x

Sumber gambar: Shutterstock

Iklan

Suko Waspodo

... an ordinary man ...
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 2 Juli 2024 08:07 WIB

Empat Penanda Biologis Kecantikan dengan Akar Evolusioner yang Mendalam

Para peneliti telah mengidentifikasi empat penanda biologis utama yang membentuk persepsi daya tarik: simetri, hormon, penuaan, dan pigmentasi karotenoid.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Penelitian menunjukkan bahwa perasaan kita tentang siapa yang cantik bukanlah hal baru, atau bersifat lokal.

Wawasan Utama

  • Daya tarik sering kali dianggap sebagai konsep subjektif, namun hal ini berakar kuat pada biologi.
  • Penilaian kita terhadap kecantikan bukan hanya sekedar preferensi pribadi; mereka dipengaruhi oleh isyarat kesehatan dan vitalitas.
  • Penanda biologis kecantikan meliputi simetri, hormon, usia, dan pigmentasi karotenoid.
  • Penanda ini bukan hanya tentang estetika; mereka mengungkapkan informasi tentang kesehatan dan kualitas genetik.

Berakar kuat pada biologi, pemahaman kita tentang apa yang menarik secara fisik dan apa yang tidak, telah berkembang selama ribuan generasi dalam sejarah manusia. Meskipun konsep kecantikan mungkin tampak subjektif—mata orang yang melihatnya dan sebagainya—persepsi kita tentang daya tarik, menurut penelitian psikologi evolusioner selama puluhan tahun, sebagian dibentuk oleh seleksi alam sebagai respons terhadap isyarat penting yang menandakan kesehatan, vitalitas, dan kebugaran reproduksi. Saat kita menganggap wajah menarik, secara tidak sadar kita menilainya untuk mengetahui tanda-tanda kesehatan dan kebugaran genetik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ciri-ciri biologis tertentu menunjukkan bahwa seseorang mungkin mampu bertahan hidup di lingkungan leluhur yang keras dan sering kali miskin sumber daya. Meskipun lanskap modern sangat berbeda dengan lanskap nenek moyang kita di masa lalu, kita memiliki banyak preferensi yang sama terhadap keindahan yang memberikan kesuksesan pada lanskap leluhur.

Kita Menilai Daya Tarik Menggunakan Penanda Kesehatan

Preferensi pasangan yang kita anut dalam hal kecantikan dan keseksian merupakan adaptasi yang dirancang untuk membantu kita mengidentifikasi calon pasangan dengan peluang terbaik untuk bertahan hidup dan bereproduksi. Meskipun ada sedikit variasi dalam standar kecantikan antara budaya dan individu, penanda universal tertentu menandakan kesehatan dan vitalitas, sehingga menjadikannya menarik secara universal. Mari kita lihat empat penanda biologis utama yang memainkan peran penting dalam persepsi kita tentang daya tarik wajah dan tubuh: stabilitas perkembangan, pengaruh hormonal, indikator usia, dan pigmentasi karotenoid.

1. Stabilitas Perkembangan (Simetri Fisik)

Simetri wajah adalah salah satu penanda daya tarik yang paling dikenal secara universal. Simetri mengacu pada keseimbangan dan proporsi fitur wajah di kedua sisi wajah. Wajah yang simetris dianggap lebih menarik karena menandakan stabilitas perkembangan, yang berarti bahwa seseorang menghadapi lebih sedikit tekanan genetik dan lingkungan selama perkembangannya, sehingga menghasilkan kesehatan yang optimal.

Para peneliti telah menunjukkan bahwa wajah simetris secara konsisten dinilai lebih menarik di berbagai populasi. Menurut penelitian ini, preferensi terhadap simetri wajah konsisten di berbagai budaya, menunjukkan bahwa ini bukan sekadar artefak sosial modern.

Simetri adalah representasi dari gen yang baik dan sistem kekebalan yang kuat. Wajah yang simetris menunjukkan bahwa seseorang telah berhasil menavigasi tantangan pembangunan, menjadikannya pasangan yang berpotensi lebih sehat dan lebih mampu bertahan. Asimetri dapat disebabkan oleh mutasi genetik, tekanan lingkungan, atau gangguan perkembangan. Wajah yang simetris menunjukkan bahwa seseorang mengalami lebih sedikit pengaruh negatif ini, yang menunjukkan gen yang baik dan kesehatan secara keseluruhan.

Seiring waktu, otak manusia mungkin berevolusi untuk lebih memilih wajah simetris karena preferensi ini meningkatkan peluang memilih pasangan yang sehat dan subur. Preferensi terhadap simetri ini bisa menjadi adaptasi evolusioner yang meningkatkan keberhasilan reproduksi.

2. Pengaruh Hormonal (Estrogen dan Testosteron)

Hormon memainkan peran penting dalam membentuk fitur wajah kita, dan juga daya tarik kita. Dua hormon yang paling sering terlibat dalam konteks ini adalah estrogen dan testosteron. Penelitian telah menunjukkan bahwa ciri-ciri yang didorong oleh hormon ini memainkan peran penting dalam persepsi kita tentang daya tarik. Peningkatan kadar hormon-hormon ini menghasilkan efek yang sangat berbeda pada penanda wajah, yang sering dianggap menarik karena hubungannya dengan kesuburan dan kesehatan.

Estrogen: Pada wanita, tingginya kadar estrogen dikaitkan dengan fitur wajah seperti dagu lebih kecil, bibir lebih penuh, tulang pipi lebih tinggi, dan mata lebih besar. Ciri-ciri ini berhubungan dengan keremajaan dan potensi reproduksi. Estrogen mendorong perkembangan sifat-sifat ini, membuat wajah yang menunjukkannya tampak lebih feminin dan menarik.

Testosteron: Pada pria, testosteron dikaitkan dengan ciri-ciri seperti garis rahang yang menonjol, alis yang lebih tebal, dan tulang pipi yang lebih menonjol. Ciri-ciri ini menunjukkan kekuatan fisik, dominasi, dan kebugaran genetik. Tingkat testosteron yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, yang dapat membuat ciri-ciri maskulin lebih menarik bagi calon pasangan.

3. Penuaan (Umur dan Neoteny)

Preferensi terhadap wajah tampak muda dapat dikaitkan dengan hubungan evolusioner antara usia dan potensi reproduksi. Neoteny, yaitu retensi ciri-ciri awet muda hingga dewasa, sering dianggap menarik karena menandakan vitalitas dan kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda awet muda, seperti mata besar dan dahi halus, sering dikaitkan dengan neoteny. Ciri-ciri tersebut menarik karena menandakan bahwa seseorang berada dalam masa reproduksi yang prima. Oleh karena itu, menjaga penampilan awet muda dapat meningkatkan daya tarik seseorang dengan menandakan kesehatan dan kesuburan.

Indikator usia lainnya meliputi kualitas kulit, pembentukan kerutan, serta tekstur dan elastisitas kulit secara keseluruhan. Kulit yang halus dan bersih seringkali dianggap sebagai penanda keremajaan dan kesehatan. Seiring bertambahnya usia, kulit kita kehilangan elastisitasnya dan menjadi lebih rentan terhadap kerutan dan tanda-tanda penuaan lainnya, yang dapat mengurangi daya tarik yang dirasakan.

4. Pigmentasi Karotenoid (Kesehatan Usus)

Karotenoid merupakan pigmen yang ditemukan pada berbagai buah dan sayuran, dan berperan penting dalam menentukan warna kulit. Berbeda dengan penanda daya tarik lainnya, karotenoid diperoleh secara eksklusif melalui makanan. Artinya, kita tidak menghasilkan apapun di dalam tubuh kita; kami menemukannya dan mengonsumsinya dalam makanan. Antioksidan penting ini membantu melindungi kulit dan jaringan lain dari kerusakan.

Orang dengan kadar karotenoid yang lebih tinggi dalam makanannya cenderung memiliki warna kulit agak kekuningan, yang dianggap sehat dan menarik. Jika Anda memiliki banyak karotenoid—bahkan kelebihan karotenoid—Anda memasukkan kelebihannya ke dalam kulit Anda. Usus yang sehat diperlukan untuk dapat menyerap karotenoid. Oleh karena itu, warna kuning pada seluruh kulit, baik terang maupun gelap, merupakan penanda adanya karotenoid yang menandakan kesehatan usus yang baik. Penelitian mengungkapkan bahwa orang dengan kadar karotenoid yang lebih tinggi sering kali dinilai lebih menarik, kemungkinan karena pigmentasi ini merupakan indikator kesehatan dan vitalitas secara keseluruhan.

Kesimpulan

Kecantikan bukan hanya soal daya tarik estetis; hal ini juga melibatkan interaksi kompleks antara sinyal-sinyal biologis yang memandu preferensi sosial dan reproduksi kita. Ketika penelitian terus mengungkap seluk-beluk penanda ini, kita mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang mengapa kita menganggap wajah-wajah tertentu lebih menarik dan bagaimana preferensi ini membentuk interaksi dan hubungan kita.

***

Solo, Senin, 1 Juli 2024. 9:30 pm

Suko Waspodo

Ikuti tulisan menarik Suko Waspodo lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler