Persentase Lemak Tubuh yang Normal untuk Jaga Kesehatan

Kamis, 13 Juni 2024 12:30 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Lemak merupakan senyawa organik yang merupakan salah satu jaringan penyusun tubuh.

Lemak merupakan senyawa organik yang merupakan salah satu jaringan penyusun tubuh. Pada dasarnya lemak adalah salah satu hal yang mempunyai peranan penting dalam proses metabolisme tubuh, salah satunya sebagai cadangan energi.

Namun perlu Anda ingat bahwa kadar lemak dalam tubuh juga perlu dijaga agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan. Sebenarnya berapa persentase lemak tubuh yang normal dan bagaimana cara mengukurnya? Yuk simak informasinya di artikel ini.

Apa itu Lemak Tubuh?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lemak merupakan senyawa organik yang termasuk dalam kelompok lipid. Secara umum, senyawa ini juga berfungsi sebagai bahan penyusun tubuh manusia. Lemak tubuh pada dasarnya berkontribusi terhadap berat badan seseorang, selain otot, tulang, organ, dan jaringan lainnya. Ada dua jenis lemak dalam tubuh manusia, yaitu lemak esensial dan lemak non-esensial. Lemak esensial merupakan lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh, namun dapat diperoleh dari makanan.

Lemak ini umumnya dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya, antara lain menjaga suhu tubuh, menyerap vitamin, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta menunjang organ dan jaringan dalam tubuh. Sedangkan lemak nonesensial merupakan salah satu jenis lemak yang juga dapat diproduksi atau disintesis oleh tubuh dengan mengubah asam amino dalam makanan yang dikonsumsi seseorang.

Persentase Lemak Tubuh Normal

Pada dasarnya persentase lemak tubuh normal dari setiap individu bisa akan berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, usia, dan frekuensi aktivitas fisik yang biasa dilakukan. Namun secara umum kadar lemak tubuh yang normal menurut beberapa ahli kesehatan adalah sebagai berikut:

- Persentase lemak tubuh normal pada pria:

Atlet: 6–13%.

- Orang yang bugar atau rajin berolahraga: 14–17%.

- Persentase lemak tubuh yang dapat diterima: 18–24%.

- Persentase lemak tubuh normal pada wanita:

Atlet: 14–20%.

- Orang yang bugar atau rajin berolahraga: 21–24%.

- Persentase lemak tubuh yang dapat diterima: 25–31%.

Sedangkan jika persentase lemak tubuh di atas 25% pada pria atau 32% pada wanita, berarti kadar lemak tubuh berada di atas normal dan dapat dikategorikan obesitas. Sebagai informasi, kadar lemak tubuh ideal pada wanita cenderung lebih tinggi dibandingkan pria karena adanya hormon estrogen yang dapat memicu penumpukan lemak di bawah kulit. Di sisi lain, pria memiliki hormon testosteron yang dapat memicu peningkatan massa otot sehingga membuat kadar lemak cenderung lebih rendah.

Pentingnya Menjaga Persentase Lemak Tubuh Normal

Sangat penting seklai bagi setiap individu untuk menjaga kadar lemak tubuh idealnya dengan sebaik mungkin. Pasalnya, jika kadar lemak tubuh berada di bawah batas normal, hal ini berisiko menyebabkan gangguan hormonal, kemandulan, bahkan gangguan siklus menstruasi pada wanita. Di sisi lain, kadar lemak tubuh yang melebihi batas normal dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti:

- Apnea tidur.

- Nyeri sendi.

- Tekanan darah tinggi (hipertensi).

- Kolesterol Tinggi.

- Trigliserida tinggi.

- Diabetes.

- Penyakit jantung.

- Jenis kanker tertentu.

- Gangguan fungsi reproduksi.

- Sangat mudah untuk mengalami depresi.

- Mudah mengalami penyakit tulang dan sendi, seperti osteoartritis dan nyeri punggung.

- Batu empedu.

- Dan lain-lain.

Cara Mengukur Kadar Lemak Tubuh

Selain indeks massa tubuh, setiap individu dianjurkan mengukur persentase lemak tubuh untuk memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan dengan mengetahui status gizi dan menentukan berat badan ideal berdasarkan perbandingan berat badan dan tinggi badan.

 Namun hasil penghitungan BMI belum bisa memberikan gambaran mengenai persentase lemak, otot, dan tulang dalam tubuh. Seseorang yang bertubuh kecil dan memiliki BMI rendah belum tentu memiliki kadar lemak tubuh yang normal, begitu pula sebaliknya. Di sisi lain juga, otot adalah salah satu bagian dari tubuh yang diketahui memiliki massa yang lebih berat dibandingkan lemak. 

Hal ini seringkali menyebabkan beberapa atlet atau orang yang rutin berolahraga dan memiliki massa otot lebih banyak disangka obesitas jika hanya melihat angka BMI saja. Secara umum ada dua metode yang sering digunakan untuk mengukur persentase lemak tubuh, yaitu bioelectrical impedance analysis (BIA) dan metode skinfold. Berikut penjelasannya masing-masing:

Analisis Impedansi Bioelektrik (BIA)

Cara mengukur persentase lemak tubuh yang pertama adalah dengan menggunakan metode analisis impedansi bioelektrik. Cara ini menggunakan energi listrik bertegangan rendah untuk memeriksa kadar lemak dalam tubuh secara keseluruhan. Sekadar informasi, lemak merupakan penghantar listrik yang rendah dan mampu memblokir arus listrik lebih banyak dibandingkan otot. Oleh karena itu, semakin banyak arus listrik yang diblokir pada metode BIA, semakin tinggi pula kandungan lemak dalam tubuh.

Metode Lipatan Kulit

Cara mengukur kadar lemak tubuh selanjutnya adalah dengan menggunakan metode skinfold. Dengan cara ini, dokter akan mengukur ketebalan lipatan kulit menggunakan alat bernama jangka sorong yang dijepit di beberapa bagian tubuh. Beberapa bagian tubuh yang sering diukur dengan metode ini adalah dada, punggung dekat tulang belikat, perut, lengan, dan paha. Intinya, mengetahui persentase lemak tubuh dapat membantu menentukan gaya hidup tepat untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Demikian ulasan tentang Persentase Lemak Tubuh yang Normal untuk Jaga Kesehatan seperti yang dilansir alexistogel, semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Jenny Aurora

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua