah sangat rumit dan kompleks. Sejatinya, calon presiden yang cerdas dan bijaksana, pasti akan tahu bahwa topik debat ini merupakan sebuah “jebakan batman”. Sehingga kalau tidak sangat berhati-hati untuk mampu memahami apa masalah dasarnya, maka akan terjebak masuk ke dalam perangkap retorika. Retorika adalah keterampilan berbahasa secara efektif atau sebuah seni berpidato yang muluk-muluk dan bombastis.

Presiden dan wakil presiden periode 2024 – 2029 merupakan harapan baru bagi rakyat Indonesia untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Oleh karena itu, kita harus memilih presiden dan wakil presiden baru yang peduli kepada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Kita tidak boleh percaya dengan hanya kata-kata manis dan janji-janjinya saja yang yang setinggi langit. Karena memang lidah tidak bertulang. Dengan menyaksikan debat calon presiden melalui televisi ini, kita akan dapat melihat bahasa tubuh dan gesture dari para calon presiden. Disamping itu kita juga akan dapat mendengan intonasi dan nada emosi suaranya saat menyampaikan argumentasinya. Ini merupakan salah satu faktor penting untuk menilai, siapakah di antara para calon presiden yang paling paham mengenai apa sejatinya akar permasalahan yang sebenarnya, karena beliau memiliki wawasan dan pandangan yang luas. Dan siapakah calon presiden yang paling jelas misi dan visinya untuk membangun Indonesia, dengan memberikan solusi jitu untuk mewujudkan Indonesia mampu berswasembada aspal pada tahun 2045, tanpa akan menimbulkan masalah-masalah yang baru.

  

Ikuti tulisan menarik Indŕato Sumantoro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler