x

Iklan

Ema Salimah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Puan Mengenang Hubungan K.H. Hasyim Muzadi

Catatan

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kepergian orang yang dicinta memang selalu menerbitkan cerita diantara mereka yang hidup.

K.H. Hasyim Muzadi telah pergi. Dan Puan mulai terkenang dengan cerita-cerita lalu soal hubungan sang kiai dengan keluarganya.

Suatu kali, cerita Puan, Kiai Hasyim pernah membimbing keluarga besar Bung Karno. Saat itu, keluarga Bung Karno sedang menunaikan ibadah haji. Kiai Hasyim begitu baik. Dia sungguh sangat sabar dalam berbagi ilmu pengetahuan. Dia membimbing keluarga bung Karno dengan baik. Begitu sabar. Riak air wajahnya selalu menunjukkan senyum dan kesabaran.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keluarga bung Karno sangat berterima kasih. Bimbingan dari sang kiai sangat berguna bagi mereka dalam menjalani ibadah haji. Banyak hal yang tidak diketahui, mereka bisa bertanya kepada sang kiai. Kesabaran yang ditunjukkan oleh kiai membuat keluarga bung Karno tidak canggung. Kiai tidak segan-segan untuk berbagi pengetahuan agama yang dimilikinya.

Hubungan ini, bagi Puan, adalah sesuatu yang sangat indah. Hubungan yang berawal dari perihal tanya-jawab dan bimbingan ibadah haji, hubungan ilmu pengetahuan, lalu menguat menjadi hubungan emosional keluarga Bung Karno dan K.H. Hasyim Muzadi.

Adakah yang lebih indah dari hubungan ini?

Mungkin banyak. Tapi bagi Puan, ini hubungan yang begitu kuat dan begitu untuk selalu dikenangkan. Hubungan yang dimulai dari kesediaan kiai untuk membantu dengan sabar dan telaten satu sisi. Dan sisi lain adalah perasaan keluarga Bung Karno yang merasa terbantu sekali oleh kiai di sisi lain. Inilah yang memperkuat ikatan mereka.

Tentu indah, bukan? Setidaknya itu yang dirasakan oleh Puan.

***

Selamat jalan, kiai.

Puan dan keluarga Besar Bung Karno ikut berdukacita dengan wafatnya Kiai Hasyim. Ikatan sejarah, selain personal antara kiai dan keluarga Bung Karno, juga cukup kuat: Bung Karno dan Nahdlatul Ulama, organisasi K.H. Muzadi.

Di mata Bung Karno, NU adalah gerakan yang turut serta membela kegagahan negeri ini di hadapan kolonial. Melalui NU, perang pembebasan dikobarkan. Indonesia akhirnya lepas dari penjajahan.

K.H. Hasyim Muzadi dan tokoh-tokoh NU lainnya adalah orang-orang penting yang pasca kemerdekaan paling getol memperjuangkan persaudaraan kebangsaan melampaui sekat-sekat identitas agama yang sering mengusik persatuan.

Itu sebabnya, kenang Puan “...kepergian Almarhum KH Hasyim Muzadi tentu akan jadi kehilangan mendalam pula bagi keluarga kami.” 

Ikuti tulisan menarik Ema Salimah lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

1 hari lalu