Mereka yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Buku ini berasal dari kisah nyata kehidupan bekas tentara Jepang yang bertahan di Indonesia.

Pada saat Jepang menyatakan menyerah kalah terhadap Sekutu, banyak sekali pasukan militer Jepang yang masih berada di Indonesia. Meskipun ada pengangkutan para pasukan militer Jepang untuk kembali ke Jepang oleh Sekutu, pada kenyataannya terdapat sekitar 1000 orang masih berada di Indonesia. Sampai akhirnya mereka pun tetap tinggal di Indonesia.

Menurut data Yayasan Warga Persahabatan (YWP) di Jakarta, setelah Perang Dunia II usai, tercatat sebanyak 903 orang bekas tentara Jepang ikut Perang Kemerdekaan Indonesia. Pada data selanjutnya di antara mereka sekitar 243 orang (27%) meninggal dalam perang; 288 orang (32%) hilang; 45 orang (5%) kembali ke Jepang setelah Perang Kemerdekaan Indonesia selesai atau sekitar 1950-an. Sisanya 324 orang (36%) memilih tetap tinggal di Indonesia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Buku ini berasal dari kisah nyata kehidupan bekas tentara Jepang yang bertahan di Indonesia. Buku ini adalah ulasan sebuah masa sejarah dari kacamata pelaku sejarah langsung. Buku ini berdasarkan hasil wawancara serta bukti-bukti sejarah yang relevan pada masa kehidupan tokoh yang diceritakan, Rahmat Shigeru Ono alias Sakari Ono.

 

Refleksi Buku " MEREKA YANG TERLUPAKAN : MEMOAR RAHMAT SHIGERU ONO "

Buku "MEREKA YANG TERLUPAKAN : MEMOAR RAHMAT SHIGERU ONO" sebuah contoh karya sejarah lisan yang sangat berharga dan digarap oleh penulis dengan bersungguh-sungguh. salut untuk Eiichi Hayashi Lulus tingkat Strata 1 dari Universitas Keio. Sebuah tema yang nyaris tidak diperhatikan oleh penulis Indonesia bahkan tidak pernah disinggung dalam pengajaran sejarah Indonesia. melalui kisah ini tergambar dengan baik salah satu aspek hubungan historis antara jepang dengan Indonesia.

Rahmat Shigeru ONO yang sering disebut Papi dalam buku ini. Papi yang tunadaksa bercerita dengan luar biasa bukan saja kepada anak dan cucunya tetapi juga kepada setiap orang yang membaca buku ini. Pastilah mereka merasakan seolah papi benar-benar kakek buyutnya bercerita :D

Dalam buku ini, ada satu kutip paragraf di halaman 54 yang membuat aku selalu tersenyum dan tawa membayangkan yaitu bagaimana tentara-tentara jepang itu memakai seragam sarung dan kopiah...?.. hehehe

NiKKei Indonesia membuktikan bahwa semangat Asianisme menjadi semangat Nasionalisme Indonesia.

Seperti pernyataan Seokarno kepada sahabatnya Tatsuo dan Tomegoro di dinding nisan mereka yang dikenal  sebagai monumen Bung karno di kuil Seisyo, Minato, Tokyo Jepang yang bertulisankan " Kemerdekaan itu bukannya hanya untuk satu bangsa akan tetapi untuk seluruh bangsa yang ada di muka bumi ini."

Dari Buku ini, Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya memang takdir sebagai warga keturunan Tiongkok tetapi menjadi warga negara Indonesia merupakan pilihan saya yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti sama Rahmat Shigeru ono warga keturunan jepang yang sudah memilik menjadi warga Indonesia. Maka Kamipun akan mengisi kemerdekaan ini dengan Pengorbanan dan pretasi untuk Indonesia :D Indonesia merupakan Dunia baru untuk kami sebagai warga keturunan :D

Saya Tidak mau melawan bangsa saya sendiri ^.^

Saya mencintai Orang-orang pribumi maupun nonpribumi ^.^   

Selamat Hari Pahlawan 

 

Max Andrew ohandi 

Sumber gambar, lukmanhakim94.wordpress.com

Bagikan Artikel Ini
img-content
Max Andrew Ohandi Ohandi

Saya Superhero Kocak yang berprofesi sebagai jurnalis warga

0 Pengikut

img-content

Aku HIV, Bagaimana dengan Buah Hatiku ?

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
img-content

Makna Sabang Sampai Merauke

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua