x

Salam Empat Jari.

Iklan

Agus Sutisna

Penulis Indonesiana | Dosen | Pegiat Sosial
Bergabung Sejak: 6 September 2023

Sabtu, 3 Februari 2024 08:01 WIB

Salam Empat Jari dan Isyarat Kegelisahan Publik

Kampanye Salam 4 Jari merefleksikan keresahan publik. Keresahan yang dipicu dan terus dihidupkan oleh fakta-fakta indikatif bahwa perhelatan Pemilu 2024 sejak awal telah diwarnai dengan berbagai bentuk anomali dan keganjilan.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Beberapa hari terakhir ini ruang digital diramaikan oleh kehadiran fenomena gerakan atau kampanye “Salam Empat Jari”. Kampanye ini diinisiasi oleh John Muhammad, salah seorang anggota Presidium Nasional Partai Hijau Indonesia (PHI). Dikutip dari laman resmi PHI www.hijau.org, partai politik ini dideklarasikan di Bandung tahun 2012 silam.

Melalui media sosial X dan Instagram, John Muhammad mengunggah gerakan Salam 4 Jari dengan narasi:

“FOUR FINGERS, Ekspresi Pilihan Bukan Prabowo-Gibran” #SatuTigaTambahKita#HadangPemiluCurang#SelamatkanDemokrasi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kampanye ini menarik di tengah perhelatan elektoral yang ditingkahi keriuhan berbagai isu panas, terutama pada manuver kekuasaan yang berusaha keras membantu Prabowo-Gibran memenangi pilpres dalam satu putaran. Lalu ada dugaan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Presiden Jokowi dan Tim Pemenangan Paslon 2.

Lalu, apa dan bagaimana kampanye Salam 4 Jari ini hadir di ruang publik? Dari akun Instagram @johnmuhammad dan beberapa sumber, termasuk laman www.hijau.org  berikut informasi yang lebih utuh.

 Makna Simbol 4 Jari

Dalam unggahannya, John menjelaskan makna di balik 4 Jari sebagai berikut.

Pertama, simbol menghendaki koalisi paslon Nomor 1 dan 3 melalui tangan kita sendiri (tangan rakyat, bukan elit). Kedua, simbol membela Sila ke-4 Pancasila: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” yang berarti dari, oleh dan untuk rakyat (demokrasi) melalui musyawarah mufakat.

Ketiga, isyarat internasional untuk tanda bahaya dan/atau meminta pertolongan. Keempat, simbol azas kekuatan politik baru (ke-4) yang lebih progresif melawan oligarki dan politik dinasti.

4 Alasan Kampanye

John menjelaskan 4 alasan yang melatarbelakangi prakarsanya meluncurkan Gerakan Salam 4 Jari.

Pertama, kita yakin bahwa paslon nomor 2 (Prabowo-Gibran) tak layak dipilih dan harus dihindari. Kedua, kita sadar bahwa untuk mengalahkan paslon nomor 2 diperlukan solidaritas rakyat yang lebih besar dari sekadar gabungan paslon Nomor 1 (Anies-Muhaimin) dan Nomor 3 (Ganjar-Mahfud).

Ketiga, kita sadar semakin besarnya potensi untuk memaksakan kemenangan satu putaran bagi paslon nomor 2.

Keempat, kita sadar banyaknya invisible hands yang tak menghendaki terbentuknya koalisi paslon Nomor 1 dan Nomor 3 pada putaran kedua.

Aksi-aksi Kampanye

Sama jumlah pointernya dengan makna dan alasan kampanye,  gerakan Salam 4 Jari ini juga terdiri dari 4 poin ajakan kepada publik sebagai berikut :

Pertama, please jangan Golput! Karena dengan tidak memilih sama saja membiarkan paslon nomor 2 menang. Suaramu sangat berarti.

Kedua, pilih paslon nomor 1 atau nomor 3! Dan aspirasikan tuntutan-tuntutanmu pada mereka. Don’t give them a blank check!

Ketiga, jelaskan serta sebarluaskan keprihatinan kita pada pelanggaran etika, potensi kecurangan pemilu, dan kerugian jika memilih paslon Nomor 2, terutama pada orang muda dan pemilih pemula.

Keempat, tampilkan simbol empat jari kita dalam berbagai momen dan media.

Isyarat Kegelisahan Publik

Dari pointer-pointer narasi unggahan John diatas, secara umum kampanye Salam 4 Jari merefleksikan kegelisahan publik. Kegelisahan ini dipicu dan terus dihidupkan oleh fakta-fakta bahwa perhelatan Pemilu 2024 sejak awal diwarnai dengan berbagai bentuk anomali.

Diawali dengan pelanggaran berat etik di Mahkamah Konstitusi serta ditingkahi oleh “cawe-cawe” Jokowi dan rangkaian inkonsistensi sikapnya sebagai Presiden. Masalah kian mengarus dengan merebaknya indikasi ketidaknetralan pejabat dan aparat pemerintah, politisasi Bansos, dan indikasi kuat ingin memaksakan Pilpres satu putaran untuk kemenangan  Prabowo-Gibran.

Pointer pertama dan kedua dari alasan kampanye Salam 4 Jari diatas merupakan implikasi sikap dari fakta-fakta tersebut. Dan dari percakapan di berbagai platform media, saya melihat apa yang diartikulasikan John Muhammad nampaknya mewakili kegelisahan banyak orang.

Dalam tradisi demokrasi aksi-aksi serupa ini tentu hal biasa dan harus dihormati. Ini adalah bentuk partisipasi aktif warga sekaligus hak untuk mengekspresikan pikiran dan pandangan yang dijamin oleh konstitusi.

Terlebih hal itu dilakukan dengan tetap dalam koridor mendukung Pemilu berlangsung sukses seperti terbaca jelas dalam pointer pertama ajakan aksi: “Please jangan Golput!”.

Atau yang bernuansa edukasi dan pencerahan politik seperti diartikulasikan dalam seruan “Don’t give them a blank check!”, jangan berikan cek kosong kepada Paslon Nomor 1 atau Nomor 3 yang dipromosikannya untuk dipilih.

Ikuti tulisan menarik Agus Sutisna lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu