Mengenal Prosedur Rezum untuk Mengatasi Pembesaran Prostat

Minggu, 16 Juni 2024 08:58 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pembesaran prostat atau sering disebut dengan hiperplasia prostat benigna (BPH) ini adalah kondisi umum yang terjadi pada pria di atas usia 50 tahun.

Pembesaran prostat atau sering disebut dengan hiperplasia prostat benigna (BPH) ini adalah kondisi umum yang terjadi pada pria di atas usia 50 tahun. Salah satu metode terbaru untuk mengobati BPH adalah prosedur rezum.

Artikel pada kali ini akan menjelaskan secara mendetail tentang prosedur Rezum, termasuk apa itu, bagaimana cara kerjanya, manfaat, risiko, serta ekspektasi pasca-prosedur.

Apa itu Prosedur Rezum?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Prosedur Rezum ini adalah salah satu teknik terapi minimal invasif yang digunakan untuk mengobati gejala BPH. Rezum menggunakan energi panas dari uap air agar bisa menghilangkan jaringan prostat yang membesar sehingga ini mengurangi tekanan saluran kemih dan gejala yang terkait dengan BPH.

Siapa yang Memerlukan Prosedur Rezum?

Prosedur Rezum sangat direkomendasikan untuk pria yang telah mengalami gejala yang sangat signifikan akibat adanya pembesaran prostat ataupun hiperplasia prostat benigna (BPH). Berikut ini adalah siapa saja orang yang mungkin memerlukan prosedur Rezum yang satu ini:

- Gejala BPH yang Mengganggu: Pria dengan gejala BPH yang menyebabkan kesulitan dalam buang air kecil, seperti sering buang air kecil terutama di malam hari (nokturia), aliran urin yang lemah atau terputus-putus, atau perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil.

- Tidak Responsif terhadap Obat-obatan: Pria yang tidak merespons baik terhadap pengobatan BPH dengan obat-obatan seperti alpha blockers atau inhibitor 5-alpha reductase.

- Kondisi Kesehatan yang Tidak Mendukung Pembedahan Besar: Pria yang memiliki kondisi kesehatan yang membuat mereka tidak cocok untuk menjalani pembedahan besar seperti prostatektomi transuretral (TURP), misalnya karena faktor risiko yang tinggi atau kondisi medis lainnya.

- Pilihan untuk Minimal Invasif: Pria yang memilih pendekatan pengobatan yang minimal invasif dan ingin menghindari prosedur bedah yang lebih invasif.

- Harapan untuk Pemulihan Cepat: Pria yang ingin memiliki pemulihan yang cepat setelah prosedur dengan kembali ke aktivitas normal dalam waktu singkat.

Bagaimana Cara Kerja Prosedur Rezum?

- Persiapan: Pasien diberikan obat penghilang rasa sakit lokal atau sedasi ringan. Dokter kemudian memasukkan alat endoskopik yang disebut cystoscope melalui uretra (saluran kencing) hingga mencapai prostat.

- Aplikasi Uap Air: Melalui cystoscope, alat Rezum menyuntikkan uap air steril ke dalam jaringan prostat yang membesar. Uap air ini menghasilkan panas yang cukup untuk menginduksi nekrosis (kematian sel) pada jaringan prostat yang tidak sehat.

- Resorpsi Jaringan: Selama beberapa minggu setelah prosedur, sel-sel prostat yang mati akan diresorpsi (diserap) oleh tubuh, mengurangi ukuran prostat dan memperbaiki aliran urin.

Manfaat Prosedur Rezum

- Efektivitas: Prosedur Rezum telah terbukti efektif dalam mengurangi gejala BPH seperti sering buang air kecil, sulit buang air kecil, atau terburu-buru buang air kecil.

- Keamanan: Rezum adalah prosedur yang relatif aman dengan risiko komplikasi yang rendah dibandingkan dengan pembedahan besar seperti prostatektomi transuretral.

- Minimal Invasif: Tidak memerlukan sayatan besar atau pembedahan terbuka, sehingga mengurangi risiko infeksi dan waktu pemulihan.

- Pengulangan Jarang Diperlukan: Hasil dari prosedur Rezum biasanya bertahan lama, dan sebagian besar pasien tidak memerlukan pengulangan prosedur.

Risiko dan Komplikasi

- Disuria Sementara: Beberapa pasien mungkin mengalami disuria (nyeri saat buang air kecil) atau sering buang air kecil dalam beberapa minggu setelah prosedur.

- Retensi Urin: Risiko ini sangat rendah, tetapi beberapa pasien mungkin mengalami kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih sepenuhnya dalam beberapa hari setelah prosedur.

- Ejakulasi Mundur: Beberapa pasien mungkin mengalami ejakulasi mundur, di mana sperma masuk ke kandung kemih daripada keluar melalui uretra saat ejakulasi.

Ekspektasi Pasca-Prosedur

- Pemulihan Cepat: Kebanyakan pasien dapat kembali ke aktivitas normal dalam beberapa hari hingga seminggu setelah prosedur Rezum.

- Perbaikan Gejala: Gejala BPH seperti sering buang air kecil, aliran urin yang lemah, atau perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil harus membaik dalam beberapa minggu atau bulan setelah prosedur.

- Tindak Lanjut: Pasien akan dijadwalkan untuk pemeriksaan rutin setelah prosedur untuk memastikan bahwa gejala BPH terkendali dan tidak ada komplikasi yang berkembang.

Pilihan Pengobatan Lainnya

- Obat-obatan: Seperti alpha blockers atau inhibitor 5-alpha reductase yang membantu mengurangi gejala BPH.

- Prostatektomi Transuretral (TURP): Prosedur bedah yang melibatkan pengangkatan sebagian dari jaringan prostat yang membesar.

- Terapi Laser: Seperti laser terapi holmium atau laser greenlight yang juga digunakan untuk mengurangi ukuran prostat.

Kesimpulan

Prosedur Rezum merupakan inovasi dalam pengobatan BPH yang menawarkan pendekatan minimal dengan hasil yang efektif dan aman. Meskipun tidak cocok untuk semuanya, Rezum dapat menjadi pilihan yang sangat baik terutama bagi mereka yang menginginkan perbaikan gejala BPH tanpa harus menjalani pembedahan besar. Konsultasikanlah dengan dokter spesialis urologi untuk evaluasi lebih lanjut dan penentuan opsi pengobatan yang sesuai sesuai dengan kondisi dan preferensi individu ini.

Demikian ulasan tentang Mengenal Prosedur Rezum untuk Mengatasi Pembesaran Prostat seperti yang dikutip laman riversedgeortho.com , semoga bermanfaat.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Jayanto

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler